IMG-20260726-WA0035

Optimalkan Potensi Lokal dan Akademik, IAI Rawa Aopa Jalin Kolaborasi Lintas Negara Bersama Koperasi Teluk Ketapang

Mutu.rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Kunjungan kerja Pengerusi Koperasi Homestay Teluk Ketapang, Malaysia, di Kampus Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan selama tiga hari dua malam, sejak Ahad (19/7/2026) hingga Selasa (21/7/2026), membuahkan hasil nyata. Agenda intensif yang melingkupi tatap muka dengan pemerintah daerah, akademisi, hingga mahasiswa tersebut resmi dimaktubkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Implementation Agreement (IA).

Rangkaian kegiatan diawali dengan agenda lapangan di Kecamatan Buke, kunjungan silaturahmi ke Kepala Desa Pelandia, serta pertemuan strategis bersama Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Konawe Selatan. Tak hanya peninjauan lapangan, penguatan kapasitas akademik juga digelar melalui dua sesi Focus Group Discussion (FGD) masing-masing melibatkan jajaran pimpinan IAI Rawa Aopa dan forum dialog interaktif bersama mahasiswa.

Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan wujud transformasi kampus dalam memperluas jangkauan pengabdian dan jejaring internasional.

“Kunjungan selama tiga hari dua malam ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan awal dari kerja konkret yang langsung menyentuh program pemberdayaan masyarakat dan pengembangan akademik berbasis global,” ujar Ismail Suardi Wekke di sela-sela penutupan kegiatan.

Menurut Ismail, keterlibatan berbagai pihak mulai dari pimpinan desa hingga dinas pendidikan menunjukkan bahwa implementasi kerjasama ini dirancang untuk memberikan dampak sistemik bagi daerah. Ismail menegaskan bahwa kemitraan ini diikhtiarkan agar membawa nilai tambah langsung bagi mahasiswa dan masyarakat Konawe Selatan.

Sebagai bentuk konkret dari penandatanganan dokumen kerjasama, kedua belah pihak sepakat untuk segera mengeksekusi dua agenda besar di Kuala Terengganu, Malaysia, yakni Fun Trip edukatif dan Forum Antarabangsa Belia.

“Kami merancang program Fun Trip dan Forum Antarabangsa Belia dalam Kerangka Student Mobility 2026 di Kuala Terengganu sebagai ruang bagi mahasiswa untuk menimba pengalaman antarbangsa, mengasah kepemimpinan, serta memahami tata kelola pariwisata berbasis komunitas secara langsung,” tutur Ismail.

Selain program di Terengganu, Koperasi Homestay Teluk Ketapang juga dipastikan menjadi mitra strategis dalam penyelenggaraan Celebes International Summit on Education and Culture yang dijadwalkan berlangsung di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.

“Sinergi pada Celebes International Summit on Education and Culture di Bandara Sultan Hasanuddin akan memperkuat posisi kita bersama dalam mengintegrasikan isu pendidikan, budaya, dan ekonomi kreatif di tingkat regional,” tambah Ismail.

Ismail Suardi Wekke juga menjelaskan bahwa integrasi antara agenda akademis dan praktik di lapangan, seperti yang dilakukan selama kunjungan di Kecamatan Buke dan Desa Pelandia, menjadi modal penting dalam penyusunan program Implementation Agreement yang berkelanjutan.

Penutupan rangkaian kunjungan berakhir dengan ditandai dalam penandatanganan nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama operasional yang diharapkan menjadi fondasi kokoh bagi hubungan bilateral antara institusi pendidikan di Sulawesi Tenggara dan penggerak ekonomi komunitas dari Malaysia.

IMG-20260724-WA0012

Dorong Integrasi Riset dan Kebijakan, IAI Rawa Aopa Buka Ruang Kolaborasi Bersama MP-TJSL

Mutu.rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menegaskan komitmennya untuk memperkuat keterlibatan akademisi dalam tata kelola sosial dan lingkungan regional. Komitmen ini ditunjukkan melalui partisipasi aktif kampus dalam Forum Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh Masyarakat Pemantau Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (MP-TJSL), Kamis (23/7/2026).

