IMG-20260726-WA0035

Optimalkan Potensi Lokal dan Akademik, IAI Rawa Aopa Jalin Kolaborasi Lintas Negara Bersama Koperasi Teluk Ketapang

Mutu.rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Kunjungan kerja Pengerusi Koperasi Homestay Teluk Ketapang, Malaysia, di Kampus Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan selama tiga hari dua malam, sejak Ahad (19/7/2026) hingga Selasa (21/7/2026), membuahkan hasil nyata. Agenda intensif yang melingkupi tatap muka dengan pemerintah daerah, akademisi, hingga mahasiswa tersebut resmi dimaktubkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Implementation Agreement (IA).

Rangkaian kegiatan diawali dengan agenda lapangan di Kecamatan Buke, kunjungan silaturahmi ke Kepala Desa Pelandia, serta pertemuan strategis bersama Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Konawe Selatan. Tak hanya peninjauan lapangan, penguatan kapasitas akademik juga digelar melalui dua sesi Focus Group Discussion (FGD) masing-masing melibatkan jajaran pimpinan IAI Rawa Aopa dan forum dialog interaktif bersama mahasiswa.

Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan wujud transformasi kampus dalam memperluas jangkauan pengabdian dan jejaring internasional.

“Kunjungan selama tiga hari dua malam ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan awal dari kerja konkret yang langsung menyentuh program pemberdayaan masyarakat dan pengembangan akademik berbasis global,” ujar Ismail Suardi Wekke di sela-sela penutupan kegiatan.

Menurut Ismail, keterlibatan berbagai pihak mulai dari pimpinan desa hingga dinas pendidikan menunjukkan bahwa implementasi kerjasama ini dirancang untuk memberikan dampak sistemik bagi daerah. Ismail menegaskan bahwa kemitraan ini diikhtiarkan agar membawa nilai tambah langsung bagi mahasiswa dan masyarakat Konawe Selatan.

Sebagai bentuk konkret dari penandatanganan dokumen kerjasama, kedua belah pihak sepakat untuk segera mengeksekusi dua agenda besar di Kuala Terengganu, Malaysia, yakni Fun Trip edukatif dan Forum Antarabangsa Belia.

“Kami merancang program Fun Trip dan Forum Antarabangsa Belia dalam Kerangka Student Mobility 2026 di Kuala Terengganu sebagai ruang bagi mahasiswa untuk menimba pengalaman antarbangsa, mengasah kepemimpinan, serta memahami tata kelola pariwisata berbasis komunitas secara langsung,” tutur Ismail.

Selain program di Terengganu, Koperasi Homestay Teluk Ketapang juga dipastikan menjadi mitra strategis dalam penyelenggaraan Celebes International Summit on Education and Culture yang dijadwalkan berlangsung di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.

“Sinergi pada Celebes International Summit on Education and Culture di Bandara Sultan Hasanuddin akan memperkuat posisi kita bersama dalam mengintegrasikan isu pendidikan, budaya, dan ekonomi kreatif di tingkat regional,” tambah Ismail.

Ismail Suardi Wekke juga menjelaskan bahwa integrasi antara agenda akademis dan praktik di lapangan, seperti yang dilakukan selama kunjungan di Kecamatan Buke dan Desa Pelandia, menjadi modal penting dalam penyusunan program Implementation Agreement yang berkelanjutan.

Penutupan rangkaian kunjungan berakhir dengan ditandai dalam penandatanganan nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama operasional yang diharapkan menjadi fondasi kokoh bagi hubungan bilateral antara institusi pendidikan di Sulawesi Tenggara dan penggerak ekonomi komunitas dari Malaysia.

IMG-20260724-WA0012

Dorong Integrasi Riset dan Kebijakan, IAI Rawa Aopa Buka Ruang Kolaborasi Bersama MP-TJSL

Mutu.rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menegaskan komitmennya untuk memperkuat keterlibatan akademisi dalam tata kelola sosial dan lingkungan regional. Komitmen ini ditunjukkan melalui partisipasi aktif kampus dalam Forum Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh Masyarakat Pemantau Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (MP-TJSL), Kamis (23/7/2026).

FGD yang mempertemukan pemangku kepentingan dari unsur masyarakat, praktisi, dan akademisi tersebut berfokus pada evaluasi serta pengawasan pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSL/CSR) agar berjalan efisien, transparan, dan berdampak langsung bagi masyarakat lokal.

Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menyampaikan bahwa keterlibatan perguruan tinggi merupakan langkah strategis untuk memastikan program sosial korporasi memiliki basis data ilmiah yang kuat. Menurutnya, kampus tidak boleh hanya berdiri sebagai penonton di tengah dinamika pembangunan daerah.

“Kolaborasi antara MP-TJSL dan perguruan tinggi adalah kunci utama agar pengawasan serta penyaluran program tanggung jawab sosial memiliki landasan akademik yang akurat dan terukur,” ujar Ismail Suardi Wekke di sela-sela kegiatan.

Ismail juga menilai bahwa keberadaan forum warga seperti MP-TJSL membutuhkan dukungan analisis riset mendalam agar rekomendasi kebijakan yang dihasilkan memiliki bobot rasionalitas dan keberlanjutan yang tinggi. Ia menambahkan bahwa perguruan tinggi siap membuka pintunya untuk mendampingi masyarakat dalam memetakan kebutuhan riil di lapangan.

Dalam sesi diskusi, Ismail kembali menekankan pentingnya transparansi dalam pengelolaan dana dan program lingkungan oleh perusahaan yang beroperasi di wilayah Konawe Selatan dan sekitarnya.

“Pengawasan berbasis komunitas harus diperkuat dengan metodologi evaluasi yang objektif. Tanpa adanya keterbukaan, keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat sekitar akan sulit dijamin,” tegasnya.

Lebih jauh, Ismail mengungkapkan bahwa pihak IAI Rawa Aopa siap menerjunkan tim peneliti maupun mahasiswa melalui program pengabdian masyarakat guna mendukung pemetaan potensi dampaknya secara berkala. Langkah ini diharapkan mampu meminimalisasi potensi konflik sosial antara dunia usaha dan warga sekitar.

Guna memperkuat dampak nyata dari kolaborasi ini, Ismail menyampaikan pesan penutup mengenai komitmen institusi dalam jangka panjang.

“Kami di IAI Rawa Aopa siap merancang program kerja sama berkelanjutan dengan MP-TJSL, baik dalam bentuk pendampingan riset lapangan maupun formulasi rekomendasi kebijakan bagi pemerintah daerah,” pungkasnya.

FGD ini diakhiri dengan perumusan poin-poin kesepakatan bersama antara MP-TJSL dan pihak kampus untuk menindaklanjuti rencana aksi riset partisipatif dalam waktu dekat. Synergitas ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pembangunan daerah yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjaga keseimbangan lingkungan dan keadilan sosial.