IMG-20260705-WA0006

Pimpinan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Hadiri Sidang Promosi Doktor Yusril Ihza Mahendra di Universitas Indonesia

Mutu.rawaaopakonsel.ac.id, Depok – Pimpinan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menghadiri sidang terbuka promosi doktor pakar hukum tata negara, Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Sc. Sidang yang berlangsung khidmat tersebut digelar di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB), Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat, Kamis (2/7/2026).

Dalam sidang terbuka tersebut, Yusril Ihza Mahendrayang kini menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Penafsiran Kembali Pemikiran Mohammad Natsir tentang Relasi Islam dengan Negara: Sebuah Telaah Filsafat dengan Pendekatan Hermeneutika Fenomenologis-Eksistensial”.

Melalui karya ilmiah tersebut, ia mengkaji secara mendalam gagasan Mohammad Natsir mengenai konsep teistik demokrasi sebagai jalan tengah antara Islam dan sekulerisme.

Di bawah bimbingan Promotor Prof. Manneke Budiman, Ph.D., dan Co-Promotor Dr. Bondan Kanumoyoso, M.Hum., Yusril dinyatakan lulus oleh tim penguji dan resmi menyandang gelar Doktor di bidang Ilmu Filsafat dengan predikat Sangat Memuaskan.

Kehadiran pimpinan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan dalam forum akademik ini menegaskan komitmen institusi dalam mendukung pengembangan iklim akademik sekaligus memperkuat jaringan kelembagaan di tingkat nasional. Sidang promosi doktor ini turut dihadiri oleh deretan tokoh penting nasional, pejabat negara, serta tokoh lintas sektor. Di kursi undangan VIP tampak hadir sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, pimpinan lembaga tinggi negara, politisi senior, hingga para pakar hukum kenamaan tanah air.

 

Kehadiran para tokoh ini merefleksikan besarnya atensi publik dan dunia akademik terhadap pemikiran filsafat politik yang diangkat dalam sidang tersebut. Tak hanya dari kalangan pemerintahan, atmosfer akademis di aula FIB UI juga diperkuat oleh kehadiran sejumlah kolega dan juga Keluarga Muhammad Natsir.

Selain pimpinan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, terlihat pula perwakilan akademisi dari universitas-universitas di Jakarta dan sekitarnya yang hadir untuk memberikan apresiasi sekaligus menyimak langsung perdebatan ilmiah dalam ruang sidang.

Suasana haru dan syukur menyelimuti ruangan saat keluarga besar Yusril Ihza Mahendra, termasuk kerabat dekat dan kolega setianya di jajaran Partai Bulan Bintang (PBB), turut menyaksikan momen bersejarah tersebut.

Pimpinan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan menyampaikan apresiasi yang mendalam atas pencapaian akademik tertinggi yang diraih oleh tokoh hukum nasional tersebut. Pemikiran dan rekam jejak Yusril dinilai dapat menjadi inspirasi besar bagi civitas akademika di Sulawesi Tenggara.

“Kehadiran kami di sini adalah bentuk penghormatan terhadap tradisi intelektual. Sosok pemikiran hukum dan filsafat politik di Indonesia sangat melekat pada beliau. Capaian ini diharapkan mampu memotivasi dunia pendidikan di daerah, termasuk di IAI Rawa Aopa, untuk terus melahirkan pemikir-pemikir besar,” ujar Ismail Suardi Wekke.

Sebagaimana kita ketahui, Yusril Ihza Mahendra merupakan salah satu pemikir hukum tata negara berpengaruh di Indonesia pasca-Reformasi yang memiliki rekam jejak panjang di pemerintahan. Selain aktif di dunia politik dan pernah menduduki berbagai kursi menteri di beberapa era presiden, ia juga dikenal konsisten merawat karier akademiknya sebagai Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Indonesia, hingga kini berhasil melengkapi kepakarannya dengan meraih gelar doktor di bidang Ilmu Filsafat.

Selain menghadiri prosesi promosi doktor, momentum ini juga dimanfaatkan oleh pihak IAI Rawa Aopa Konawe Selatan untuk menyapa dan berdiskusi singkat dengan berbagai tokoh pendidikan dan keagamaan yang hadir. Langkah ini diharapkan dapat membuka jalan bagi kolaborasi tridarma perguruan tinggi yang lebih luas, termasuk peluang kuliah umum maupun pengembangan riset hukum dan humaniora di masa depan.