FGD yang mempertemukan pemangku kepentingan dari unsur masyarakat, praktisi, dan akademisi tersebut berfokus pada evaluasi serta pengawasan pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSL/CSR) agar berjalan efisien, transparan, dan berdampak langsung bagi masyarakat lokal.

Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menyampaikan bahwa keterlibatan perguruan tinggi merupakan langkah strategis untuk memastikan program sosial korporasi memiliki basis data ilmiah yang kuat. Menurutnya, kampus tidak boleh hanya berdiri sebagai penonton di tengah dinamika pembangunan daerah.

“Kolaborasi antara MP-TJSL dan perguruan tinggi adalah kunci utama agar pengawasan serta penyaluran program tanggung jawab sosial memiliki landasan akademik yang akurat dan terukur,” ujar Ismail Suardi Wekke di sela-sela kegiatan.

Ismail juga menilai bahwa keberadaan forum warga seperti MP-TJSL membutuhkan dukungan analisis riset mendalam agar rekomendasi kebijakan yang dihasilkan memiliki bobot rasionalitas dan keberlanjutan yang tinggi. Ia menambahkan bahwa perguruan tinggi siap membuka pintunya untuk mendampingi masyarakat dalam memetakan kebutuhan riil di lapangan.

Dalam sesi diskusi, Ismail kembali menekankan pentingnya transparansi dalam pengelolaan dana dan program lingkungan oleh perusahaan yang beroperasi di wilayah Konawe Selatan dan sekitarnya.

“Pengawasan berbasis komunitas harus diperkuat dengan metodologi evaluasi yang objektif. Tanpa adanya keterbukaan, keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat sekitar akan sulit dijamin,” tegasnya.

Lebih jauh, Ismail mengungkapkan bahwa pihak IAI Rawa Aopa siap menerjunkan tim peneliti maupun mahasiswa melalui program pengabdian masyarakat guna mendukung pemetaan potensi dampaknya secara berkala. Langkah ini diharapkan mampu meminimalisasi potensi konflik sosial antara dunia usaha dan warga sekitar.

Guna memperkuat dampak nyata dari kolaborasi ini, Ismail menyampaikan pesan penutup mengenai komitmen institusi dalam jangka panjang.

“Kami di IAI Rawa Aopa siap merancang program kerja sama berkelanjutan dengan MP-TJSL, baik dalam bentuk pendampingan riset lapangan maupun formulasi rekomendasi kebijakan bagi pemerintah daerah,” pungkasnya.

FGD ini diakhiri dengan perumusan poin-poin kesepakatan bersama antara MP-TJSL dan pihak kampus untuk menindaklanjuti rencana aksi riset partisipatif dalam waktu dekat. Synergitas ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pembangunan daerah yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjaga keseimbangan lingkungan dan keadilan sosial.

Dosen dan Mahasiswa Bersinergi, Bina Akrab Mahasiswa IAI Rawa Aopa Tanamkan Semangat Kebersamaan

Mutu.rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Mahasiswa Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menggelar kegiatan Bina Akrab di kawasan Pantai Nambo, Selasa (21/7/2026). Kegiatan rutin tersebut menjadi wadah mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat solidaritas dan kekompakan antarmahasiswa.

Suasana penuh keakraban mewarnai seluruh rangkaian kegiatan. Selain menjadi ajang rekreasi, Bina Akrab juga dimanfaatkan sebagai sarana membangun kerja sama, meningkatkan komunikasi, serta menumbuhkan rasa saling memiliki di lingkungan akademik.

Dosen Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan yang juga Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Dr. (Cand.) Jaswan, S.Pd.I., M.Pd., hadir bersama sejumlah dosen lainnya untuk memberikan dukungan dan motivasi kepada seluruh peserta.

