IMG-20260618-WA0058

IAI Rawa Aopa Perkuat Jejaring Akademik, Hadiri Pengukuhan Guru Besar Bidang Digital Marketing di Binus

Mutu.rawaaopakonsel.ac.id, Tangerang – Pimpinan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menghadiri pengukuhan Guru Besar Tetap Binus University yang digelar di Kampus Alam Sutera, Tangerang, Kamis (18/6/2026).

Dalam prosesi tersebut, Prof. Retno Dewanti, S.Si., M.M., Ph.D., resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang Ilmu Digital Marketing.

Acara itu dihadiri oleh jajaran sivitas akademika Binus University, para guru besar dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, serta delegasi akademik dari luar negeri, termasuk Universiti Sains Islam Malaysia (USIM).

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Menurut Ismail, pengukuhan Prof. Retno menjadi momentum penting bagi dunia pendidikan tinggi, terutama dalam menghadapi perkembangan teknologi dan transformasi digital yang berlangsung cepat.

“Kehadiran kami di selain memenuhi undangan, juga dalam kaitan untuk mempertahankan sinergi strategis antarinstitusi dalam menghadapi era disrupsi digital yang kian masif,” kata Ismail.

Ia menilai kepakaran Prof. Retno di bidang digital marketing sangat relevan dengan kebutuhan dunia industri dan pendidikan saat ini.

Karena itu, kata dia, perguruan tinggi perlu terus memperkuat kolaborasi agar mampu beradaptasi dengan perubahan yang terjadi.

Ismail mengatakan IAI Rawa Aopa berkomitmen untuk menyerap berbagai praktik terbaik dari perguruan tinggi terkemuka, termasuk Binus University, guna meningkatkan kualitas tata kelola dan mutu pendidikan di daerah.

Menurutnya, kerja sama antarkampus, baik di tingkat nasional maupun internasional, menjadi kebutuhan yang tidak dapat dihindari dalam upaya mencetak lulusan yang memiliki daya saing global.

Selain itu, Ismail menyoroti kehadiran guru besar tamu dari luar negeri dalam acara tersebut.

Ia menilai partisipasi akademisi internasional menunjukkan bahwa ekosistem pendidikan tinggi Indonesia semakin mendapat perhatian dan pengakuan dari dunia global.

“Kami berharap gagasan-gagasan segar Prof. Retno Dewanti dalam orasi ilmiahnya hari ini dapat diadopsi, tidak hanya di kota besar, melainkan juga menyentuh pengembangan literasi digital di kawasan Indonesia Timur,” pungkasnya.

Pengukuhan Prof. Retno Dewanti sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Digital Marketing menjadi salah satu langkah Binus University dalam memperkuat kontribusi akademik di bidang pemasaran digital yang terus berkembang seiring kemajuan teknologi.

IMG-20260616-WA0012

Ketua Yayasan dan Pembina Hadiri Rapat Kerja Teknis Serta Pembubaran Panitia Wisuda IAI Rawa Aopa

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa menggelar rapat kerja yang dirangkaikan dengan pembubaran panitia wisuda di Kampus II Andoolo, Kabupaten Konawe Selatan, Selasa (16/6/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Yayasan, Rektor, Wakil Rektor, para dekan, dosen, serta jajaran pengelola kampus.

Ketua Dewan Pendiri/Pembina IAI Rawa Aopa, Al Asri, S.Pd.I., M.Si., mengatakan rapat kerja tersebut menjadi bagian penting dalam proses evaluasi kinerja kelembagaan guna meningkatkan kualitas tata kelola perguruan tinggi.

“Rapat kerja ini adalah bagian dari evaluasi bersama untuk meningkatkan profesionalisme dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab kita sebagai pendidik dan pengelola institusi,” ujarnya.

Ia menegaskan, seluruh unsur kampus memiliki tanggung jawab besar sebagai garda terdepan dalam mencetak generasi penerus bangsa yang berkualitas dan berdaya saing.

Sementara itu, Ketua Yayasan IAI Rawa Aopa, Mardan, S.K.M., M.Si., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan pembubaran panitia wisuda sebagai bentuk rasa syukur atas suksesnya penyelenggaraan wisuda yang telah dilaksanakan sebelumnya.

“Selain rapat kerja, kami juga melaksanakan pembubaran panitia wisuda sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT, di mana kegiatan wisuda Alhamdulillah berjalan dengan baik dan sesuai rencana,” ungkapnya.

Menurut Mardan, keberhasilan pelaksanaan wisuda merupakan hasil kerja sama dan dedikasi seluruh panitia serta civitas akademika IAI Rawa Aopa yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

Ia berharap rapat kerja yang digelar dapat semakin memperkuat sinergi antar unsur pimpinan dan pengelola kampus dalam meningkatkan mutu pendidikan serta pelayanan akademik kepada mahasiswa.

Di akhir kegiatan, Mardan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan memberikan dukungan dalam pelaksanaan wisuda maupun kegiatan rapat kerja tersebut.

“Sebagai Ketua Yayasan, saya mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan yang telah mendedikasikan segala bantuannya sehingga acara wisuda yang baru dilaksanakan maupun pertemuan hari ini berjalan sukses dan dengan nuansa kekeluargaan dan damai,” tutupnya.

