IMG-20260708-WA0058

Pimpinan IAI Rawa Aopa Hadiri Pembukaan Muktamar Al Washliyah, Bawa Misi Sinergi Kampus

Mutu.rawaaopakonsel.ac.id,Jakarta — Pimpinan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menghadiri upacara pembukaan Muktamar Al Washliyah yang berlangsung khidmat di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Selasa (7/7/2026). Kehadiran ini sekaligus menjadi momentum penting bagi kampus untuk memperluas perluasan kerja sama dengan jaringan Perguruan Tinggi Al Washliyah.

Acara pembukaan muktamar tersebut diresmikan langsung oleh Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia, Ahmad Muzani. Dari IAI Rawa Aopa Konawe Selatan diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian, Ismail Suardi Wekke.

Di sela-sela acara pembukaan, Ismail Suardi Wekke menyampaikan bahwa kehadiran IAI Rawa Aopa merupakan bentuk penghormatan sekaligus langkah strategis dalam membangun kedekatan institusional dengan keluarga besar Al Washliyah.

“Kami sangat bersyukur dapat hadir langsung dalam pembukaan Muktamar Al Washliyah ini, sebuah forum terhormat yang mempertemukan berbagai gagasan besar untuk umat dan bangsa,” ujar Ismail.

Ismail menjelaskan bahwa momen pembukaan ini menjadi jembatan yang sangat baik untuk saling menyapa dan meneruskan komunikasi sebagaimana telah berjalan ini terkait kolaborasi akademik di masa depan. Dirinya juga menyatakan bahwa menghadiri forum nasional seperti ini memberikan ruang bagi IAI Rawa Aopa untuk menyelaraskan program-program pengembangan mutu pendidikan dengan dinamika kampus-kampus di bawah naungan Al Washliyah.

Lebih lanjut, Ismail menilai bahwa semangat kebersamaan yang terpancar dari pembukaan muktamar ini harus diwujudkan dalam bentuk kerja nyata, salah satunya melalui kemitraan strategis antarperguruan tinggi.

“Momentum pembukaan muktamar yang luar biasa ini harus kita tindak lanjuti dengan sinergi yang konkrit, khususnya dalam upaya peningkatan mutu Tridharma Perguruan Tinggi,” tegas Ismail.

Ia berharap kehadiran IAI Rawa Aopa dalam pembukaan muktamar ini menjadi awal dari hubungan bilateral yang erat dan saling menguntungkan bagi kedua belah pihak.

Pembukaan Muktamar Al Washliyah tahun ini berjalan sukses dengan dihadiri oleh ratusan utusan, tokoh agama, serta sejarawan dari berbagai penjuru tanah air. Kehadiran pimpinan IAI Rawa Aopa dalam seremonial pembukaan tersebut menegaskan posisi kampus asal Konawe Selatan ini yang siap bergerak aktif di kancah pendidikan tinggi nasional.

IMG-20260705-WA0014

IAI Rawa Aopa dan SAPPK ITB Awali Kerjasama dengan Kehadiran di Seminar

Mutu.rawaaopakonsel.ac.id, Bandung – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan terus bergerak progresif dalam memperluas cakupan kerja sama akademis dan kelembagaan di tingkat nasional. Langkah strategis ini ditandai dengan partisipasi aktif pimpinan IAI Rawa Aopa dalam forum seminar ilmiah yang diselenggarakan oleh Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK) Institut Teknologi Bandung (ITB), di Kampus ITB Ganesha, Bandung, Jumat (3/7/2026).

Kehadiran utusan pemimpin ini tidak sekedar menyampaikan undangan akademis biasa, melainkan bagian dari cetak biru (blueprint) luas kemitraan strategi interdisipliner antara rumpun ilmu agama dan sains teknologi. SAPPK ITB, yang terkenal bereputasi tinggi dalam bidang perencanaan wilayah dan kebijakan publik, dipandang sebagai mitra ideal bagi IAI Rawa Aopa untuk mendorong percepatan pembangunan serta tata kelola organisasi yang berbasis pada penelitian komprehensif.

Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa keterlibatan institusinya di ITB merupakan momentum krusial untuk menyerap inovasi tata kelola kelembagaan dan metodologi penelitian kontemporer. Pihaknya menyatakan tekad untuk menyelaraskan perspektif pengembangan institusi di daerah dengan pusat-pusat keunggulan akademik nasional.

“Kami berkomitmen penuh untuk membawa visi IAI Rawa Aopa melampaui batas-batas regional melalui kolaborasi erat dengan kampus bereputasi seperti ITB,” ujar Ismail Suardi Wekke.

Di tempat yang sama, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., menambahkan bahwa implementasi nyata dari kehadiran ini akan langsung ditindaklanjuti dalam bentuk rancangan program konkret.

Ismail menekankan pentingnya penerapan manajemen pengetahuan dan ekosistem tata kelola berbasis digital untuk mendukung mutual serta akreditasi kelembagaan di masa depan.

“Langkah awal pasca-seminar ini adalah menyusun formula kemitraan formal yang mencakup penelitian bersama dan kebijakan pengembangan publik lokal,” jelas Ismail Suardi Wekke yang juga menjabat sebagai Direktur Direktorat Pascasarjana IAI Rawa Aopa tersebut.

Pihak SAPPK ITB menyambut hangat kehadiran pimpinan dari Konawe Selatan ini. Melalui perwakilan panitia seminar, SAPPK ITB menyampaikan apresiasi yang mendalam atas inisiatif kolaboratif ini karena mereka melihat adanya potensi besar dalam mengintegrasikan pendekatan tata ruang dan kebijakan publik dengan kearifan lokal serta sosiologis keagamaan yang menjadi kekuatan utama IAI Rawa Aopa.

“SAPPK ITB senantiasa membuka pintu bagi sinergi interdisipliner yang mampu memberikan dampak nyata bagi tata ruang dan kemajuan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia,” ungkap salah satu pimpinan sidang dalam seminar tersebut.

Pertemuan intensif di lingkungan kampus legendaris ini diharapkan segera menghasilkan nota kesepahaman formal (MoU) dan perjanjian kerja sama yang adaptif, guna memperkuat peran perguruan tinggi sebagai motor inovasi sosial sekaligus penggerak literasi di wilayah Sulawesi Tenggara.

Road to Eye-catching Landscape

The new common language will be more simple and regular than the existing European languages. It will be as simple as Occidental; in fact, it will be Occidental. To an English person, it will seem like simplified English, as a skeptical Cambridge friend of mine told me what Occidental is. The European languages are members of the same family.