Kehadiran para dosen menunjukkan komitmen IAI Rawa Aopa Konawe Selatan dalam mendampingi mahasiswa, tidak hanya pada aspek akademik, tetapi juga dalam pembentukan karakter, kepemimpinan, serta penguatan nilai-nilai kebersamaan.

Turut hadir Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Jurusan Hukum Tata Negara (HMJ-HTN) IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Hendarwan Sepryadi, yang mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut.

Menurutnya, Bina Akrab menjadi momentum penting untuk mempererat persaudaraan, meningkatkan semangat berorganisasi, serta menumbuhkan jiwa kepemimpinan dan tanggung jawab di kalangan mahasiswa.

“Kegiatan seperti ini sangat penting untuk memperkuat rasa persaudaraan, meningkatkan semangat berorganisasi, serta menumbuhkan jiwa kepemimpinan dan tanggung jawab di kalangan mahasiswa,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan diisi dengan sesi perkenalan, diskusi kelompok, permainan edukatif, motivasi, hingga dokumentasi bersama. Seluruh peserta mengikuti setiap agenda dengan antusias hingga kegiatan berakhir.

Melalui kegiatan Bina Akrab ini, mahasiswa Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan akan semakin solid, mampu membangun komunikasi yang efektif, serta terus menjaga semangat kebersamaan dalam menjalani proses perkuliahan di IAI Rawa Aopa Konawe Selatan.

IMG-20260719-WA0020

IAI Rawa Aopa dan Koperasi Malaysia Siapkan MoU untuk Perkuat Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat

Mutu.rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan memperluas jaringan kerja sama internasional melalui kemitraan dengan Koperasi Homestay Teluk Ketapang, Kuala Terengganu, Malaysia. Kedua lembaga tengah mematangkan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) sebagai dasar pelaksanaan berbagai program kolaboratif di bidang pendidikan, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan ekonomi berbasis komunitas.

Persiapan kerja sama tersebut dibahas dalam pertemuan antara Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, dan Ketua Koperasi Homestay Teluk Ketapang, Azmi Mohd Aziz, di Andoolo, Konawe Selatan, Minggu (19/7/2026).

Wakil Rektor IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, mengatakan kemitraan ini merupakan bagian dari upaya memperluas jejaring internasional kampus sekaligus memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Menurutnya, kerja sama tersebut tidak hanya berorientasi pada pertukaran pengalaman akademik, tetapi juga diarahkan untuk menghasilkan program-program yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Kerja sama ini akan memperkuat program pengabdian masyarakat, membuka ruang kolaborasi penelitian, serta menghadirkan pengalaman internasional bagi dosen dan mahasiswa. Kami ingin kerja sama ini melahirkan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Ismail.

Ia menambahkan, kedekatan budaya antara Indonesia dan Malaysia menjadi modal penting dalam membangun kemitraan yang berkelanjutan. Kesamaan karakter masyarakat yang dinilai dapat mempermudah implementasi berbagai program lintas negara, terutama yang berkaitan dengan pemberdayaan komunitas dan pengembangan pariwisata berbasis masyarakat.

Selain pengabdian kepada masyarakat, kedua institusi juga menjajaki peluang pelaksanaan penelitian bersama, pertukaran akademisi, serta keterlibatan mahasiswa dalam program pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) di Malaysia.

Sementara itu, Ketua Koperasi Homestay Teluk Ketapang, Azmi Mohd Aziz, menyatakan menyambut baik rencana kerja sama tersebut. Menurutnya, pengalaman Koperasi Homestay Teluk Ketapang dalam mengembangkan ekowisata berbasis komunitas dapat menjadi ruang pembelajaran bersama bagi sivitas akademika IAI Rawa Aopa.