Mutu (ISW)

Media Informasi dan Dokumentasi Penjaminan Mutu IAI Rawa Aopa Konawe Selatan: Pilar Akuntabilitas Akademik

Mutu.rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Dalam lanskap pendidikan tinggi modern, penjaminan mutu bukan lagi sekadar pelengkap administratif demi menggugurkan kewajiban akreditasi. Ia telah bertransformasi menjadi kompas utama yang menentukan arah, kualitas, dan keberlanjutan sebuah institusi. Bagi Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan, mengawal mutu akademik di era disrupsi informasi ini menuntut satu pilar krusial yang kokoh: sistem media informasi dan dokumentasi yang integratif, transparan, dan adaptif.

Mengapa dokumentasi dan media informasi menjadi begitu vital? Jawabannya sederhana namun fundamental. Penjaminan mutu adalah tentang pembuktian. Prinsip dasarnya mengacu pada siklus klasik PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan). Setiap tahapan dalam siklus ini mustahil dapat dinilai, direfleksikan, atau ditingkatkan tanpa adanya rekam jejak digital yang sahih dan dapat diakses secara real-time.

Menembus Batas Geografis Melalui Ekosistem Digital

Sebagai perguruan tinggi yang berkomitmen memajukan pendidikan di wilayah Sulawesi Tenggara, IAI Rawa Aopa dihadapkan pada tantangan sekaligus peluang untuk membangun tata kelola organisasi yang modern. Kuncinya terletak pada pemanfaatan teknologi berbasis website dan ekosistem awan (cloud-based ecosystem).

Media informasi digital bukan lagi sekadar papan pengumuman elektronik, melainkan platform dinamis yang mempertemukan seluruh pemangku kepentingan (stakeholders). Melalui pengelolaan knowledge management yang terstruktur, website institusi berfungsi sebagai hulu informasi, di mana seluruh kebijakan mutu, standar akademik, dan manual prosedur dipublikasikan secara terbuka.

Transparansi ini memberikan dampak ganda:

  1. Internal: Dosen, staf, dan mahasiswa memiliki panduan yang jelas mengenai standar mutu yang harus dicapai dalam proses belajar-mengajar dan pelayanan administratif.
  2. Eksternal: Masyarakat luas, orang tua mahasiswa, serta lembaga akreditasi dapat melihat komitmen nyata institusi dalam menjaga kualitas pendidikan secara objektif.

Dokumentasi sebagai Fondasi Siklus Mutu

Ada pemeo dalam dunia penjaminan mutu: “Tulis apa yang dikerjakan, kerjakan apa yang ditulis, dan dokumentasikan semuanya.” Di sinilah peran krusial repositori institusi berbasis digital.

Dokumentasi yang tertata rapi menggunakan ekosistem digital terintegrasi memastikan tidak ada data yang tercecer. Mulai dari Satuan Acara Perkuliahan (SAP), hasil kuesioner kepuasan mahasiswa, laporan penelitian dosen, hingga dokumen pengabdian masyarakat seyogianya tersimpan secara sistematis.

Ketika data terdokumentasi dengan baik, proses Evaluasi Diri Program Studi (EDPS) maupun institusi tidak lagi menjadi proyek berkala yang melelahkan dan menguras energi setiap kali menjelang visitasi akreditasi. Sebaliknya, dokumentasi yang berjalan secara kontinu (continuous documentation) mengubah penjaminan mutu menjadi sebuah budaya kerja harian yang organik dan ringan.

Dari Data Menuju Diseminasi dan Rekognisi Global

Media dokumentasi penjaminan mutu yang ideal tidak boleh berhenti sebagai “gudang penyimpanan” yang pasif. Ia harus bertransformasi menjadi wadah diseminasi. Standar mutu yang diimplementasikan dalam riset dan pengabdian masyarakat, misalnya, harus didorong untuk mendapatkan visibilitas global.

Melalui integrasi identitas peneliti dunia (seperti ORCID ID, Google Scholar, dan SINTA) yang ditautkan langsung pada sistem informasi kampus, rekam jejak akademik IAI Rawa Aopa akan terekspos di jejaring ilmiah internasional. Mutu internal yang terdokumentasi dengan baik pada akhirnya melahirkan rekognisi eksternal yang kuat.

Penutup: Membangun Budaya Mutu Berkelanjutan dan Budaya Kerja Berorientasi pada Kemajuan

Membangun media informasi dan dokumentasi penjaminan mutu yang andal di IAI Rawa Aopa Konawe Selatan bukanlah sekadar urusan memilih perangkat lunak atau membuat situs web baru. Ini adalah agenda perubahan budaya kerja (cultural shift) menuju institusi yang berbasis data (data-driven institution).

Dengan menyatukan komitmen seluruh sivitas akademika, pemanfaatan ekosistem teknologi informasi, dan manajemen pengetahuan yang konsisten, media informasi dan dokumentasi ini akan menjadi instrumen strategis. Ia tidak hanya mengawal IAI Rawa Aopa dalam memenuhi standar nasional pendidikan tinggi, tetapi juga mengantarkannya menjadi pusat keunggulan akademik yang terpercaya, akuntabel, dan kompetitif di masa depan.