IMG-20260710-WA0024

IAI Rawa Aopa Dorong Implementasi Program Double Degree dalam Forum Pendidikan Internasional

Mutu.rawaaopakonsel.ac.id, Bandung – Penguatan kerja sama pendidikan tinggi antara Indonesia dan Malaysia menjadi fokus pembahasan dalam International Education Forum yang merupakan bagian dari rangkaian Selangor Business Summit. Forum yang berlangsung di Hotel Pullman Bandung, Kamis (9/7/2026), mempertemukan pimpinan perguruan tinggi, akademisi, dan pemangku kepentingan dari kedua negara untuk membahas strategi peningkatan kolaborasi akademik.

Salah satu agenda utama forum tersebut adalah pembahasan tindak lanjut implementasi program gelar ganda (double degree) sebagai upaya meningkatkan kualitas lulusan sekaligus memperkuat daya saing perguruan tinggi di tingkat internasional.

Wakil Rektor Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, yang hadir dalam forum tersebut menilai kerja sama pendidikan tidak boleh berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi harus diwujudkan dalam program yang memberikan manfaat nyata bagi siswa.

“Program double degree ini adalah langkah konkret untuk menyatukan potensi akademik dua negara serumpun. Kita tidak hanya belajar mahasiswa, tetapi juga menyelaraskan standar kompetensi global,” ujar Ismail di sela kegiatan.

Menurut Ismail, implementasi program tersebut perlu segera direalisasikan melalui penyelarasan kurikulum dan sistem akademik antarkampus di Indonesia dan Malaysia. Ia mengatakan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan berkomitmen menjadi bagian dari jejaring pendidikan internasional guna memperluas kesempatan belajar bagi siswa, khususnya di kawasan timur Indonesia.

Forum tersebut juga menghadirkan Rektor Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) sebagai panel pembicara. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya membangun jaringan pendidikan lintas negara untuk menjawab tantangan global yang semakin kompleks.

“Transformasi pendidikan tinggi di era sekarang menuntut kita untuk keluar dari zona nyaman dan membangun jejaring lintas negara yang kokoh,” katanya.

Ia menambahkan bahwa IPDN terbuka terhadap berbagai bentuk strategi kolaborasi yang dapat memperkaya perspektif praja, terutama dalam memahami tata kelola pemerintahan di tingkat regional ASEAN.

Pertemuan yang menjadi bagian dari Selangor Business Summit tersebut menghasilkan sejumlah poin penting, di antaranya pembentukan tim kerja bersama untuk menyusun mekanisme teknis pelaksanaan program double title antara perguruan tinggi Indonesia dan Malaysia.

Menutup keterangannya, Ismail Suardi Wekke mengakui bahwa tantangan terbesar berada pada tahap implementasi, terutama terkait harmonisasi regulasi dan pengakuan kredit akademik antarperguruan tinggi.

“Tantangan kita ke depan adalah birokrasi dan penyelarasan kredit akademik. Namun, dengan semangat persaudaraan yang kuat di forum ini, saya optimistis dokumen kerja sama ini akan segera mewujud jadi aksi nyata di ruang-ruang kelas,” tutupnya.

IMG-20260709-WA0031

Pelantikan Pimpinan IMMIM Putri: IAI Rawa Aopa Sampaikan Selamat

Mutu.rawaaopakonsel.ac.id,Pangkep – Ketua YASDIC IMMIMt, Dr. Hj. Nur Fadjri Fadeli Luran, SP, M.Pd., melantik Prof. Dr. Muzdalifah Muhammadong, M.Ag., sebagai Direktur Pondok Pesantren Pendidikan Al-Qur’an (PPA) IMMIM Putri Minasatene, Kabupaten Pangkep, Rabu (8/7/2026).

Pada momen yang sama, turut dilantik Wakil Direktur dan Sekretaris Pondok Pesantren sebagai bagian dari penguatan struktur kepemimpinan lembaga untuk masa bakti 2026–2031.

Pelantikan ini menjadi momentum dalam keinginan dan pengembangan PPA IMMIM Putri Minasatene. Pergantian kepemimpinan tersebut diharapkan dapat semakin memperkuat tata kelola pesantren, sekaligus mendongkrak kualitas penyelenggaraan pendidikan, pembinaan santri, serta pengembangan kelembagaan di bawah naungan YASDIC IMMIM.

Prosesi pelantikan yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri langsung oleh jajaran pengurus YASDIC IMMIM Pusat, YASDIC IMMIM Cabang Pangkep, pimpinan pondok pesantren, serta sejumlah tamu undangan.