“Kami berharap kerja sama ini menjadi awal hubungan jangka panjang antara kedua institusi. Mahasiswa dan akademisi dari IAI Rawa Aopa nantinya dapat belajar sekaligus berkontribusi dalam pengembangan homestay, pariwisata komunitas, dan pemberdayaan masyarakat di Malaysia,” kata Azmi.

Penandatanganan MoU yang tengah dipersiapkan itu diharapkan menjadi pijakan awal bagi lahirnya berbagai program kolaboratif Indonesia–Malaysia, mulai dari pengabdian masyarakat internasional, penelitian bersama, pengembangan desa wisata, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pertukaran akademik.

Melalui kemitraan tersebut, IAI Rawa Aopa bertujuan memperkuat jejaring global sebagai bagian dari strategi meningkatkan kualitas pendidikan tinggi sekaligus memperluas kontribusi perguruan tinggi dalam pembangunan masyarakat di tingkat regional maupun internasional.

IMG-20260719-WA0012

Koperasi Homestay Malaysia Sambangi Konawe Selatan, Buka Peluang Kerja Sama Internasional dengan IAI Rawa Aopa

Mutu.rawaaopakonsel.ac.id – Kendari – Upaya memperkuat kolaborasi internasional di bidang pemberdayaan masyarakat dan pariwisata berbasis komunitas terus dilakukan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan. Salah satunya melalui kunjungan Delegasi Koperasi Homestay Teluk Ketapang, Kuala Terengganu, Malaysia, yang tiba di Bandara Haluoleo, Kendari, Minggu (19/7/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari penjajakan kerja sama antara kedua lembaga dalam pengembangan program pengabdian masyarakat, pemberdayaan ekonomi warga, serta penguatan konsep pariwisata syariah dan ekowisata.

Pimpinan Koperasi Homestay Teluk Ketapang, Azmi Bin Abd Azis atau Cikgu Azmi, mengatakan kunjungan ke Sulawesi Tenggara merupakan langkah awal untuk membangun kemitraan yang lebih luas antara komunitas di Malaysia dan Indonesia.

“Kami melihat banyak potensi yang dapat dikembangkan bersama, terutama dalam bidang pemberdayaan masyarakat dan pengelolaan pariwisata berbasis komunitas. Oleh karena itu, kami sangat antusias untuk berdiskusi dan bertukar pengalaman dengan pihak IAI Rawa Aopa,” ujarnya setibanya di Kendari.

Setelah tiba di Sulawesi Tenggara, rombongan dijadwalkan melanjutkan perjalanan menuju Konawe Selatan untuk mengikuti serangkaian agenda akademik dan kunjungan lapangan. Selain berdialog dengan pimpinan kampus, delegasi juga akan diperkenalkan dengan sejumlah program pengabdian masyarakat yang selama ini menjadi fokus IAI Rawa Aopa.

Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menilai kunjungan tersebut sebagai peluang strategis untuk memperluas jejaring internasional kampus sekaligus memperkaya perspektif mahasiswa dan dosen dalam pengembangan masyarakat.

“Kerja sama seperti ini tidak hanya penting bagi institusi, tetapi juga bagi masyarakat yang menjadi sasaran program pemberdayaan. Kami berharap ada transfer pengalaman dan praktik baik yang dapat disesuaikan sesuai kebutuhan lokal,” katanya.

Menurut Ismail, salah satu agenda yang akan dibahas adalah kemungkinan pengembangan program bersama dalam bidang pariwisata berbasis komunitas yang mengedepankan aspek kemiskinan, kearifan lokal, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Kunjungan delegasi Malaysia ini juga mendapat sambutan positif dari kalangan pelajar. Mereka menilai kehadiran praktisi internasional dapat membuka ruang pembelajaran baru sekaligus memperluas peluang kolaborasi lintas negara.

Melalui pertemuan tersebut, kedua pihak diharapkan dapat merumuskan langkah-langkah konkret yang tidak hanya menghentikan pertukaran gagasan, tetapi juga melahirkan program kolaboratif yang berdampak langsung bagi masyarakat serta memperkuat hubungan akademik antara Indonesia dan Malaysia.