IMG-20260704-WA0046

Kolaborasi BINUS University dan Kemenpar Fokus pada SDM, AI, dan Pariwisata Berkelanjutan

Mutu.rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Penguatan sumber daya manusia (SDM), pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), serta pengembangan pariwisata berkelanjutan menjadi fokus utama dalam audiensi antara BINUS University dan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Kamis (2/7/2026).

Audiensi yang difasilitasi Asisten Deputi Peningkatan Kapasitas SDM Aparatur dan Pendidikan Vokasi itu berlangsung di Ruang Rapat Lantai 11 Gedung Sapta Pesona. Pertemuan dihadiri Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata, Prof. Dr. John Connell dari Sydney University, Australia, perwakilan BINUS University, serta jejaring lebih dari 27 perguruan tinggi dari berbagai daerah di Indonesia.

Forum tersebut membahas strategi memperkuat promosi pariwisata Indonesia di tengah keterbatasan anggaran pemasaran pada tahun ini. Salah satu solusi yang mengemuka adalah optimalisasi teknologi digital berbasis perangkat seluler untuk menjangkau wisatawan secara lebih efektif dan efisien.

Dalam kesempatan itu juga diperkenalkan MaiA, asisten virtual berbasis kecerdasan buatan yang dirancang untuk membantu wisatawan merencanakan perjalanan ke Indonesia secara lebih personal. Teknologi tersebut mampu memberikan rekomendasi berdasarkan durasi kunjungan, destinasi yang diminati, hingga aktivitas wisata yang sesuai dengan preferensi pengguna.

Selain transformasi digital, peserta audiensi juga membahas pentingnya pengembangan pariwisata berkelanjutan melalui penguatan desa wisata berbasis komunitas. Evaluasi penyelenggaraan berbagai event pariwisata turut menjadi perhatian agar mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi sektor perhotelan, restoran, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Forum juga mengidentifikasi masih adanya kesenjangan antara kebutuhan industri pariwisata yang berkembang pesat dengan kesiapan sumber daya manusia. Karena itu, penyesuaian kurikulum pendidikan tinggi dan vokasi dinilai menjadi langkah strategis untuk menghasilkan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Wakil Rektor I Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menilai pertemuan tersebut menunjukkan arah baru pembangunan pariwisata nasional yang semakin menempatkan inovasi dan kolaborasi sebagai fondasi utama.

“Pariwisata Indonesia tidak lagi cukup mengandalkan keindahan alam semata. Diperlukan transformasi SDM yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, termasuk pemanfaatan artificial intelligence, agar mampu menjawab tantangan industri yang terus berubah,” ujar Ismail Suardi Wekke.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri merupakan faktor penting dalam membangun ekosistem pariwisata yang berkelanjutan sekaligus berdaya saing di tingkat global.

“Kampus memiliki peran strategis sebagai pusat pengembangan pengetahuan, riset, dan inovasi. Karena itu, sinergi dengan pemerintah dan pelaku industri harus diterjemahkan dalam program-program konkret yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat,” katanya.

Dalam audiensi tersebut, para peserta menyepakati tiga langkah tindak lanjut. Pertama, menjadikan transformasi SDM, penyelenggaraan event, safety tourism, dan teknologi AI sebagai pilar utama dalam menjawab tantangan industri menuju Indonesia Emas 2045.

Kedua, mendorong pendekatan yang lebih terukur, tepat sasaran, dan berbasis kebutuhan lapangan. Ketiga, mengimplementasikan kolaborasi melalui program percontohan (pilot project) yang dikoordinasikan melalui satu pintu agar pelaksanaannya lebih efektif dan terarah.

Menutup pandangannya, Ismail Suardi Wekke menegaskan bahwa implementasi nyata dari hasil audiensi menjadi kunci keberhasilan transformasi sektor pariwisata nasional.

“Bagian yang paling penting bukan hanya menghasilkan gagasan, tetapi memastikan setiap kesepakatan diwujudkan dalam aksi nyata. Kolaborasi yang berkelanjutan akan menjadi modal utama untuk membangun pariwisata Indonesia yang inovatif, inklusif, dan berdaya saing global,” tutup Ismail Suardi Wekke.