Beberapa tokoh penting yang hadir di antaranya adalah Ketua YASDIC IMMIM Pusat Dr. Hj. Nur Fadjri Fadeli Luran, SP, M.Pd., Direktur Ponpes Modern Putri IMMIM Pangkep yang baru dilantik Prof. Dr. Muzdalifah Muhammadong, M.Ag., Wakil Ketua YASDIC IMMIM Pangkep Drs. HM Rasyid Usman, Wakil Direktur Ponpes Modern Putri IMMIM H. Najmuddin Beta, Lc., serta Ketua YASDIC IMMIM Cabang Pangkep Hj. Munjiyah Mayangsari Taufik.

Secara legalitas formal, pelantikan ini dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan YASDIC IMMIM Nomor 46/YASDIC-IMMIM/VII/2026 tentang Pengangkatan Direktur Pondok Pesantren Pendidikan Al-Qur’an IMMIM Putri Minasatene Pangkep Masa Bakti 2026–2031. Keputusan tersebut menjadi landasan hukum utama bagi jajaran kepemimpinan baru dalam menjalankan roda organisasi dan manajemen pesantren selama lima tahun ke depan.

Dengan nakhoda baru ini, PPA IMMIM Putri Minasatene diharapkan mampu terus mengintegrasikan sistem pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa sedikit pun mereduksi nilai-nilai Al-Qur’an dan ajaran Islam. Upaya penguatan mutu akademik, pelatihan karakter, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia akan menjadi prioritas kerja demi mewujudkan pesantren yang unggul, modern, dan berdaya saing tinggi.

Lebih dari sekedar agenda seremonial, pelantikan ini menandai komitmen kuat YASDIC IMMIM dalam memastikan kesinambungan kepemimpinan dan tata kelola kelembagaan yang profesional. Melalui sinergi yang solid antara yayasan, pimpinan pesantren, tenaga pendidik, dan seluruh elemen terkait, PPA IMMIM Putri Minasatene diproyeksikan dapat terus memberikan kontribusi nyata dalam mencetak generasi muslimah yang berilmu, berakhlak mulia, serta memiliki kapasitas kepemimpinan mumpuni untuk menghadapi tantangan masa depan.

Sehubungan dengan pelantikan itu, Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan menyampaikan selamat. Ismail juga mengemukakan potensi kemitraan antara kedua institusi.

“Selain menyampaikan selamat disertai doa semoga tetap sehat dalam menjalankan tugas, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan berkomitmen menjadi bagian dalam peningkatan mutu Pendidikan Islam,” Kata Ismail Suardi Wekke yang juga alumni Pesantren IMMIM Putra.

Menutup pernyataannya Ismail menegaskan bahwa IAI Rawa Aopa Konawe Selatan juga menjalankan program Women in Education. “Ini dapat menjadi platform bersama seluruh institusi Pendidikan Islam, termasuk pesantren dan perguruan tinggi,” pungkas Ismail.

IMG-20260708-WA0058

Pimpinan IAI Rawa Aopa Hadiri Pembukaan Muktamar Al Washliyah, Bawa Misi Sinergi Kampus

Mutu.rawaaopakonsel.ac.id,Jakarta — Pimpinan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menghadiri upacara pembukaan Muktamar Al Washliyah yang berlangsung khidmat di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Selasa (7/7/2026). Kehadiran ini sekaligus menjadi momentum penting bagi kampus untuk memperluas perluasan kerja sama dengan jaringan Perguruan Tinggi Al Washliyah.

Acara pembukaan muktamar tersebut diresmikan langsung oleh Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia, Ahmad Muzani. Dari IAI Rawa Aopa Konawe Selatan diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian, Ismail Suardi Wekke.

Di sela-sela acara pembukaan, Ismail Suardi Wekke menyampaikan bahwa kehadiran IAI Rawa Aopa merupakan bentuk penghormatan sekaligus langkah strategis dalam membangun kedekatan institusional dengan keluarga besar Al Washliyah.

“Kami sangat bersyukur dapat hadir langsung dalam pembukaan Muktamar Al Washliyah ini, sebuah forum terhormat yang mempertemukan berbagai gagasan besar untuk umat dan bangsa,” ujar Ismail.

Ismail menjelaskan bahwa momen pembukaan ini menjadi jembatan yang sangat baik untuk saling menyapa dan meneruskan komunikasi sebagaimana telah berjalan ini terkait kolaborasi akademik di masa depan. Dirinya juga menyatakan bahwa menghadiri forum nasional seperti ini memberikan ruang bagi IAI Rawa Aopa untuk menyelaraskan program-program pengembangan mutu pendidikan dengan dinamika kampus-kampus di bawah naungan Al Washliyah.