IMG-20260716-WA0007

Ismail Suardi Wekke: Buku Seri Pemikiran Nasaruddin Umar Jadi Rujukan Transformasi Pendidikan Islam

Mutu.rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Tiga buku Seri Pemikiran Prof. KH Nasaruddin Umar, MA resmi diluncurkan di Auditorium Harun Nasution, Kampus I Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Kamis (16/7/2026). Peluncuran tersebut menjadi bagian dari upaya mendokumentasikan sekaligus memperluas penyebaran gagasan intelektual Menteri Agama Republik Indonesia kepada kalangan akademisi dan masyarakat.

Kegiatan yang digelar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta bekerja sama dengan Kementerian Agama RI, Kantor Nasaruddin Umar (NUO), UIN Sumatera Utara Medan, Universitas PTIQ Jakarta, dan Prodeleader Global Media itu melibatkan sejumlah tokoh nasional, akademisi, serta pimpinan perguruan tinggi keagamaan dari berbagai daerah.

Tiga buku yang diluncurkan masing-masing berjudul “Pikiran yang Memurnikan: Jejak Mahakarya Prof. Nasaruddin Umar” karya Rahmat Taufik Sipahutar, Simpul Pemikiran Prof. Nasaruddin Umar, dan Artikel & Opini Pilihan Prof. Nasaruddin Umar. Ketiganya mengulas perkembangan pemikiran Nasaruddin Umar, mulai dari isu epistemologi, tafsir, moderasi beragama, hingga tantangan pendidikan Islam di era digital.

Acara peluncuran menghadirkan Menteri Agama RI Prof. KH Nasaruddin Umar, MA dan Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan RI Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, SH, M.Si. sebagai pembicara utama. Sementara itu, Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof. Asep Saepudin Jahar membuka kegiatan yang kemudian dilanjutkan dengan sesi buku bedah bersama sejumlah sejarawan.

Di sela-sela kegiatan, Pimpinan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menilai kehadiran buku seri pemikiran tersebut menjadi referensi penting bagi pengembangan pendidikan Islam di Indonesia, khususnya bagi perguruan tinggi keagamaan.

“Menurut saya, buku ini bukan hanya mendokumentasikan perjalanan intelektual Prof. Nasaruddin Umar, tetapi juga menawarkan arah baru bagi pengembangan pendidikan Islam yang mampu menjawab tantangan zaman,” kata Ismail.

Ia mengatakan berbagai gagasan tertua dalam buku tersebut dapat menjadi rujukan dalam memperkuat tata kelola perguruan tinggi, pengembangan kurikulum, hingga transformasi digital di lingkungan kampus.

“Buku ini bukan sekedar narasi teks biasa, melainkan kompas pemikiran yang dapat menjadi acuan dalam membangun institusi pendidikan Islam yang lebih modern, adaptif, dan tetap diterapkan pada nilai-nilai keislaman,” ujarnya.

Menurut Ismail, perguruan tinggi keagamaan mempunyai tanggung jawab untuk menerjemahkan gagasan-gagasan tersebut ke dalam praktik pendidikan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Oleh karena itu, IAI Rawa Aopa, kata dia, akan menjadikan berbagai pemikiran tertua dalam buku tersebut sebagai salah satu referensi dalam pengembangan kurikulum, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Kami ingin nilai-nilai yang dibangun Prof. Nasaruddin Umar tidak berhenti sebagai wacana akademik, tetapi benar-benar diimplementasikan dalam proses pembelajaran sehingga mampu melahirkan lulusan yang unggul secara intelektual sekaligus memiliki karakter moderat,” tuturnya.

Peluncuran buku ini juga dirangkaikan dengan penyerahan simbolis kepada sejumlah tokoh nasional sebagai bagian dari upaya memperluas penyebaran gagasan Prof. Nasaruddin Umar kepada kalangan akademisi, pemerintah, dan masyarakat luas.

