IMG-20260725-WA0008

Sinergi Kampus dan Pemberdayaan Masyarakat: IAI Rawa Aopa dan Koperasi Homestay Teluk Ketapang

Mutu.rawaaopakonsel.ac.id, Andolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan terus memperkuat jejaring dan reputasi internasionalnya. Langkah nyata ini diwujudkan melalui penjajakan dan penandatanganan kerja sama strategis dengan Koperasi Homestay Teluk Ketapang Malaysia, yang berfokus pada pengembangan ekonomi berbasis komunitas, riset ekowisata, dan program pengabdian masyarakat lintas negara, ini sebagai diskusi akhir dalam kunjungan ke Konawe Selatan, Selasa (21/7/2026).

Pertemuan strategis ini mempertemukan kedua belah pihak guna bertukar pandangan mengenai peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan di masa depan. Beberapa agenda strategis yang menjadi fokus pembahasan meliputi program magang internasional (internship), penelitian bersama (joint research) terkait tata kelola pariwisata berbasis masyarakat, hingga program pengabdian masyarakat internasional (international community service).

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., menegaskan pentingnya kolaborasi ini dalam mendukung penguatan kapasitas institusi dan implementasi Catur Dharma Perguruan Tinggi.

“Kemitraan dengan Koperasi Homestay Teluk Ketapang ini merupakan bentuk komitmen IAI Rawa Aopa untuk menghadirkan pengalaman belajar berskala global bagi para mahasiswa dan dosen. Kami tidak hanya fokus pada penguatan akademik di dalam kampus, tetapi juga membuka ruang kolaborasi praktis yang memberi dampak nyata pada pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal dan pengembangan pariwisata berkelanjutan,” ujar Ismail Suardi Wekke.

Sebagai tindak lanjut dari komitmen kolaborasi tersebut, pihak Koperasi Homestay Teluk Ketapang melangsungkan kunjungan balasan selama 3 hari 2 malam di Andoolo, Kabupaten Konawe Selatan. Dalam kunjungan lapangan ini, rombongan bertandang langsung ke Kampus 2 dan Kampus 3 IAI Rawa Aopa Konawe Selatan untuk meninjau fasilitas pendidikan serta berdiskusi langsung dengan dosen dan mahasiswa terkait pengembangan potensi lokal berbasis kemitraan lintas negara.

Selain menyambangi fasilitas kampus, delegasi Malaysia tersebut memperluas jejaring kerja sama ke tingkat tapak dengan menemui Kepala Desa Pellandia, Kecamatan Buke. Pertemuan ini difokuskan pada pertukaran gagasan serta perencanaan program pendampingan desa wisata berbasis komunitas, meniru model keberhasilan tata kelola homestay yang telah diterapkan Koperasi Homestay Teluk Ketapang di Malaysia.

Rangkaian kunjungan ditutup dengan pertemuan resmi bersama Sekretaris Kecamatan Buke, Kabupaten Konawe Selatan, guna memperkuat dukungan pemerintah daerah terhadap program sinergi antara perguruan tinggi, masyarakat desa, dan mitra internasional. Kerja sama multipihak ini diharapkan menjadi pijakan awal dalam mendorong percepatan pembangunan ekonomi lokal dan pemberdayaan masyarakat di wilayah Konawe Selatan.

IMG-20260720-WA0102

IAI Rawa Aopa Gandeng Koperasi Malaysia, Desa Pelandia Jadi Laboratorium Pengabdian

Mutu.rawaaopakonsel.ac.id, Pelandia – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menjalin kemitraan dengan Koperasi Homestay Teluk Ketapang, Malaysia, untuk memperkuat program transformasi desa berbasis pemberdayaan masyarakat di Desa Pelandia, Kecamatan Buke, Kabupaten Konawe Selatan, Senin (20/7/2026).

Kolaborasi tersebut ditandai dengan pertemuan antara Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, dan Pengerusi Koperasi Homestay Teluk Ketapang, Md Azmi A. Azis. Pertemuan itu turut dihadiri Kepala Desa Pelandia dan Sekretaris Kecamatan Buke.

Kemitraan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dengan melibatkan pemerintah desa serta mitra internasional.

Dalam kesempatan itu, Ismail Suardi Wekke menegaskan bahwa transformasi desa harus diwujudkan melalui langkah nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Transformasi desa tidak boleh sekadar menjadi komoditas wacana di ruang-ruang seminar kampus. Perguruan tinggi keagamaan Islam harus hadir sebagai intermedian sekaligus penggerak perubahan yang melekat langsung di tengah-tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia mengatakan, Desa Pelandia dipilih sebagai titik awal pengembangan model kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan mitra internasional.

