IMG-20260706-WA0067

Pertemuan di Kemlu RI: SEAAM Matangkan Persiapan ASEAN Symposium 2026

Mutu.rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – South East Asia Academic Mobility (SEAAM) bersama Binus University mematangkan persiapan penyelenggaraan ASEAN Symposium on Higher Education yang dijadwalkan berlangsung pada 22–28 September 2026 mendatang di Jakarta-Bandung. Sebagai bagian dari langkah strategis memperkuat muatan kebijakan dalam forum tersebut, SEAAM mulai membangun komunikasi intensif dengan pemangku kebijakan luar negeri.

Komite Saintifik SEAAM, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., melakukan kunjungan ke Kantor Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia di Jakarta pada Senin (6/7/2026). Kedatangan perwakilan SEAAM ini membawa agenda utama untuk mengundang Kepala Badan Strategi Kebijakan Luar Negeri (BSKLN) Kementerian Luar Negeri agar berkenan hadir dan memberikan pandangan strategisnya sebagai pembicara kunci dalam simposium bergengsi tersebut.

Ismail Suardi Wekke menegaskan bahwa kehadiran pengambil kebijakan luar negeri sangat krusial untuk memberikan arah baru bagi masa depan integrasi pendidikan di kawasan ASEAN. Kegiatan ini juga dilaksanakan sebagai implementasi kerjasama perguruan tinggi Indonesia dengan Universiti Kebangsaan Malaysia.

“Kami berharap Kepala BSKLN Kemlu RI dapat memaparkan arah kebijakan strategis regional, sehingga perguruan tinggi di Asia Tenggara mampu merespons tantangan global secara selaras,” ujar Ismail saat ditemui di gedung Kemlu RI, Jakarta, Senin (6/7/2026).

Usai pertemuan tersebut, Ismail juga menjelaskan bahwa simposium ini dirancang untuk tidak sekadar menjadi ajang diskusi akademik konvensional. Forum satu minggu di Bandung nanti akan diarahkan menjadi motor penggerak inovasi tata kelola dan mutu pendidikan tinggi di tingkat regional.

“ASEAN Symposium on Higher Education tahun ini dirancang sebagai platform dinamis yang mempertemukan pemikiran akademis dan praktisi kebijakan demi melahirkan peta jalan pendidikan tinggi yang adaptif,” lanjutnya.

Selain menggandeng Binus University sebagai mitra pelaksana utama di Indonesia, agenda internasional ini dipastikan akan memiliki daya jangkau yang lebih luas dengan keterlibatan aktif dari institusi mancanegara. SEAAM mengonfirmasi telah menjalin kemitraan erat dengan Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) untuk memperkuat basis riset dan jaringan kolaborasi antarnegara selama simposium berlangsung.

Ismail menambahkan bahwa sinergi bilateral antara institusi Indonesia dan Malaysia dalam acara ini mencerminkan komitmen kuat untuk membangun ekosistem akademik yang inklusif di Asia Tenggara.

“Kolaborasi dengan Universiti Kebangsaan Malaysia mempertegas visi kami bahwa transformasi mutu pendidikan tinggi hanya bisa dicapai melalui kerja sama lintas batas yang konkret,” pungkas Ismail.

Melalui persiapan yang matang dan dukungan dari berbagai pihak, termasuk sektor pemerintahan dan universitas papan atas regional, ASEAN Symposium on Higher Education di Bandung diharapkan dapat melahirkan rekomendasi-rekomendasi taktis bagi perkembangan dunia akademik di kawasan Asia Tenggara.

IMG-20260618-WA0058

IAI Rawa Aopa Perkuat Jejaring Akademik, Hadiri Pengukuhan Guru Besar Bidang Digital Marketing di Binus

Mutu.rawaaopakonsel.ac.id, Tangerang – Pimpinan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menghadiri pengukuhan Guru Besar Tetap Binus University yang digelar di Kampus Alam Sutera, Tangerang, Kamis (18/6/2026).

Dalam prosesi tersebut, Prof. Retno Dewanti, S.Si., M.M., Ph.D., resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang Ilmu Digital Marketing.

Acara itu dihadiri oleh jajaran sivitas akademika Binus University, para guru besar dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, serta delegasi akademik dari luar negeri, termasuk Universiti Sains Islam Malaysia (USIM).

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Menurut Ismail, pengukuhan Prof. Retno menjadi momentum penting bagi dunia pendidikan tinggi, terutama dalam menghadapi perkembangan teknologi dan transformasi digital yang berlangsung cepat.

“Kehadiran kami di selain memenuhi undangan, juga dalam kaitan untuk mempertahankan sinergi strategis antarinstitusi dalam menghadapi era disrupsi digital yang kian masif,” kata Ismail.

Ia menilai kepakaran Prof. Retno di bidang digital marketing sangat relevan dengan kebutuhan dunia industri dan pendidikan saat ini.

Karena itu, kata dia, perguruan tinggi perlu terus memperkuat kolaborasi agar mampu beradaptasi dengan perubahan yang terjadi.

Ismail mengatakan IAI Rawa Aopa berkomitmen untuk menyerap berbagai praktik terbaik dari perguruan tinggi terkemuka, termasuk Binus University, guna meningkatkan kualitas tata kelola dan mutu pendidikan di daerah.

Menurutnya, kerja sama antarkampus, baik di tingkat nasional maupun internasional, menjadi kebutuhan yang tidak dapat dihindari dalam upaya mencetak lulusan yang memiliki daya saing global.

Selain itu, Ismail menyoroti kehadiran guru besar tamu dari luar negeri dalam acara tersebut.

Ia menilai partisipasi akademisi internasional menunjukkan bahwa ekosistem pendidikan tinggi Indonesia semakin mendapat perhatian dan pengakuan dari dunia global.

“Kami berharap gagasan-gagasan segar Prof. Retno Dewanti dalam orasi ilmiahnya hari ini dapat diadopsi, tidak hanya di kota besar, melainkan juga menyentuh pengembangan literasi digital di kawasan Indonesia Timur,” pungkasnya.

Pengukuhan Prof. Retno Dewanti sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Digital Marketing menjadi salah satu langkah Binus University dalam memperkuat kontribusi akademik di bidang pemasaran digital yang terus berkembang seiring kemajuan teknologi.