IMG-20260714-WA0008

Kunjungan PM India Jadi Momentum Perguruan Tinggi RI Perkuat Kolaborasi Akademik

Mutu.rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Kunjungan resmi Perdana Menteri India ke Indonesia dinilai menjadi momentum krusial bagi sektor pendidikan tinggi di tanah air. Kalangan akademisi berharap momentum diplomasi ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mempertahankan sekaligus memperluas jaringan kerja sama akademik antara kedua negara yang telah terjalin erat selama ini.

Apresiasi dan sambutan hangat datang dari berbagai tokoh pendidikan, salah satunya Wakil Rektor Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke. Ia menilai kehadiran pemimpin pemerintahan India tersebut membawa angin segar bagi masa depan kolaborasi riset dan kebudayaan.

“Kami menyampaikan selamat datang yang sehangat-hangatnya kepada Perdana Menteri India di Indonesia. Kehadiran beliau adalah simbol kedekatan historis dan intelektual yang harus kita rawat bersama,” ujar Ismail Suardi Wekke saat dihubungi pada Selasa (14/7/2026).

Ismail menambahkan bahwa institusinya berkomitmen penuh untuk menjaga hubungan baik yang sudah terbangun. Dirinya menegaskan kesediaan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan untuk mempertahankan serta meningkatkan volume kerja sama, baik dalam bentuk pertukaran mahasiswa maupun kolaborasi riset keagamaan dan sains.

Menurut Ismail, perguruan tinggi di Indonesia harus bergerak aktif menjemput peluang ini. Sinergi dengan India dinilai sangat strategis mengingat negara tersebut memiliki perkembangan teknologi dan akademik yang sangat pesat.

“India adalah mitra strategis dalam dunia pendidikan global. Oleh karena itu, momentum kunjungan ini harus dimanfaatkan oleh perguruan tinggi di Indonesia untuk mereaktualisasi berbagai nota kesepahaman yang sempat tertunda,” tegasnya.

Senada dengan hal tersebut, pengamat hubungan internasional dari Universitas Indonesia menyatakan bahwa hubungan bilateral di bidang pendidikan tinggi sering kali menjadi fondasi kuat bagi kerja sama ekonomi dan politik jangka panjang. Pihaknya menilai, beasiswa dari pemerintah India, seperti skema Indian Council for Cultural Relations (ICCR), terbukti telah mencetak banyak akademisi andal di Indonesia.

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi juga dilaporkan tengah mempersiapkan beberapa kesepakatan baru. Kerja sama tersebut diproyeksikan berfokus pada pengembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence) dan digitalisasi kurikulum.

Menutup keterangannya, Ismail Suardi Wekke kembali menekankan pentingnya implementasi nyata pascakunjungan kenegaraan ini agar tidak berhenti di atas kertas saja. “Kami berharap kerja sama ke depan tidak sekadar seremonial. Harus ada implementasi nyata berupa joint research dan pengabdian masyarakat internasional yang berdampak langsung bagi kedua negara,” pungkas Ismail.

IMG-20260714-WA0002

Binus Business School Gelar Workshop Bersama IAI Rawa Aopa, Implementasikan Kerja Sama Akademik

Mutu.rawaaopakonsel.ac.id, Tangerang – Binus Business School menggelar workshop pra-konferensi sebagai bagian dari rangkaian menuju International Conference on Organizational Sustainability, Business, and Economics (ICOSBE) 2026 di Kampus Binus University Alam Sutera, Tangerang, yang akan di gelar pada Selasa 14 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi implementasi awal dari Letter of Intent (LoI) yang telah bergabung Binus University dan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan.

Workshop menghadirkan sejarawan Ismail Suardi Wekke sebagai narasumber. Selain menjabat Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail juga merupakan Editor IGI Global Publisher serta Distinguished Professor di North Bangkok University, Thailand.