Lebih lanjut, Ismail menilai bahwa semangat kebersamaan yang terpancar dari pembukaan muktamar ini harus diwujudkan dalam bentuk kerja nyata, salah satunya melalui kemitraan strategis antarperguruan tinggi.

“Momentum pembukaan muktamar yang luar biasa ini harus kita tindak lanjuti dengan sinergi yang konkrit, khususnya dalam upaya peningkatan mutu Tridharma Perguruan Tinggi,” tegas Ismail.

Ia berharap kehadiran IAI Rawa Aopa dalam pembukaan muktamar ini menjadi awal dari hubungan bilateral yang erat dan saling menguntungkan bagi kedua belah pihak.

Pembukaan Muktamar Al Washliyah tahun ini berjalan sukses dengan dihadiri oleh ratusan utusan, tokoh agama, serta sejarawan dari berbagai penjuru tanah air. Kehadiran pimpinan IAI Rawa Aopa dalam seremonial pembukaan tersebut menegaskan posisi kampus asal Konawe Selatan ini yang siap bergerak aktif di kancah pendidikan tinggi nasional.

IMG-20260708-WA0072

Rintis Perluasan Kerja Sama, Pimpinan IAI Rawa Aopa Hadiri Promosi Doktor di UIII

Mutu.rawaaopakonsel.ac.id, Depok – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan terus berkomitmen memperluas jejaring dan memperkuat tata kelola kelembagaan melalui sinergi antar-perguruan tinggi. Langkah strategis ini ditunjukkan langsung oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., yang menghadiri sidang promosi doktor di Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), Depok, Selasa ( 7/7/2026).

Kehadiran ini sekaligus menjadi momentum penting dalam menjajaki perluasan kerja sama dengan UIII. Ismail Suardi Wekke menyampaikan bahwa kehadiran pimpinan IAI Rawa Aopa dalam forum akademik berskala internasional seperti di UIII merupakan bagian dari ikhtiar institusi untuk menyerap energi akademik serta mempererat hubungan kelembagaan dengan berbagai kampus top tanah air, termasuk UIII.

Menurutnya, kolaborasi lintas disiplin ilmu kini sudah menjadi keharusan bagi kampus berkembang di daerah. “Kehadiran kami di sini bukan sekadar menghadiri seremonial akademik, melainkan sebuah langkah nyata untuk merajut kemitraan yang lebih erat dengan UIII demi penguatan mutu kelembagaan kami di Sulawesi Tenggara,” ujar Ismail di sela-sela acara promosi doktor tersebut.

Lebih lanjut, Ismail menjelaskan bahwa salah satu fokus utama dari rencana perluasan kerja sama dengan UIII adalah pengembangan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dan pemanfaatan teknologi untuk tata kelola kampus. Ia menilai bahwa UIII memiliki keunggulan yang sangat besar dalam inovasi teknologi, yang dapat diadaptasi oleh IAI Rawa Aopa dalam mewujudkan ekosistem kampus berbasis knowledge management.

Ia menambahkan bahwa transformasi kampus era digital memerlukan sentuhan transdisipliner, di mana nilai-nilai keagamaan dan sosial yang menjadi basis IAI Rawa Aopa dapat bersinergi dengan pendekatan sains dan teknologi yang dimiliki oleh ITB. Melalui perluasan kerja sama ini, diharapkan akan ada transfer pengetahuan, joint research, maupun penguatan tata kelola kepegawaian dan keuangan yang lebih modern.

“Kami melihat ruang kolaborasi yang sangat terbuka lebar, terutama dalam hal adaptasi teknologi informasi dan peningkatan kapasitas dosen melalui program-program strategis bersama ITB ke depan,” kata Ismail optimis.

Sidang promosi doktor di UIII ini dihadiri oleh sejumlah tokoh akademisi terkemuka dari berbagai komputer nasional, yang sekaligus menjadi ruang diskusi informal bagi pimpinan antar-perguruan tinggi dalam membaca arah pengembangan pendidikan tinggi di Indonesia.
Menutup pernyataannya, Ismail menegaskan bahwa IAI Rawa Aopa Konawe Selatan tidak boleh berjalan sendiri dalam menghadapi tantangan global, melainkan harus aktif menjemput bola dengan membangun penta-helix collaboration demi kemajuan daerah.

