IMG-20260717-WA0047

Menag Ajak Kampus Hidupkan Kembali Tradisi Intelektual Islam, UIN Jakarta Luncurkan Tiga Buku Pemikiran Nasaruddin Umar

Mutu.rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, mengajak seluruh perguruan tinggi untuk menghidupkan kembali tradisi intelektual Islam melalui budaya membaca, menulis, meneliti, dan menerbitkan karya ilmiah. Seruan itu disampaikan saat peluncuran dan bedah tiga buku seri pemikirannya di Auditorium Harun Nasution Kampus I UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Kamis (16/7/2026).

Peluncuran buku tersebut menjadi momentum penguatan budaya literasi dan tradisi akademik di lingkungan perguruan tinggi sekaligus penegasan peran UIN Jakarta sebagai pusat pengembangan pemikiran Islam di Indonesia.

Tiga buku yang diluncurkan yakni “Pikiran yang Memurnikan: Jejak Mahakarya Prof. Nasaruddin Umar , Simpul Pemikiran Prof. Nasaruddin Umar, serta Artikel dan Opini Pilihan Prof. Nasaruddin Umar”. Ketiganya merekam perjalanan intelektual Nasaruddin Umar dalam isu keislaman, kebangsaan, kemanusiaan, hingga peradaban.

“Semoga peluncuran buku ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk memperkuat tradisi intelektual Islam Indonesia dan melahirkan generasi akademisi yang produktif, terbuka, serta mampu berkontribusi di tingkat nasional maupun global,” ujar Nasaruddin Umar.

Dalam pidatonya, Menag juga mengenang kuatnya tradisi intelektual yang pernah tumbuh di kawasan Ciputat pada masa kepemimpinan Prof. Dr. M. Quraish Shihab sebagai Rektor UIN Jakarta. Menurutnya, saat itu diskusi ilmiah rutin menjadi ruang pertemuan para profesor, dosen, mahasiswa, dan komunitas intelektual dari berbagai perguruan tinggi.

“Saya masih mengingat suasana intelektual di Ciputat pada masa lalu. Di kawasan ini tumbuh berbagai komunitas akademik yang aktif berdiskusi dan berdebat secara sehat. Persaingan yang terjadi bukanlah persaingan politik semata, melainkan persaingan intelektual yang melahirkan gagasan-gagasan besar. Saya berharap semangat akademik seperti itu dapat kita hidupkan kembali,” katanya.

Menag menilai Indonesia mempunyai peluang besar untuk mengambil peran penting dalam membangun peradaban Islam dunia. Menurutnya, setelah Timur Tengah menjalankan peran sejarah sebagai tempat lahirnya Islam, Indonesia berpotensi menjadi pusat pengembangan peradaban Islam yang maju, damai, dan berkemajuan.

“Bagi saya, sudah saatnya Indonesia mengambil peran yang lebih besar dalam membangun peradaban Islam dunia. Timur Tengah telah menunaikan peran historisnya sebagai tempat lahirnya Islam. Kini, estafet pengembangan peradaban Islam yang maju, damai, dan berkemajuan memiliki peluang besar untuk tumbuh dari Indonesia,” tegasnya.

Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Asep Saepudin Jahar, MA, Ph.D., mengatakan peluncuran ketiga buku tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari upaya membangun kembali tradisi intelektual di kampus.

Menurutnya, karya-karya Nasaruddin Umar menghadirkan kontribusi penting bagi perkembangan kajian Islam kontemporer, mulai dari hermeneutika gender, eko-sufisme, hermeneutika sosial, psikosufisme, hingga ekoteologi.

“Tiga buku karya Prof.Dr.KH.Nasaruddin Umar tidak hanya mendokumentasikan perjalanan intelektual beliau selama puluhan tahun, tetapi juga menghadirkan perspektif baru yang memperkaya khazanah keilmuan Islam kontemporer,” ujar Asep.

Ia berharap buku-buku tersebut dapat menjadi referensi bagi mahasiswa dan akademisi dalam melahirkan penelitian, skripsi, tesis, disertasi, serta berbagai publikasi ilmiah lainnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, SH, M.Si., mengapresiasi produktivitas intelektual Nasaruddin Umar. Menurutnya, buku ketiga tersebut menunjukkan keluasan perspektif keilmuan yang mampu memadukan kajian keislaman dengan pendekatan multidisipliner.