IMG-20260623-WA0010

Perkuat Riset Sosio-Keagamaan, NUNI BINUS University dan IAI Rawa Aopa Gelar Pertemuan Awal dengan Profesor Sydney University

Mutu.rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Jaringan Perguruan Tinggi Nusantara (NUNI) BINUS University, melalui Fakultas Komunikasi Digital, Hotel, dan Pariwisata (FDCHT) BINUS University, mengadakan pertemuan bold, Selasa (23/6/2026) bersama pakar ternama dari Sydney University, Australia, Prof.

Pertemuan ini diadakan sebagai langkah awal guna menyambut kedatangan Prof. John Connell ke Indonesia, sekaligus pematangkan agenda kolaborasi akademik global dan inisiasi pembentukan Research Group on Social Religious Studies NUNI. Dalam agenda internasional ini, Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan turut mengambil peran strategis sebagai co-host kegiatan.

Bergabungnya kampus dari Sulawesi Tenggara ini menegaskan komitmen pemerataan kualitas penelitian di tingkat nasional yang terkoneksi secara global. Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., mengungkapkan bahwa kolaborasi ini merupakan peluang untuk mengkombinasikan perspektif lokal dan global dalam menggambarkan fenomena sosial-keagamaan.

“Kehadiran Prof. John Connell dapat kita optimalkan untuk membaca dinamika sosial keagamaan kontemporer melalui metodologi yang diakui secara internasional,” ujar Ismail saat memberikan pendapat dalam pertemuan virtual tersebut.

Lebih lanjut, Ismail menyampaikan mengenai signifikansi pembentukan kelompok penelitian di bawah naungan NUNI. Menurutnya, wadah ini tidak sekadar menjadi tempat berkumpulnya para peneliti, melainkan harus bertransformasi menjadi laboratorium pemikiran yang mampu menghasilkan rekomendasi kebijakan berbasis data empiris bagi masyarakat luas.

Komitmen penuh juga ditegaskan oleh Ismail terkait peran IAI Rawa Aopa. Kampus di wilayah timur, menurutnya, memiliki kesempatan untuk ikut serta dalam kancah akademik internasional. Sekaligus sebuah kesempatan dalam mempertahankan ikhtiar dalam interaksi menuju global.

“Kami di IAI Rawa Aopa berkomitmen penuh mengambil peran sebagai co-host untuk membuktikan bahwa institusi di daerah mampu menjadi motor penggerak riset global yang inklusif,” tegas Ismail.

Di sisi lain, Ismail ikut menyoroti bagaimana ekosistem digital di BINUS University dapat dipadukan dengan basis data sosial-keagamaan yang dimiliki oleh kampus-kampus keagamaan. Pihaknya berpendapat bahwa pendekatan multidisiplin yang menggabungkan humaniora digital dengan studi agama akan melahirkan pola penelitian yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.

Kemitraan yang terjalin erat antara NUNI BINUS University selaku tuan rumah dan IAI Rawa Aopa sebagai mitra penyelenggara dinilai Ismail sebagai wujud nyata dari semangat gotong royong akademik. “Terima kasih kepada BINUS University yang memberikan kesempatan untuk turut bekerja sama dalam kegiatan ini,” kata Ismail usai pertemuan.

Ia menyatakan, “Ini adalah model ideal sinergi antarkampus, di mana batasan geografis dikikis oleh visi bersama untuk kemajuan ilmu pengetahuan.”

Menutup pernyataannya, Ismail menegaskan bahwa hasil akhir dari penelitian kolaboratif ini nantinya harus bermuara pada pengabdian masyarakat. Pihaknya berharap agar seluruh luaran dari jejak akademik bersama Sydney University ini tidak berhenti di jurnal bereputasi saja, melainkan mampu memberikan dampak nyata yang dapat dirasakan langsung oleh komunitas-komunitas lokal di Indonesia.

Pertemuan berani ini menjadi pembuka dari rangkaian kunjungan panjang Prof. John Connell di Indonesia. Dengan disampaikannya persiapan pembentukan Kelompok Kajian Sosial Keagamaan NUNI, kolaborasi lintas benua ini diharapkan mampu melahirkan kesempatan dalam melihat hubungan agama, kebudayaan, dan perubahan

sosial di era modern.

IMG-20260622-WA0050

IAI Rawa Aopa dan Istiqlal Fatwa Centre Bahas Peluang Kolaborasi Akademik

Mutu.rawaaopakonsel.ac.id, Ciputat – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menjajaki peluang kerja sama dengan Istiqlal Fatwa Centre (IFTA) guna memperkuat pengembangan keilmuan, khususnya pada Program Studi Hukum Tata Negara di Fakultas Syariah.