“Melalui kolaborasi erat bersama UIII dan jaringan siber akademik yang inklusif, kami optimistis IAI Rawa Aopa akan bertransformasi menjadi pusat inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat luas,” pungkasnya.

IMG-20260706-WA0067

Pertemuan di Kemlu RI: SEAAM Matangkan Persiapan ASEAN Symposium 2026

Mutu.rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – South East Asia Academic Mobility (SEAAM) bersama Binus University mematangkan persiapan penyelenggaraan ASEAN Symposium on Higher Education yang dijadwalkan berlangsung pada 22–28 September 2026 mendatang di Jakarta-Bandung. Sebagai bagian dari langkah strategis memperkuat muatan kebijakan dalam forum tersebut, SEAAM mulai membangun komunikasi intensif dengan pemangku kebijakan luar negeri.

Komite Saintifik SEAAM, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., melakukan kunjungan ke Kantor Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia di Jakarta pada Senin (6/7/2026). Kedatangan perwakilan SEAAM ini membawa agenda utama untuk mengundang Kepala Badan Strategi Kebijakan Luar Negeri (BSKLN) Kementerian Luar Negeri agar berkenan hadir dan memberikan pandangan strategisnya sebagai pembicara kunci dalam simposium bergengsi tersebut.

Ismail Suardi Wekke menegaskan bahwa kehadiran pengambil kebijakan luar negeri sangat krusial untuk memberikan arah baru bagi masa depan integrasi pendidikan di kawasan ASEAN. Kegiatan ini juga dilaksanakan sebagai implementasi kerjasama perguruan tinggi Indonesia dengan Universiti Kebangsaan Malaysia.

“Kami berharap Kepala BSKLN Kemlu RI dapat memaparkan arah kebijakan strategis regional, sehingga perguruan tinggi di Asia Tenggara mampu merespons tantangan global secara selaras,” ujar Ismail saat ditemui di gedung Kemlu RI, Jakarta, Senin (6/7/2026).

Usai pertemuan tersebut, Ismail juga menjelaskan bahwa simposium ini dirancang untuk tidak sekadar menjadi ajang diskusi akademik konvensional. Forum satu minggu di Bandung nanti akan diarahkan menjadi motor penggerak inovasi tata kelola dan mutu pendidikan tinggi di tingkat regional.

“ASEAN Symposium on Higher Education tahun ini dirancang sebagai platform dinamis yang mempertemukan pemikiran akademis dan praktisi kebijakan demi melahirkan peta jalan pendidikan tinggi yang adaptif,” lanjutnya.

Selain menggandeng Binus University sebagai mitra pelaksana utama di Indonesia, agenda internasional ini dipastikan akan memiliki daya jangkau yang lebih luas dengan keterlibatan aktif dari institusi mancanegara. SEAAM mengonfirmasi telah menjalin kemitraan erat dengan Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) untuk memperkuat basis riset dan jaringan kolaborasi antarnegara selama simposium berlangsung.

Ismail menambahkan bahwa sinergi bilateral antara institusi Indonesia dan Malaysia dalam acara ini mencerminkan komitmen kuat untuk membangun ekosistem akademik yang inklusif di Asia Tenggara.

“Kolaborasi dengan Universiti Kebangsaan Malaysia mempertegas visi kami bahwa transformasi mutu pendidikan tinggi hanya bisa dicapai melalui kerja sama lintas batas yang konkret,” pungkas Ismail.

Melalui persiapan yang matang dan dukungan dari berbagai pihak, termasuk sektor pemerintahan dan universitas papan atas regional, ASEAN Symposium on Higher Education di Bandung diharapkan dapat melahirkan rekomendasi-rekomendasi taktis bagi perkembangan dunia akademik di kawasan Asia Tenggara.

IMG-20260705-WA0014

IAI Rawa Aopa dan SAPPK ITB Awali Kerjasama dengan Kehadiran di Seminar

Mutu.rawaaopakonsel.ac.id, Bandung – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan terus bergerak progresif dalam memperluas cakupan kerja sama akademis dan kelembagaan di tingkat nasional. Langkah strategis ini ditandai dengan partisipasi aktif pimpinan IAI Rawa Aopa dalam forum seminar ilmiah yang diselenggarakan oleh Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK) Institut Teknologi Bandung (ITB), di Kampus ITB Ganesha, Bandung, Jumat (3/7/2026).

Kehadiran utusan pemimpin ini tidak sekedar menyampaikan undangan akademis biasa, melainkan bagian dari cetak biru (blueprint) luas kemitraan strategi interdisipliner antara rumpun ilmu agama dan sains teknologi. SAPPK ITB, yang terkenal bereputasi tinggi dalam bidang perencanaan wilayah dan kebijakan publik, dipandang sebagai mitra ideal bagi IAI Rawa Aopa untuk mendorong percepatan pembangunan serta tata kelola organisasi yang berbasis pada penelitian komprehensif.

Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa keterlibatan institusinya di ITB merupakan momentum krusial untuk menyerap inovasi tata kelola kelembagaan dan metodologi penelitian kontemporer. Pihaknya menyatakan tekad untuk menyelaraskan perspektif pengembangan institusi di daerah dengan pusat-pusat keunggulan akademik nasional.

“Kami berkomitmen penuh untuk membawa visi IAI Rawa Aopa melampaui batas-batas regional melalui kolaborasi erat dengan kampus bereputasi seperti ITB,” ujar Ismail Suardi Wekke.

Di tempat yang sama, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., menambahkan bahwa implementasi nyata dari kehadiran ini akan langsung ditindaklanjuti dalam bentuk rancangan program konkret.

Ismail menekankan pentingnya penerapan manajemen pengetahuan dan ekosistem tata kelola berbasis digital untuk mendukung mutual serta akreditasi kelembagaan di masa depan.

“Langkah awal pasca-seminar ini adalah menyusun formula kemitraan formal yang mencakup penelitian bersama dan kebijakan pengembangan publik lokal,” jelas Ismail Suardi Wekke yang juga menjabat sebagai Direktur Direktorat Pascasarjana IAI Rawa Aopa tersebut.

Pihak SAPPK ITB menyambut hangat kehadiran pimpinan dari Konawe Selatan ini. Melalui perwakilan panitia seminar, SAPPK ITB menyampaikan apresiasi yang mendalam atas inisiatif kolaboratif ini karena mereka melihat adanya potensi besar dalam mengintegrasikan pendekatan tata ruang dan kebijakan publik dengan kearifan lokal serta sosiologis keagamaan yang menjadi kekuatan utama IAI Rawa Aopa.

“SAPPK ITB senantiasa membuka pintu bagi sinergi interdisipliner yang mampu memberikan dampak nyata bagi tata ruang dan kemajuan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia,” ungkap salah satu pimpinan sidang dalam seminar tersebut.

Pertemuan intensif di lingkungan kampus legendaris ini diharapkan segera menghasilkan nota kesepahaman formal (MoU) dan perjanjian kerja sama yang adaptif, guna memperkuat peran perguruan tinggi sebagai motor inovasi sosial sekaligus penggerak literasi di wilayah Sulawesi Tenggara.

IMG-20260705-WA0006

Pimpinan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Hadiri Sidang Promosi Doktor Yusril Ihza Mahendra di Universitas Indonesia

Mutu.rawaaopakonsel.ac.id, Depok – Pimpinan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menghadiri sidang terbuka promosi doktor pakar hukum tata negara, Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Sc. Sidang yang berlangsung khidmat tersebut digelar di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB), Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat, Kamis (2/7/2026).

Dalam sidang terbuka tersebut, Yusril Ihza Mahendrayang kini menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Penafsiran Kembali Pemikiran Mohammad Natsir tentang Relasi Islam dengan Negara: Sebuah Telaah Filsafat dengan Pendekatan Hermeneutika Fenomenologis-Eksistensial”.

Melalui karya ilmiah tersebut, ia mengkaji secara mendalam gagasan Mohammad Natsir mengenai konsep teistik demokrasi sebagai jalan tengah antara Islam dan sekulerisme.

Di bawah bimbingan Promotor Prof. Manneke Budiman, Ph.D., dan Co-Promotor Dr. Bondan Kanumoyoso, M.Hum., Yusril dinyatakan lulus oleh tim penguji dan resmi menyandang gelar Doktor di bidang Ilmu Filsafat dengan predikat Sangat Memuaskan.

Kehadiran pimpinan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan dalam forum akademik ini menegaskan komitmen institusi dalam mendukung pengembangan iklim akademik sekaligus memperkuat jaringan kelembagaan di tingkat nasional. Sidang promosi doktor ini turut dihadiri oleh deretan tokoh penting nasional, pejabat negara, serta tokoh lintas sektor. Di kursi undangan VIP tampak hadir sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, pimpinan lembaga tinggi negara, politisi senior, hingga para pakar hukum kenamaan tanah air.

 

Kehadiran para tokoh ini merefleksikan besarnya atensi publik dan dunia akademik terhadap pemikiran filsafat politik yang diangkat dalam sidang tersebut. Tak hanya dari kalangan pemerintahan, atmosfer akademis di aula FIB UI juga diperkuat oleh kehadiran sejumlah kolega dan juga Keluarga Muhammad Natsir.