Dalam paparannya, Ismail mengatakan lokakarya tersebut merupakan tindak lanjut dari komitmen kerja sama yang telah disepakati kedua institusi.

“Workshop hari ini merupakan implementasi nyata dari Letter of Intent (LoI) yang sudah ditandatangani antara Binus University dan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan beberapa waktu lalu,” kata Ismail, Senin (13/7/2026).

Menurut dia, kerja sama antarlembaga pendidikan tinggi perlu dijaga agar tidak berhenti menandatangani dokumen, tetapi terus melanjutkan bentuk kegiatan akademik yang menghasilkan kolaborasi penelitian dan publikasi ilmiah.

Ismail juga menilai forum akademik internasional perlunya semakin inklusif sehingga memberikan kesempatan yang sama bagi peneliti dari berbagai daerah untuk berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan.

“Kita memerlukan ruang-ruang akademik yang inklusif, di mana kolaborasi riset tidak lagi memandang geografi institusi, melainkan fokus pada kualitas kontribusi ilmiah yang dihasilkan,” ujarnya.

Lokakarya pra-konferensi ini dirancang untuk membekali dosen, peneliti, dan akademisi dengan penguatan metodologi penelitian serta publikasi strategi pada jurnal internasional bereputasi. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari persiapan menuju penyelenggaraan ICOSBE 2026.

Ismail berharap forum ini dapat menjadi titik awal lahirnya penelitian kolaboratif yang melibatkan berbagai perguruan tinggi, sekaligus meningkatkan kualitas publikasi ilmiah Indonesia di tingkat internasional.

“Saya berharap sinergi ini terus bergulir. Setelah workshop ini, target kita adalah melahirkan publikasi-publikasi berkualitas yang mampu menjawab tantangan bisnis dan sosial di tingkat global,” ujarnya.

Melalui lokakarya tersebut, Binus Business School dan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan menegaskan komitmen untuk memperkuat jejaring akademik, mendorong kolaborasi penelitian lintas institusi, serta meningkatkan kontribusi pendidikan tinggi Indonesia dalam forum ilmiah internasional.

IMG-20260711-WA0006

Muktamar Al Washliyah Resmi, Pimpinan IAI Rawa Aopa Harapkan Sinergi Baru

Mutu.rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta Timur – Perhelatan akbar Muktamar Al Jam’iyatul Washliyah secara resmi ditutup pada Kamis malam (9/7/2026). Acara yang berlangsung khidmat di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur tersebut berhasil melahirkan kepemimpinan baru yang siap membawa organisasi keagamaan ini menghadapi tantangan zaman.

Pasca-terpilihnya Ketua Umum yang baru, berbagai ucapan selamat dan harapan mulai mengalir dari berbagai tokoh akademisi dan praktisi pendidikan. Salah satunya datang dari Wakil Rektor Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, yang hadir langsung di lokasi acara.
Ismail Suardi Wekke menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kelancaran seluruh rangkaian muktamar.

Ismail menilai momentum ini sebagai tonggak awal bagi Al Washliyah untuk terus memperkuat kontribusinya di bidang pendidikan dan dakwah Islam di Indonesia. “Kami bersama-sama dengan civitas akademika IAI Rawa Aopa mengucapkan selamat bekerja kepada Ketua Umum terpilih. Semoga amanah besar ini dapat dijalankan dengan penuh integritas demi kemajuan umat,” ujar Ismail di Asrama Haji Pondok Gede, Kamis malam (9/7/2026).

Lebih lanjut, Wakil Rektor IAI Rawa Aopa tersebut juga menyatakan kesiapan lembaga pendidikannya untuk bersinergi. Menurutnya, kolaborasi antara institusi pendidikan tinggi dan organisasi kemasyarakatan Islam seperti Al Washliyah sangat krusial dalam mencetak generasi muda yang unggul secara intelektual dan spiritual.

