IMG-20260710-WA0024

IAI Rawa Aopa Dorong Implementasi Program Double Degree dalam Forum Pendidikan Internasional

Mutu.rawaaopakonsel.ac.id, Bandung – Penguatan kerja sama pendidikan tinggi antara Indonesia dan Malaysia menjadi fokus pembahasan dalam International Education Forum yang merupakan bagian dari rangkaian Selangor Business Summit. Forum yang berlangsung di Hotel Pullman Bandung, Kamis (9/7/2026), mempertemukan pimpinan perguruan tinggi, akademisi, dan pemangku kepentingan dari kedua negara untuk membahas strategi peningkatan kolaborasi akademik.

Salah satu agenda utama forum tersebut adalah pembahasan tindak lanjut implementasi program gelar ganda (double degree) sebagai upaya meningkatkan kualitas lulusan sekaligus memperkuat daya saing perguruan tinggi di tingkat internasional.

Wakil Rektor Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, yang hadir dalam forum tersebut menilai kerja sama pendidikan tidak boleh berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi harus diwujudkan dalam program yang memberikan manfaat nyata bagi siswa.

“Program double degree ini adalah langkah konkret untuk menyatukan potensi akademik dua negara serumpun. Kita tidak hanya belajar mahasiswa, tetapi juga menyelaraskan standar kompetensi global,” ujar Ismail di sela kegiatan.

Menurut Ismail, implementasi program tersebut perlu segera direalisasikan melalui penyelarasan kurikulum dan sistem akademik antarkampus di Indonesia dan Malaysia. Ia mengatakan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan berkomitmen menjadi bagian dari jejaring pendidikan internasional guna memperluas kesempatan belajar bagi siswa, khususnya di kawasan timur Indonesia.

Forum tersebut juga menghadirkan Rektor Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) sebagai panel pembicara. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya membangun jaringan pendidikan lintas negara untuk menjawab tantangan global yang semakin kompleks.

“Transformasi pendidikan tinggi di era sekarang menuntut kita untuk keluar dari zona nyaman dan membangun jejaring lintas negara yang kokoh,” katanya.

Ia menambahkan bahwa IPDN terbuka terhadap berbagai bentuk strategi kolaborasi yang dapat memperkaya perspektif praja, terutama dalam memahami tata kelola pemerintahan di tingkat regional ASEAN.

Pertemuan yang menjadi bagian dari Selangor Business Summit tersebut menghasilkan sejumlah poin penting, di antaranya pembentukan tim kerja bersama untuk menyusun mekanisme teknis pelaksanaan program double title antara perguruan tinggi Indonesia dan Malaysia.

Menutup keterangannya, Ismail Suardi Wekke mengakui bahwa tantangan terbesar berada pada tahap implementasi, terutama terkait harmonisasi regulasi dan pengakuan kredit akademik antarperguruan tinggi.

“Tantangan kita ke depan adalah birokrasi dan penyelarasan kredit akademik. Namun, dengan semangat persaudaraan yang kuat di forum ini, saya optimistis dokumen kerja sama ini akan segera mewujud jadi aksi nyata di ruang-ruang kelas,” tutupnya.

IMG-20260618-WA0075

IAI Rawa Aopa Berbagi Pengalaman Menembus Indeksasi Scopus dalam Forum Internasional

Mutu.rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan terus memperluas jejaring akademik internasional melalui kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui pertemuan bersama akademisi Universiti Sains Islam Malaysia (USIM) yang berlangsung di Kampus Anggrek Universitas BINUS, Jakarta Barat, Rabu (17/6/2026).

Pertemuan itu menghadirkan Prof. Dato’ Dr. Hasnah Hj. Haron, Konsultan Peneliti dari Fakultas Ekonomi dan Muamalat USIM. Forum tersebut menjadi ruang diskusi mengenai penguatan publikasi ilmiah internasional, pengembangan penelitian kolaboratif, serta perluasan kemitraan akademik di wilayah Asia Tenggara.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, mengikuti kegiatan tersebut secara berani. Menurutnya, kolaborasi antarguru tinggi lintas negara menjadi salah satu strategi penting untuk meningkatkan kualitas akademik sekaligus memperluas kontribusi perguruan tinggi Indonesia di tingkat global.

“Kami hadir dengan memenuhi undangan BINUS Kampus Anggrek membawa misi besar untuk menyerap praktik terbaik dari USIM sekaligus menawarkan kolaborasi taktis yang saling memperkuat,” ujar Ismail.

Dalam kesempatan itu, Ismail juga membagikan pengalaman IAI Rawa Aopa dalam pengumpulan buku yang berhasil terindeks Scopus. Pengalaman tersebut, menurut dia, menunjukkan bahwa perguruan tinggi di Indonesia memiliki peluang yang sama untuk bersaing di tingkat internasional jika didukung tata kelola yang baik dan kemitraan yang kuat.

”Pengalaman kami dalam mengelola buku terindeks Scopus membuktikan bahwa perguruan tinggi mampu bersaing di level global jika dikelola dengan fokus, konsistensi, dan jejaring kemitraan yang kuat,” katanya.

Ia menambahkan, penguatan manajemen pengetahuan dan kerja sama antarlembaga menjadi faktor penting dalam meningkatkan visibilitas karya akademik dosen Indonesia di tingkat internasional. Oleh karena itu, forum seperti ini dinilai penting untuk membuka peluang kolaborasi yang lebih luas, baik dalam penelitian maupun publikasi ilmiah.

Lebih lanjut, Ismail berharap pertemuan tersebut dapat ditindaklanjuti melalui program riset bersama di bidang ekonomi, muamalat, dan tata kelola kelembagaan. Selain itu, kerja sama dalam pengelolaan konferensi ilmiah dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia juga menjadi agenda yang berpotensi dikembangkan.

“Pertemuan dengan Prof. Hasnah hari ini harus segera kita konversikan menjadi langkah nyata, baik dalam penguatan komite saintifik konferensi maupun program pengembangan staf yang berkelanjutan,” ujarnya.

Pertemuan itu ditutup dengan diskusi mengenai peluang kerja sama pengelolaan konferensi, pengembangan penelitian kolaboratif, serta program publikasi bersama yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi kedua institusi.