Selain pimpinan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, terlihat pula perwakilan akademisi dari universitas-universitas di Jakarta dan sekitarnya yang hadir untuk memberikan apresiasi sekaligus menyimak langsung perdebatan ilmiah dalam ruang sidang.

Suasana haru dan syukur menyelimuti ruangan saat keluarga besar Yusril Ihza Mahendra, termasuk kerabat dekat dan kolega setianya di jajaran Partai Bulan Bintang (PBB), turut menyaksikan momen bersejarah tersebut.

Pimpinan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan menyampaikan apresiasi yang mendalam atas pencapaian akademik tertinggi yang diraih oleh tokoh hukum nasional tersebut. Pemikiran dan rekam jejak Yusril dinilai dapat menjadi inspirasi besar bagi civitas akademika di Sulawesi Tenggara.

“Kehadiran kami di sini adalah bentuk penghormatan terhadap tradisi intelektual. Sosok pemikiran hukum dan filsafat politik di Indonesia sangat melekat pada beliau. Capaian ini diharapkan mampu memotivasi dunia pendidikan di daerah, termasuk di IAI Rawa Aopa, untuk terus melahirkan pemikir-pemikir besar,” ujar Ismail Suardi Wekke.

Sebagaimana kita ketahui, Yusril Ihza Mahendra merupakan salah satu pemikir hukum tata negara berpengaruh di Indonesia pasca-Reformasi yang memiliki rekam jejak panjang di pemerintahan. Selain aktif di dunia politik dan pernah menduduki berbagai kursi menteri di beberapa era presiden, ia juga dikenal konsisten merawat karier akademiknya sebagai Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Indonesia, hingga kini berhasil melengkapi kepakarannya dengan meraih gelar doktor di bidang Ilmu Filsafat.

Selain menghadiri prosesi promosi doktor, momentum ini juga dimanfaatkan oleh pihak IAI Rawa Aopa Konawe Selatan untuk menyapa dan berdiskusi singkat dengan berbagai tokoh pendidikan dan keagamaan yang hadir. Langkah ini diharapkan dapat membuka jalan bagi kolaborasi tridarma perguruan tinggi yang lebih luas, termasuk peluang kuliah umum maupun pengembangan riset hukum dan humaniora di masa depan.

IMG-20260704-WA0046

Kolaborasi BINUS University dan Kemenpar Fokus pada SDM, AI, dan Pariwisata Berkelanjutan

Mutu.rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Penguatan sumber daya manusia (SDM), pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), serta pengembangan pariwisata berkelanjutan menjadi fokus utama dalam audiensi antara BINUS University dan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Kamis (2/7/2026).

Audiensi yang difasilitasi Asisten Deputi Peningkatan Kapasitas SDM Aparatur dan Pendidikan Vokasi itu berlangsung di Ruang Rapat Lantai 11 Gedung Sapta Pesona. Pertemuan dihadiri Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata, Prof. Dr. John Connell dari Sydney University, Australia, perwakilan BINUS University, serta jejaring lebih dari 27 perguruan tinggi dari berbagai daerah di Indonesia.

Forum tersebut membahas strategi memperkuat promosi pariwisata Indonesia di tengah keterbatasan anggaran pemasaran pada tahun ini. Salah satu solusi yang mengemuka adalah optimalisasi teknologi digital berbasis perangkat seluler untuk menjangkau wisatawan secara lebih efektif dan efisien.

Dalam kesempatan itu juga diperkenalkan MaiA, asisten virtual berbasis kecerdasan buatan yang dirancang untuk membantu wisatawan merencanakan perjalanan ke Indonesia secara lebih personal. Teknologi tersebut mampu memberikan rekomendasi berdasarkan durasi kunjungan, destinasi yang diminati, hingga aktivitas wisata yang sesuai dengan preferensi pengguna.

Selain transformasi digital, peserta audiensi juga membahas pentingnya pengembangan pariwisata berkelanjutan melalui penguatan desa wisata berbasis komunitas. Evaluasi penyelenggaraan berbagai event pariwisata turut menjadi perhatian agar mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi sektor perhotelan, restoran, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Forum juga mengidentifikasi masih adanya kesenjangan antara kebutuhan industri pariwisata yang berkembang pesat dengan kesiapan sumber daya manusia. Karena itu, penyesuaian kurikulum pendidikan tinggi dan vokasi dinilai menjadi langkah strategis untuk menghasilkan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Wakil Rektor I Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menilai pertemuan tersebut menunjukkan arah baru pembangunan pariwisata nasional yang semakin menempatkan inovasi dan kolaborasi sebagai fondasi utama.