Sinergi ini dinilai penting agar program-program strategis kemasyarakatan yang dirumuskan dalam muktamar dapat diimplementasikan secara konkret di tingkat daerah, termasuk di Sulawesi Tenggara. Ismail menekankan bahwa tantangan keumatan ke depan akan semakin kompleks, terutama dalam menjaga moderasi beragama dan meningkatkan kualitas pendidikan.

“Dunia pendidikan dan organisasi Islam harus berjalan beriringan. Kami optimis di bawah nakhoda baru, Al Washliyah akan semakin progresif dalam menjawab tantangan zaman modern ini,” pungkasnya di akhir wawancara.

Penutupan muktamar ini menandai dimulainya babak baru bagi kepengurusan Al Washliyah. Acara yang berakhir menjelang tengah malam tersebut ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan kesuksesan pengurus yang baru terpilih.

IMG-20260710-WA0024

IAI Rawa Aopa Dorong Implementasi Program Double Degree dalam Forum Pendidikan Internasional

Mutu.rawaaopakonsel.ac.id, Bandung – Penguatan kerja sama pendidikan tinggi antara Indonesia dan Malaysia menjadi fokus pembahasan dalam International Education Forum yang merupakan bagian dari rangkaian Selangor Business Summit. Forum yang berlangsung di Hotel Pullman Bandung, Kamis (9/7/2026), mempertemukan pimpinan perguruan tinggi, akademisi, dan pemangku kepentingan dari kedua negara untuk membahas strategi peningkatan kolaborasi akademik.

Salah satu agenda utama forum tersebut adalah pembahasan tindak lanjut implementasi program gelar ganda (double degree) sebagai upaya meningkatkan kualitas lulusan sekaligus memperkuat daya saing perguruan tinggi di tingkat internasional.

Wakil Rektor Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, yang hadir dalam forum tersebut menilai kerja sama pendidikan tidak boleh berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi harus diwujudkan dalam program yang memberikan manfaat nyata bagi siswa.

“Program double degree ini adalah langkah konkret untuk menyatukan potensi akademik dua negara serumpun. Kita tidak hanya belajar mahasiswa, tetapi juga menyelaraskan standar kompetensi global,” ujar Ismail di sela kegiatan.

Menurut Ismail, implementasi program tersebut perlu segera direalisasikan melalui penyelarasan kurikulum dan sistem akademik antarkampus di Indonesia dan Malaysia. Ia mengatakan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan berkomitmen menjadi bagian dari jejaring pendidikan internasional guna memperluas kesempatan belajar bagi siswa, khususnya di kawasan timur Indonesia.

Forum tersebut juga menghadirkan Rektor Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) sebagai panel pembicara. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya membangun jaringan pendidikan lintas negara untuk menjawab tantangan global yang semakin kompleks.

“Transformasi pendidikan tinggi di era sekarang menuntut kita untuk keluar dari zona nyaman dan membangun jejaring lintas negara yang kokoh,” katanya.

Ia menambahkan bahwa IPDN terbuka terhadap berbagai bentuk strategi kolaborasi yang dapat memperkaya perspektif praja, terutama dalam memahami tata kelola pemerintahan di tingkat regional ASEAN.

Pertemuan yang menjadi bagian dari Selangor Business Summit tersebut menghasilkan sejumlah poin penting, di antaranya pembentukan tim kerja bersama untuk menyusun mekanisme teknis pelaksanaan program double title antara perguruan tinggi Indonesia dan Malaysia.

Menutup keterangannya, Ismail Suardi Wekke mengakui bahwa tantangan terbesar berada pada tahap implementasi, terutama terkait harmonisasi regulasi dan pengakuan kredit akademik antarperguruan tinggi.

“Tantangan kita ke depan adalah birokrasi dan penyelarasan kredit akademik. Namun, dengan semangat persaudaraan yang kuat di forum ini, saya optimistis dokumen kerja sama ini akan segera mewujud jadi aksi nyata di ruang-ruang kelas,” tutupnya.