“Dari Desa Pelandia, kami berkomitmen meletakkan batu pertama bagi sebuah ekosistem baru. Kehadiran Md Azmi A. Azis dari Koperasi Teluk Ketapang Malaysia diikhtiarkan membawa perspektif global dan pengalaman praktis sektor hospitality yang akan disenyawakan dengan kearifan lokal Kecamatan Buke. Hal ini menjadi model hilirisasi pengetahuan yang langsung menyentuh akar rumput demi menjawab kebutuhan masyarakat desa,” kata Ismail.

Dalam kerja sama tersebut, Koperasi Homestay Teluk Ketapang akan berbagi pengalaman dalam pengembangan pariwisata berbasis masyarakat (community-based tourism), termasuk pengelolaan homestay, ekonomi kreatif, dan penguatan kelembagaan desa.

Md Azmi A. Azis menekankan bahwa pembangunan desa akan lebih berkelanjutan apabila masyarakat menjadi pelaku utama dalam proses pengembangannya.

“Warga desa harus menjadi pemilik saham utama dalam pembangunan daerahnya sendiri,” ujarnya.

Program yang dirancang dalam kemitraan ini meliputi pelatihan manajemen akomodasi lokal, digitalisasi pemasaran potensi desa, serta pendampingan bagi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan koperasi lokal. Seluruh program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi desa.

Pemerintah Kecamatan Buke dan Pemerintah Desa Pelandia menyambut baik kerja sama tersebut. Sekretaris Kecamatan Buke bersama Kepala Desa Pelandia menyatakan kesiapan menjadikan wilayahnya sebagai lokasi pengembangan program pengabdian masyarakat, riset terapan, dan pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal.

Kolaborasi antara IAI Rawa Aopa, Pemerintah Desa Pelandia, dan Koperasi Homestay Teluk Ketapang diharapkan menjadi model kemitraan lintas negara yang mampu memperkuat pembangunan desa melalui peningkatan kapasitas masyarakat, pengembangan ekonomi lokal, dan penguatan kelembagaan desa.

IMG-20260715-WA0010

Koperasi Malaysia Dijadwalkan Kunjungi IAI Rawa Aopa, Bahas Penguatan Ekonomi Berbasis Syariah

Mutu.rawaaopakonsel.ac.id, Tangerang – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, tengah mempersiapkan kerja sama dengan delegasi Koperasi Malaysia melalui agenda kunjungan yang dirancang sebagai bagian dari penguatan ekonomi kerakyatan berbasis syariah. Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi ruang pertukaran pengalaman pengelolaan koperasi sekaligus pengembangan kapasitas sumber daya manusia di tingkat lokal.

Rencana itu disampaikan Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, di Kampus Binus University, Alam Sutera, Tangerang, Selasa (14/7/2026), usai menjadi narasumber dalam kegiatan Pre-Conference International Conference on Sustainability Business, Economy, and Accounting (ICOSBE) 2026.

Menurut Ismail, kunjungan delegasi Koperasi Malaysia tidak hanya dimaksudkan sebagai agenda seremonial, tetapi menjadi langkah awal membangun kerja sama yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat.

“Kunjungan mitra dari Koperasi Malaysia ke kampus kami di Konawe Selatan bukan sekadar seremoni biasa, melainkan momentum penting untuk menyinergikan potensi pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis syariah,” kata Ismail.

Ia menjelaskan, IAI Rawa Aopa dipilih karena memiliki fokus pengembangan masyarakat pesisir dan pedesaan. Kampus tersebut, kata dia, sedang menyiapkan laboratorium koperasi mahasiswa yang akan menjadi wadah pembelajaran sekaligus pengembangan model pengelolaan koperasi modern dengan mengadopsi sejumlah praktik yang telah diterapkan di Malaysia.

Bagi IAI Rawa Aopa, kerja sama lintas negara tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, baik di kalangan mahasiswa maupun pelaku usaha lokal.

“Kami ingin mahasiswa dan pelaku usaha lokal di Sulawesi Tenggara bisa belajar langsung bagaimana Koperasi Malaysia mampu menembus pasar global dan mengelola aset hingga miliaran ringgit,” ujarnya.

Ismail mengatakan, hasil dari kerja sama itu nantinya tidak berhenti pada pertukaran pengetahuan. Kampus telah menyiapkan program Pengabdian kepada Masyarakat Tematik Internasional yang akan melibatkan mahasiswa dalam pendampingan koperasi desa bersama akademisi dan praktisi dari Malaysia.

Program tersebut, menurut dia, diharapkan menjadi model kolaborasi antara perguruan tinggi dan mitra internasional dalam memperkuat tata kelola koperasi di daerah.

“Kami menargetkan setelah kunjungan ini terlaksana akan lahir sebuah proyek percontohan koperasi modern berbasis digital di Konawe Selatan yang dibina bersama oleh IAI Rawa Aopa dan Koperasi Malaysia,” kata Ismail.

Melalui kolaborasi tersebut, IAI Rawa Aopa berharap pengalaman pengelolaan koperasi di Malaysia dapat diadaptasi sesuai kebutuhan lokal, sehingga mampu memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan dan kawasan pesisir Sulawesi Tenggara.