“Pariwisata Indonesia tidak lagi cukup mengandalkan keindahan alam semata. Diperlukan transformasi SDM yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, termasuk pemanfaatan artificial intelligence, agar mampu menjawab tantangan industri yang terus berubah,” ujar Ismail Suardi Wekke.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri merupakan faktor penting dalam membangun ekosistem pariwisata yang berkelanjutan sekaligus berdaya saing di tingkat global.

“Kampus memiliki peran strategis sebagai pusat pengembangan pengetahuan, riset, dan inovasi. Karena itu, sinergi dengan pemerintah dan pelaku industri harus diterjemahkan dalam program-program konkret yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat,” katanya.

Dalam audiensi tersebut, para peserta menyepakati tiga langkah tindak lanjut. Pertama, menjadikan transformasi SDM, penyelenggaraan event, safety tourism, dan teknologi AI sebagai pilar utama dalam menjawab tantangan industri menuju Indonesia Emas 2045.

Kedua, mendorong pendekatan yang lebih terukur, tepat sasaran, dan berbasis kebutuhan lapangan. Ketiga, mengimplementasikan kolaborasi melalui program percontohan (pilot project) yang dikoordinasikan melalui satu pintu agar pelaksanaannya lebih efektif dan terarah.

Menutup pandangannya, Ismail Suardi Wekke menegaskan bahwa implementasi nyata dari hasil audiensi menjadi kunci keberhasilan transformasi sektor pariwisata nasional.

“Bagian yang paling penting bukan hanya menghasilkan gagasan, tetapi memastikan setiap kesepakatan diwujudkan dalam aksi nyata. Kolaborasi yang berkelanjutan akan menjadi modal utama untuk membangun pariwisata Indonesia yang inovatif, inklusif, dan berdaya saing global,” tutup Ismail Suardi Wekke.

IMG-20260622-WA0050

IAI Rawa Aopa dan Istiqlal Fatwa Centre Bahas Peluang Kolaborasi Akademik

Mutu.rawaaopakonsel.ac.id, Ciputat – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menjajaki peluang kerja sama dengan Istiqlal Fatwa Centre (IFTA) guna memperkuat pengembangan keilmuan, khususnya pada Program Studi Hukum Tata Negara di Fakultas Syariah.

Gagasan kolaborasi tersebut mencuat dalam pertemuan yang berlangsung di sela kegiatan Majelis Ikatan Alumni Pesantren IMMIM (IAPIM) Jabodetabek di Ciputat, Sabtu (19/6/2026).

Pada kesempatan tersebut, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, bertemu dengan Direktur Istiqlal Fatwa Centre, Dr. H. Mahkama Mahdin, Lc., M.A.

Mahkama Mahdin yang merupakan alumnus Universitas Al-Azhar Kairo hadir sebagai narasumber dalam pengajian bulanan IAPIM Jabodetabek. Seusai kegiatan, keduanya berdiskusi mengenai peluang pengembangan jejaring Istiqlal Fatwa Centre di berbagai daerah, termasuk Sulawesi Tenggara.

Menurut Ismail, upaya Masjid Istiqlal Jakarta memperluas jangkauan IFTA ke berbagai wilayah Indonesia perlu mendapat dukungan dari perguruan tinggi, terutama yang memiliki basis keilmuan syariah dan hukum.

“Kami melihat visi Imam Besar Masjid Istiqlal untuk mengembangkan Istiqlal Fatwa Centre ke berbagai wilayah Indonesia sebagai peluang strategis yang patut disambut oleh perguruan tinggi daerah,” kata Ismail.

Ia menilai, IAI Rawa Aopa memiliki modal akademik yang memadai untuk mendukung pengembangan program tersebut. Fakultas Syariah, khususnya Program Studi Hukum Tata Negara, dinilai memiliki karakter kajian yang relevan dengan isu-isu hukum Islam dan tata kelola pemerintahan kontemporer.

“Fakultas Syariah kami, terutama Program Studi Hukum Tata Negara, memiliki kekhasan yang kontekstual untuk menjadi mitra strategis dalam mengembangkan dan mendiseminasikan kajian-kajian yang dihasilkan Istiqlal Fatwa Centre,” ujarnya.

Selain memperluas akses masyarakat terhadap kajian hukum Islam yang otoritatif, Ismail berharap kolaborasi tersebut dapat menjadi ruang pertukaran gagasan dan penguatan kapasitas akademik antara perguruan tinggi dan lembaga fatwa nasional.