Gagasan kolaborasi tersebut mencuat dalam pertemuan yang berlangsung di sela kegiatan Majelis Ikatan Alumni Pesantren IMMIM (IAPIM) Jabodetabek di Ciputat, Sabtu (19/6/2026).

Pada kesempatan tersebut, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, bertemu dengan Direktur Istiqlal Fatwa Centre, Dr. H. Mahkama Mahdin, Lc., M.A.

Mahkama Mahdin yang merupakan alumnus Universitas Al-Azhar Kairo hadir sebagai narasumber dalam pengajian bulanan IAPIM Jabodetabek. Seusai kegiatan, keduanya berdiskusi mengenai peluang pengembangan jejaring Istiqlal Fatwa Centre di berbagai daerah, termasuk Sulawesi Tenggara.

Menurut Ismail, upaya Masjid Istiqlal Jakarta memperluas jangkauan IFTA ke berbagai wilayah Indonesia perlu mendapat dukungan dari perguruan tinggi, terutama yang memiliki basis keilmuan syariah dan hukum.

“Kami melihat visi Imam Besar Masjid Istiqlal untuk mengembangkan Istiqlal Fatwa Centre ke berbagai wilayah Indonesia sebagai peluang strategis yang patut disambut oleh perguruan tinggi daerah,” kata Ismail.

Ia menilai, IAI Rawa Aopa memiliki modal akademik yang memadai untuk mendukung pengembangan program tersebut. Fakultas Syariah, khususnya Program Studi Hukum Tata Negara, dinilai memiliki karakter kajian yang relevan dengan isu-isu hukum Islam dan tata kelola pemerintahan kontemporer.

“Fakultas Syariah kami, terutama Program Studi Hukum Tata Negara, memiliki kekhasan yang kontekstual untuk menjadi mitra strategis dalam mengembangkan dan mendiseminasikan kajian-kajian yang dihasilkan Istiqlal Fatwa Centre,” ujarnya.

Selain memperluas akses masyarakat terhadap kajian hukum Islam yang otoritatif, Ismail berharap kolaborasi tersebut dapat menjadi ruang pertukaran gagasan dan penguatan kapasitas akademik antara perguruan tinggi dan lembaga fatwa nasional.

Menurut dia, sinergi antara institusi pendidikan tinggi dan Istiqlal Fatwa Centre akan memperkaya perspektif keilmuan sekaligus menghadirkan rujukan hukum Islam yang moderat, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat daerah.

“Melalui kolaborasi ini, kami berharap IAI Rawa Aopa dapat menjadi salah satu mitra pengembangan IFTA di kawasan Sulawesi Tenggara serta berkontribusi dalam menghadirkan kajian hukum Islam yang integratif dan berorientasi pada kemaslahatan umat,” kata Ismail.

Pertemuan yang berawal dari silaturahmi alumni Pesantren IMMIM tersebut diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui kerja sama yang lebih konkret. Langkah itu sekaligus mendukung upaya desentralisasi edukasi dan pelayanan fatwa yang tengah dikembangkan oleh Masjid Istiqlal Jakarta.

IMG-20260622-WA0010

Transformasi Digital Kampus, IAI Rawa Aopa Dorong Pemanfaatan Platform Google Secara Terintegrasi

Mutu.rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Di era transformasi digital yang bergerak eksponensial, institusi pendidikan dituntut untuk adaptif dalam mengintegrasikan teknologi guna mendukung efisiensi akademis. Salah satu pilar utama yang menjadi motor penggerak perubahan ini adalah pemanfaatan platform berbasis awan (cloud computing).

Pemilihan teknologi yang tepat tidak hanya sekadar mengubah medium kerja dari analog ke digital, melainkan merestrukturisasi cara kerja menjadi lebih terintegrasi. Dalam konteks inilah, pemahaman mendalam mengenai ekosistem digital menjadi krusial agar seluruh sivitas akademika dapat mengoptimalkan seluruh instrumen yang tersedia demi mencapai efisiensi kerja yang maksimal.