“Seorang intelektual tidak boleh berhenti pada teks semata, tetapi harus mampu membaca dinamika sosial dan persoalan zaman. Dari situlah lahir karya-karya Prof. Nasaruddin Umar yang mampu menjembatani ajaran Islam dengan realitas kehidupan masyarakat modern,” ujar Yusril.

Acara peluncuran dihadiri jajaran pimpinan Kementerian Agama, para rektor Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), pimpinan perguruan tinggi Islam swasta, guru besar, ilmuwan, ulama, birokrat, cendekiawan, dan mahasiswa dari berbagai daerah.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan peluncuran simbolis tiga buku, penandatanganan poster buku, penyerahan buku kepada sepuluh tokoh nasional, serta sesi bedah buku yang menghadirkan sejumlah ilmuwan dan pakar, di antaranya Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Prof. Dr. H. Amin Suyitno, M.Ag., Rektor UIN Sumatera Utara Prof. Dr. Hj. Nurhayati, M.Ag., Dr. Budhy Munawar Rachman, MA, dan penulis buku Rahmat Taufik Sihaputar, SQ, M.Ag., dengan moderator Prof. Ali Munhanif, MA, Ph.D.

IMG-20260716-WA0007

Ismail Suardi Wekke: Buku Seri Pemikiran Nasaruddin Umar Jadi Rujukan Transformasi Pendidikan Islam

Mutu.rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Tiga buku Seri Pemikiran Prof. KH Nasaruddin Umar, MA resmi diluncurkan di Auditorium Harun Nasution, Kampus I Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Kamis (16/7/2026). Peluncuran tersebut menjadi bagian dari upaya mendokumentasikan sekaligus memperluas penyebaran gagasan intelektual Menteri Agama Republik Indonesia kepada kalangan akademisi dan masyarakat.

Kegiatan yang digelar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta bekerja sama dengan Kementerian Agama RI, Kantor Nasaruddin Umar (NUO), UIN Sumatera Utara Medan, Universitas PTIQ Jakarta, dan Prodeleader Global Media itu melibatkan sejumlah tokoh nasional, akademisi, serta pimpinan perguruan tinggi keagamaan dari berbagai daerah.

Tiga buku yang diluncurkan masing-masing berjudul “Pikiran yang Memurnikan: Jejak Mahakarya Prof. Nasaruddin Umar” karya Rahmat Taufik Sipahutar, Simpul Pemikiran Prof. Nasaruddin Umar, dan Artikel & Opini Pilihan Prof. Nasaruddin Umar. Ketiganya mengulas perkembangan pemikiran Nasaruddin Umar, mulai dari isu epistemologi, tafsir, moderasi beragama, hingga tantangan pendidikan Islam di era digital.

Acara peluncuran menghadirkan Menteri Agama RI Prof. KH Nasaruddin Umar, MA dan Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan RI Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, SH, M.Si. sebagai pembicara utama. Sementara itu, Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof. Asep Saepudin Jahar membuka kegiatan yang kemudian dilanjutkan dengan sesi buku bedah bersama sejumlah sejarawan.

Di sela-sela kegiatan, Pimpinan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menilai kehadiran buku seri pemikiran tersebut menjadi referensi penting bagi pengembangan pendidikan Islam di Indonesia, khususnya bagi perguruan tinggi keagamaan.

“Menurut saya, buku ini bukan hanya mendokumentasikan perjalanan intelektual Prof. Nasaruddin Umar, tetapi juga menawarkan arah baru bagi pengembangan pendidikan Islam yang mampu menjawab tantangan zaman,” kata Ismail.

Ia mengatakan berbagai gagasan tertua dalam buku tersebut dapat menjadi rujukan dalam memperkuat tata kelola perguruan tinggi, pengembangan kurikulum, hingga transformasi digital di lingkungan kampus.

“Buku ini bukan sekedar narasi teks biasa, melainkan kompas pemikiran yang dapat menjadi acuan dalam membangun institusi pendidikan Islam yang lebih modern, adaptif, dan tetap diterapkan pada nilai-nilai keislaman,” ujarnya.