Menurut dia, sinergi antara institusi pendidikan tinggi dan Istiqlal Fatwa Centre akan memperkaya perspektif keilmuan sekaligus menghadirkan rujukan hukum Islam yang moderat, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat daerah.

“Melalui kolaborasi ini, kami berharap IAI Rawa Aopa dapat menjadi salah satu mitra pengembangan IFTA di kawasan Sulawesi Tenggara serta berkontribusi dalam menghadirkan kajian hukum Islam yang integratif dan berorientasi pada kemaslahatan umat,” kata Ismail.

Pertemuan yang berawal dari silaturahmi alumni Pesantren IMMIM tersebut diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui kerja sama yang lebih konkret. Langkah itu sekaligus mendukung upaya desentralisasi edukasi dan pelayanan fatwa yang tengah dikembangkan oleh Masjid Istiqlal Jakarta.

IMG-20260621-WA0043

IAI Rawa Aopa Dorong Penguatan Riset Hukum Internasional Lewat Forum di UI

Mutu.rawaaopakonsel.ac.id, Depok – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan mengikuti program penguatan kapasitas di bidang hukum perdagangan internasional yang diselenggarakan Universitas Indonesia (UI), Depok, Jumat (19/6/2026).

Kegiatan bertajuk Capacity Building Programme on International Trade Law: PhD and Researcher Workshop itu menghadirkan pakar hukum perdagangan internasional, Prof. Peter Van de Bossche dari School of Law, Xi’an Jiaotong University (XJTU), Tiongkok. Dalam forum tersebut, peserta mendalami perkembangan dan tantangan terkini dalam sistem penyelesaian sengketa Organisasi Perdagangan Dunia atau World Trade Organization (WTO).

Partisipasi IAI Rawa Aopa diwujudkan melalui keterlibatan aktif Program Studi Hukum Tata Negara (HTN). Keikutsertaan tersebut menjadi bagian dari upaya kampus memperluas jejaring akademik internasional sekaligus memperkuat kapasitas riset dosen dan peneliti di bidang hukum internasional.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., mengatakan keterlibatan dalam forum tersebut merupakan bentuk komitmen institusi dalam menghadirkan perspektif global ke lingkungan akademik kampus.

“Kami ingin memastikan bahwa dosen dan periset di Program Studi Hukum Tata Negara IAI Rawa Aopa memiliki pemahaman yang kuat dan kontekstual mengenai mekanisme WTO Dispute Settlement yang terus berkembang,” ujarnya.

Menurut Ismail, materi yang disampaikan Prof. Peter Van de Bossche memberikan perspektif baru bagi pengembangan kurikulum dan penguatan kajian hukum perdagangan internasional di lingkungan kampus.

“Pemikiran dari mantan Ketua Badan Banding WTO tersebut akan membantu institusi dalam merumuskan metode pembelajaran hukum perdagangan internasional yang lebih aplikatif dan relevan dengan tantangan zaman,”katanya.

Ia menambahkan, hasil workshop akan diintegrasikan ke dalam ekosistem riset Program Studi HTN agar mahasiswa dan dosen dapat mengakses perkembangan terbaru dalam kajian hukum perdagangan global.

Selain itu, interaksi dengan akademisi dan peneliti dari berbagai perguruan tinggi dinilai membuka peluang kerja sama yang lebih luas, termasuk kolaborasi penelitian dan publikasi ilmiah.

“Keikutsertaan dalam capacity building di UI ini adalah investasi jangka panjang untuk melahirkan riset-riset berkualitas yang mampu berkontribusi pada penyelesaian isu-isu hukum kontemporer,” ujarnya.

Ismail juga menegaskan bahwa pemahaman terhadap hukum internasional kini menjadi kebutuhan penting bagi perguruan tinggi di daerah untuk menghasilkan lulusan yang mampu bersaing di tingkat global.

“Pemahaman komprehensif mengenai hukum internasional kini bukan lagi monopoli perguruan tinggi di kota besar, melainkan kebutuhan mutlak bagi kampus-kampus di daerah demi mencetak lulusan yang berdaya saing global,” katanya.

Workshop yang berlangsung interaktif tersebut membahas berbagai studi kasus sengketa perdagangan antarnegara dalam kerangka WTO. Melalui kegiatan itu, Program Studi HTN IAI Rawa Aopa diharapkan semakin memperkuat posisinya sebagai pusat kajian hukum tata negara dan hukum internasional di kawasan Sulawesi Tenggara.