Secara ilmiah, ekosistem digital seperti Google for Education dirancang dengan pendekatan arsitektur yang berpusat pada pengguna, mengedepankan aspek interaktivitas dan aksesibilitas tanpa batas waktu dan ruang. Melalui berbagai fitur mutakhirnya, platform ini mampu mereduksi beban kognitif (cognitive load) penggunanya dengan cara menyinkronkan pengelolaan dokumen, komunikasi kelompok, hingga manajemen kelas dalam satu ruang kerja tunggal. Fenomena kolaborasi real-time yang ditawarkan terbukti secara empiris mampu meningkatkan keterikatan (engagement) serta mempercepat siklus umpan balik dalam proses belajar-mengajar maupun administrasi lembaga.

Guna membedah potensi besar tersebut secara komprehensif, sebuah seminar virtual bertajuk “Memahami Ekosistem Google untuk Produktivitas dan Kolaborasi” siap diselenggarakan pada hari Selasa, 30 Juni 2026, pukul 13.30 WITA berpusat di Andoolo. Agenda strategis ini diinisiasi sebagai langkah nyata dalam meningkatkan literasi digital institusional secara sistemik. Pihak penyelenggara juga mengintegrasikan informasi resmi mengenai publikasi dan tindak lanjut program ini yang dapat diakses oleh publik melalui kanal digital resmi institusi pada alamat situs rawaaopakonsel.ac.id.

Sesi ilmiah populer ini akan dipandu secara langsung oleh Edward Ranggong, seorang fasilitator berpengalaman yang memiliki spesialisasi dalam implementasi teknologi pendidikan dan optimalisasi alat-alat produktivitas digital. Diskusi interaktif ini juga akan dikawal oleh Ismail Suardi Wekke selaku moderator, yang akan menjembatani perspektif teoritis-akademis dengan aplikasi praktis di lapangan. Kolaborasi kedua tokoh ini diharapkan mampu mengurai kompleksitas fitur-fitur Google menjadi strategi-strategi aplikatif yang langsung dapat diterapkan oleh para peserta.

Pada akhirnya, implementasi ekosistem Google for Education ini bukan lagi sekadar pilihan atau tren sesaat, melainkan sebuah kebutuhan fundamental untuk membangun budaya kerja masa depan yang resilien. Melalui pemahaman yang utuh dalam kegiatan ini, diharapkan lahir paradigma baru dalam pengelolaan dokumen, koordinasi tim, dan pembelajaran interaktif yang berbasis pada data berkelanjutan. Investasi pengetahuan melalui kegiatan ini akan menjadi fondasi penting bagi institusi dalam mencetak SDM yang tidak hanya cakap teknologi, tetapi juga kompetitif di tingkat global.

IMG-20260621-WA0043

IAI Rawa Aopa Dorong Penguatan Riset Hukum Internasional Lewat Forum di UI

Mutu.rawaaopakonsel.ac.id, Depok – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan mengikuti program penguatan kapasitas di bidang hukum perdagangan internasional yang diselenggarakan Universitas Indonesia (UI), Depok, Jumat (19/6/2026).

Kegiatan bertajuk Capacity Building Programme on International Trade Law: PhD and Researcher Workshop itu menghadirkan pakar hukum perdagangan internasional, Prof. Peter Van de Bossche dari School of Law, Xi’an Jiaotong University (XJTU), Tiongkok. Dalam forum tersebut, peserta mendalami perkembangan dan tantangan terkini dalam sistem penyelesaian sengketa Organisasi Perdagangan Dunia atau World Trade Organization (WTO).

Partisipasi IAI Rawa Aopa diwujudkan melalui keterlibatan aktif Program Studi Hukum Tata Negara (HTN). Keikutsertaan tersebut menjadi bagian dari upaya kampus memperluas jejaring akademik internasional sekaligus memperkuat kapasitas riset dosen dan peneliti di bidang hukum internasional.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., mengatakan keterlibatan dalam forum tersebut merupakan bentuk komitmen institusi dalam menghadirkan perspektif global ke lingkungan akademik kampus.

“Kami ingin memastikan bahwa dosen dan periset di Program Studi Hukum Tata Negara IAI Rawa Aopa memiliki pemahaman yang kuat dan kontekstual mengenai mekanisme WTO Dispute Settlement yang terus berkembang,” ujarnya.

Menurut Ismail, materi yang disampaikan Prof. Peter Van de Bossche memberikan perspektif baru bagi pengembangan kurikulum dan penguatan kajian hukum perdagangan internasional di lingkungan kampus.