Menurut Ismail, perguruan tinggi keagamaan mempunyai tanggung jawab untuk menerjemahkan gagasan-gagasan tersebut ke dalam praktik pendidikan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Oleh karena itu, IAI Rawa Aopa, kata dia, akan menjadikan berbagai pemikiran tertua dalam buku tersebut sebagai salah satu referensi dalam pengembangan kurikulum, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Kami ingin nilai-nilai yang dibangun Prof. Nasaruddin Umar tidak berhenti sebagai wacana akademik, tetapi benar-benar diimplementasikan dalam proses pembelajaran sehingga mampu melahirkan lulusan yang unggul secara intelektual sekaligus memiliki karakter moderat,” tuturnya.

Peluncuran buku ini juga dirangkaikan dengan penyerahan simbolis kepada sejumlah tokoh nasional sebagai bagian dari upaya memperluas penyebaran gagasan Prof. Nasaruddin Umar kepada kalangan akademisi, pemerintah, dan masyarakat luas.

IMG-20260708-WA0058

Pimpinan IAI Rawa Aopa Hadiri Pembukaan Muktamar Al Washliyah, Bawa Misi Sinergi Kampus

Mutu.rawaaopakonsel.ac.id,Jakarta — Pimpinan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menghadiri upacara pembukaan Muktamar Al Washliyah yang berlangsung khidmat di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Selasa (7/7/2026). Kehadiran ini sekaligus menjadi momentum penting bagi kampus untuk memperluas perluasan kerja sama dengan jaringan Perguruan Tinggi Al Washliyah.

Acara pembukaan muktamar tersebut diresmikan langsung oleh Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia, Ahmad Muzani. Dari IAI Rawa Aopa Konawe Selatan diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian, Ismail Suardi Wekke.

Di sela-sela acara pembukaan, Ismail Suardi Wekke menyampaikan bahwa kehadiran IAI Rawa Aopa merupakan bentuk penghormatan sekaligus langkah strategis dalam membangun kedekatan institusional dengan keluarga besar Al Washliyah.

“Kami sangat bersyukur dapat hadir langsung dalam pembukaan Muktamar Al Washliyah ini, sebuah forum terhormat yang mempertemukan berbagai gagasan besar untuk umat dan bangsa,” ujar Ismail.

Ismail menjelaskan bahwa momen pembukaan ini menjadi jembatan yang sangat baik untuk saling menyapa dan meneruskan komunikasi sebagaimana telah berjalan ini terkait kolaborasi akademik di masa depan. Dirinya juga menyatakan bahwa menghadiri forum nasional seperti ini memberikan ruang bagi IAI Rawa Aopa untuk menyelaraskan program-program pengembangan mutu pendidikan dengan dinamika kampus-kampus di bawah naungan Al Washliyah.

Lebih lanjut, Ismail menilai bahwa semangat kebersamaan yang terpancar dari pembukaan muktamar ini harus diwujudkan dalam bentuk kerja nyata, salah satunya melalui kemitraan strategis antarperguruan tinggi.

“Momentum pembukaan muktamar yang luar biasa ini harus kita tindak lanjuti dengan sinergi yang konkrit, khususnya dalam upaya peningkatan mutu Tridharma Perguruan Tinggi,” tegas Ismail.

Ia berharap kehadiran IAI Rawa Aopa dalam pembukaan muktamar ini menjadi awal dari hubungan bilateral yang erat dan saling menguntungkan bagi kedua belah pihak.

Pembukaan Muktamar Al Washliyah tahun ini berjalan sukses dengan dihadiri oleh ratusan utusan, tokoh agama, serta sejarawan dari berbagai penjuru tanah air. Kehadiran pimpinan IAI Rawa Aopa dalam seremonial pembukaan tersebut menegaskan posisi kampus asal Konawe Selatan ini yang siap bergerak aktif di kancah pendidikan tinggi nasional.

IMG-20260619-WA0014

IAI Rawa Aopa Siag Gelar Workshop Bersama Turnitin

Mutu.rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan tengah mempersiapkan workshop optimalisasi penggunaan Turnitin sebagai bagian dari upaya memperkuat integritas riset dan meningkatkan kualitas karya ilmiah di lingkungan perguruan tinggi.

Kegiatan yang akan dikoordinasikan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IAI Rawa Aopa tersebut diselenggarakan melalui kerja sama dengan Turnitin. Workshop itu tidak hanya ditujukan bagi civitas akademika internal, tetapi juga akan melibatkan sejumlah perguruan tinggi mitra.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, mengatakan pemanfaatan teknologi pendukung riset perlu dibarengi dengan penguatan budaya akademik yang menjunjung tinggi orisinalitas karya ilmiah.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap lembar karya ilmiah yang lahir dari rahim IAI Rawa Aopa memiliki standar moral dan kualitas yang tidak diragukan lagi,” kata Ismail di Jakarta, Kamis (18/6), usai menghadiri pengukuhan Guru Besar di BINUS University.