“Pemikiran dari mantan Ketua Badan Banding WTO tersebut akan membantu institusi dalam merumuskan metode pembelajaran hukum perdagangan internasional yang lebih aplikatif dan relevan dengan tantangan zaman,”katanya.

Ia menambahkan, hasil workshop akan diintegrasikan ke dalam ekosistem riset Program Studi HTN agar mahasiswa dan dosen dapat mengakses perkembangan terbaru dalam kajian hukum perdagangan global.

Selain itu, interaksi dengan akademisi dan peneliti dari berbagai perguruan tinggi dinilai membuka peluang kerja sama yang lebih luas, termasuk kolaborasi penelitian dan publikasi ilmiah.

“Keikutsertaan dalam capacity building di UI ini adalah investasi jangka panjang untuk melahirkan riset-riset berkualitas yang mampu berkontribusi pada penyelesaian isu-isu hukum kontemporer,” ujarnya.

Ismail juga menegaskan bahwa pemahaman terhadap hukum internasional kini menjadi kebutuhan penting bagi perguruan tinggi di daerah untuk menghasilkan lulusan yang mampu bersaing di tingkat global.

“Pemahaman komprehensif mengenai hukum internasional kini bukan lagi monopoli perguruan tinggi di kota besar, melainkan kebutuhan mutlak bagi kampus-kampus di daerah demi mencetak lulusan yang berdaya saing global,” katanya.

Workshop yang berlangsung interaktif tersebut membahas berbagai studi kasus sengketa perdagangan antarnegara dalam kerangka WTO. Melalui kegiatan itu, Program Studi HTN IAI Rawa Aopa diharapkan semakin memperkuat posisinya sebagai pusat kajian hukum tata negara dan hukum internasional di kawasan Sulawesi Tenggara.

IMG-20260620-WA0066

CIDES ICMI Tawarkan Model STEMPreneur ke Menteri Dikdasmen untuk Tingkatkan Literasi Nasional

Mutu.rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Center for Information and Development Studies Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia (CIDES ICMI) menawarkan model pembelajaran STEMPreneur kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti sebagai salah satu alternatif memperkuat literasi siswa Indonesia.

Usulan tersebut disampaikan dalam audiensi di Kantor Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Jakarta, Kamis (4/6/2026). Model STEMPreneur mengombinasikan pendekatan STEM dengan pendidikan kewirausahaan untuk membangun kemampuan literasi yang lebih komprehensif.

Direktur CIDES ICMI Prof. Dr. Andi Faisal Bakti mengatakan pendekatan pembelajaran konvensional perlu diperbarui agar mampu menjawab tantangan global yang semakin kompleks.

“Model STEMPreneur yang kami formulasikan ini dirancang agar siswa tidak sekadar menghafal rumus, melainkan mampu menerapkan ilmu sains dan matematika untuk memecahkan persoalan nyata yang bernilai ekonomi,” kata Andi.

Menurutnya, pendekatan tersebut tidak hanya mengembangkan literasi sains dan numerasi, tetapi juga membangun kemampuan berpikir kritis, kreativitas, serta literasi finansial.

Dalam kesempatan yang sama, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan menyatakan kesiapan untuk menjadi salah satu mitra implementasi model STEMPreneur melalui Fakultas Tarbiyah. Kampus itu berencana menyiapkan calon guru yang memiliki kompetensi STEM sekaligus kemampuan kewirausahaan.

“Kami ingin memastikan anak didik kita di jenjang dasar dan menengah memiliki ketahanan literasi yang kokoh demi menyongsong Indonesia Emas 2045,” ujar Andi.

Menteri Abdul Mu’ti menyambut positif gagasan tersebut dan menyatakan berbagai masukan yang disampaikan akan menjadi bahan kajian dalam pengembangan program penguatan literasi nasional.

Oplus_131072

Perkuat Kapasitas Kelembagaan, 7 Perguruan Tinggi Lintas Provinsi Sepakati Rencana Aksi Semesteran

Mutu.rawaaopakonsel.ac.id, Makassar – Sebanyak tujuh perguruan tinggi dari berbagai provinsi dan pulau di Indonesia menyepakati sejumlah program kolaboratif dalam Seminar dan Lokakarya (Semiloka) Nasional Kemitraan Perguruan Tinggi yang berlangsung di Makassar, 16–17 Juni 2026. Forum tersebut menjadi langkah strategis untuk memetakan agenda kerja sama yang akan dijalankan selama satu semester ke depan.

Kegiatan ini digelar sebagai upaya memperkuat kapasitas kelembagaan perguruan tinggi melalui kemitraan yang berorientasi pada peningkatan mutu dan daya saing institusi. Melalui forum tersebut, masing-masing kampus berkomitmen membangun sinergi guna mendukung pencapaian predikat perguruan tinggi unggul.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, mengatakan kolaborasi antarkampus menjadi kebutuhan penting di tengah tantangan pendidikan tinggi yang semakin kompleks.

Menurut dia, pola kompetisi yang selama ini berkembang perlu diimbangi dengan kerja sama yang lebih inklusif agar perguruan tinggi dapat tumbuh dan berkembang secara bersama-sama.

“Kita tidak bisa lagi berjalan sendiri-sendiri di tengah tuntutan global yang semakin kompleks. Kolaborasi lintas pulau ini adalah kunci untuk saling melengkapi kekurangan dan melejitkan potensi yang kita miliki,” ujar Ismail di sela-sela kegiatan.

Selama dua hari pelaksanaan, para delegasi dari tujuh perguruan tinggi menyusun cetak biru (blueprint) program kerja bersama yang akan menjadi panduan pelaksanaan berbagai kegiatan kolaboratif dalam enam bulan mendatang.

Ismail menjelaskan, pertemuan tersebut tidak hanya menghasilkan kesepakatan normatif, tetapi juga melahirkan rencana aksi yang siap diimplementasikan. Beberapa program yang menjadi fokus kerja sama meliputi pertukaran dosen, kolaborasi riset nasional, serta pengabdian kepada masyarakat berbasis lintas budaya.

Ia menilai, berbagai program tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi sivitas akademika maupun masyarakat.

“Kami berkumpul di sini dengan target yang jelas. Pertemuan ini berhasil memetakan agenda kerja konkret untuk satu semester ke depan, sehingga setelah dari Makassar, kita langsung tancap gas beraksi,” tegas Ismail.

Menurutnya, kerja sama lintas wilayah menjadi bukti bahwa perbedaan geografis tidak lagi menjadi hambatan dalam membangun kualitas pendidikan tinggi. Pemanfaatan sumber daya dan keahlian secara bersama diyakini dapat mempercepat pemerataan mutu perguruan tinggi di berbagai daerah.

Lebih lanjut, Ismail menegaskan bahwa tujuan utama dari kemitraan tersebut adalah memperkuat kapasitas institusi untuk meningkatkan kualitas tata kelola, pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Tujuan akhir kita sangat jelas, yaitu penguatan kapasitas bersama guna melahirkan perguruan tinggi yang unggul dan berdaya saing tinggi,” pungkasnya.

Melalui kesepakatan yang dicapai dalam Semiloka Nasional Kemitraan Perguruan Tinggi tersebut, ketujuh kampus berharap dapat memperluas ruang kolaborasi akademik sekaligus mempercepat transformasi pendidikan tinggi menuju standar yang lebih kompetitif di tingkat nasional maupun internasional.

IMG-20260619-WA0014

IAI Rawa Aopa Siag Gelar Workshop Bersama Turnitin

Mutu.rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan tengah mempersiapkan workshop optimalisasi penggunaan Turnitin sebagai bagian dari upaya memperkuat integritas riset dan meningkatkan kualitas karya ilmiah di lingkungan perguruan tinggi.

Kegiatan yang akan dikoordinasikan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IAI Rawa Aopa tersebut diselenggarakan melalui kerja sama dengan Turnitin. Workshop itu tidak hanya ditujukan bagi civitas akademika internal, tetapi juga akan melibatkan sejumlah perguruan tinggi mitra.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, mengatakan pemanfaatan teknologi pendukung riset perlu dibarengi dengan penguatan budaya akademik yang menjunjung tinggi orisinalitas karya ilmiah.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap lembar karya ilmiah yang lahir dari rahim IAI Rawa Aopa memiliki standar moral dan kualitas yang tidak diragukan lagi,” kata Ismail di Jakarta, Kamis (18/6), usai menghadiri pengukuhan Guru Besar di BINUS University.

Menurut Ismail, penggunaan Turnitin tidak boleh dipandang semata sebagai alat untuk mendeteksi kemiripan naskah. Lebih dari itu, platform tersebut dapat menjadi sarana edukasi bagi dosen dan mahasiswa dalam membangun kebiasaan menulis yang bertanggung jawab.

Ia menuturkan kerja sama dengan Turnitin juga dirancang untuk memperluas manfaat program kepada perguruan tinggi mitra. Dengan demikian, penguatan kapasitas akademik dapat dilakukan secara bersama-sama dalam membangun ekosistem riset yang sehat.

“Turnitin adalah instrumen, tetapi komitmen pada orisinalitas adalah jiwa dari sebuah riset,” ujarnya.

Ismail berharap workshop tersebut mampu meningkatkan pemahaman dosen dan mahasiswa mengenai pemanfaatan Turnitin secara optimal, termasuk dalam melakukan evaluasi dan perbaikan mandiri terhadap karya ilmiah sebelum dipublikasikan.

Menurut dia, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya kampus untuk menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki integritas akademik dan mampu bersaing dalam dunia riset yang semakin kompetitif.

“Workshop ini adalah langkah nyata kami untuk melahirkan peneliti-peneliti yang jujur, kompeten, dan siap bersaing di kancah global,” katanya.

IAI Rawa Aopa menargetkan workshop tersebut menjadi salah satu program penguatan tata kelola penelitian sekaligus mendorong peningkatan kualitas publikasi ilmiah di lingkungan perguruan tinggi.

IMG-20260618-WA0075

IAI Rawa Aopa Berbagi Pengalaman Menembus Indeksasi Scopus dalam Forum Internasional

Mutu.rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan terus memperluas jejaring akademik internasional melalui kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui pertemuan bersama akademisi Universiti Sains Islam Malaysia (USIM) yang berlangsung di Kampus Anggrek Universitas BINUS, Jakarta Barat, Rabu (17/6/2026).

Pertemuan itu menghadirkan Prof. Dato’ Dr. Hasnah Hj. Haron, Konsultan Peneliti dari Fakultas Ekonomi dan Muamalat USIM. Forum tersebut menjadi ruang diskusi mengenai penguatan publikasi ilmiah internasional, pengembangan penelitian kolaboratif, serta perluasan kemitraan akademik di wilayah Asia Tenggara.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, mengikuti kegiatan tersebut secara berani. Menurutnya, kolaborasi antarguru tinggi lintas negara menjadi salah satu strategi penting untuk meningkatkan kualitas akademik sekaligus memperluas kontribusi perguruan tinggi Indonesia di tingkat global.

“Kami hadir dengan memenuhi undangan BINUS Kampus Anggrek membawa misi besar untuk menyerap praktik terbaik dari USIM sekaligus menawarkan kolaborasi taktis yang saling memperkuat,” ujar Ismail.

Dalam kesempatan itu, Ismail juga membagikan pengalaman IAI Rawa Aopa dalam pengumpulan buku yang berhasil terindeks Scopus. Pengalaman tersebut, menurut dia, menunjukkan bahwa perguruan tinggi di Indonesia memiliki peluang yang sama untuk bersaing di tingkat internasional jika didukung tata kelola yang baik dan kemitraan yang kuat.

”Pengalaman kami dalam mengelola buku terindeks Scopus membuktikan bahwa perguruan tinggi mampu bersaing di level global jika dikelola dengan fokus, konsistensi, dan jejaring kemitraan yang kuat,” katanya.

Ia menambahkan, penguatan manajemen pengetahuan dan kerja sama antarlembaga menjadi faktor penting dalam meningkatkan visibilitas karya akademik dosen Indonesia di tingkat internasional. Oleh karena itu, forum seperti ini dinilai penting untuk membuka peluang kolaborasi yang lebih luas, baik dalam penelitian maupun publikasi ilmiah.

Lebih lanjut, Ismail berharap pertemuan tersebut dapat ditindaklanjuti melalui program riset bersama di bidang ekonomi, muamalat, dan tata kelola kelembagaan. Selain itu, kerja sama dalam pengelolaan konferensi ilmiah dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia juga menjadi agenda yang berpotensi dikembangkan.

“Pertemuan dengan Prof. Hasnah hari ini harus segera kita konversikan menjadi langkah nyata, baik dalam penguatan komite saintifik konferensi maupun program pengembangan staf yang berkelanjutan,” ujarnya.

Pertemuan itu ditutup dengan diskusi mengenai peluang kerja sama pengelolaan konferensi, pengembangan penelitian kolaboratif, serta program publikasi bersama yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi kedua institusi.