Menurut Ismail, penggunaan Turnitin tidak boleh dipandang semata sebagai alat untuk mendeteksi kemiripan naskah. Lebih dari itu, platform tersebut dapat menjadi sarana edukasi bagi dosen dan mahasiswa dalam membangun kebiasaan menulis yang bertanggung jawab.

Ia menuturkan kerja sama dengan Turnitin juga dirancang untuk memperluas manfaat program kepada perguruan tinggi mitra. Dengan demikian, penguatan kapasitas akademik dapat dilakukan secara bersama-sama dalam membangun ekosistem riset yang sehat.

“Turnitin adalah instrumen, tetapi komitmen pada orisinalitas adalah jiwa dari sebuah riset,” ujarnya.

Ismail berharap workshop tersebut mampu meningkatkan pemahaman dosen dan mahasiswa mengenai pemanfaatan Turnitin secara optimal, termasuk dalam melakukan evaluasi dan perbaikan mandiri terhadap karya ilmiah sebelum dipublikasikan.

Menurut dia, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya kampus untuk menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki integritas akademik dan mampu bersaing dalam dunia riset yang semakin kompetitif.

“Workshop ini adalah langkah nyata kami untuk melahirkan peneliti-peneliti yang jujur, kompeten, dan siap bersaing di kancah global,” katanya.

IAI Rawa Aopa menargetkan workshop tersebut menjadi salah satu program penguatan tata kelola penelitian sekaligus mendorong peningkatan kualitas publikasi ilmiah di lingkungan perguruan tinggi.

IMG-20260618-WA0075

IAI Rawa Aopa Berbagi Pengalaman Menembus Indeksasi Scopus dalam Forum Internasional

Mutu.rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan terus memperluas jejaring akademik internasional melalui kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui pertemuan bersama akademisi Universiti Sains Islam Malaysia (USIM) yang berlangsung di Kampus Anggrek Universitas BINUS, Jakarta Barat, Rabu (17/6/2026).

Pertemuan itu menghadirkan Prof. Dato’ Dr. Hasnah Hj. Haron, Konsultan Peneliti dari Fakultas Ekonomi dan Muamalat USIM. Forum tersebut menjadi ruang diskusi mengenai penguatan publikasi ilmiah internasional, pengembangan penelitian kolaboratif, serta perluasan kemitraan akademik di wilayah Asia Tenggara.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, mengikuti kegiatan tersebut secara berani. Menurutnya, kolaborasi antarguru tinggi lintas negara menjadi salah satu strategi penting untuk meningkatkan kualitas akademik sekaligus memperluas kontribusi perguruan tinggi Indonesia di tingkat global.

“Kami hadir dengan memenuhi undangan BINUS Kampus Anggrek membawa misi besar untuk menyerap praktik terbaik dari USIM sekaligus menawarkan kolaborasi taktis yang saling memperkuat,” ujar Ismail.

Dalam kesempatan itu, Ismail juga membagikan pengalaman IAI Rawa Aopa dalam pengumpulan buku yang berhasil terindeks Scopus. Pengalaman tersebut, menurut dia, menunjukkan bahwa perguruan tinggi di Indonesia memiliki peluang yang sama untuk bersaing di tingkat internasional jika didukung tata kelola yang baik dan kemitraan yang kuat.

”Pengalaman kami dalam mengelola buku terindeks Scopus membuktikan bahwa perguruan tinggi mampu bersaing di level global jika dikelola dengan fokus, konsistensi, dan jejaring kemitraan yang kuat,” katanya.

Ia menambahkan, penguatan manajemen pengetahuan dan kerja sama antarlembaga menjadi faktor penting dalam meningkatkan visibilitas karya akademik dosen Indonesia di tingkat internasional. Oleh karena itu, forum seperti ini dinilai penting untuk membuka peluang kolaborasi yang lebih luas, baik dalam penelitian maupun publikasi ilmiah.

Lebih lanjut, Ismail berharap pertemuan tersebut dapat ditindaklanjuti melalui program riset bersama di bidang ekonomi, muamalat, dan tata kelola kelembagaan. Selain itu, kerja sama dalam pengelolaan konferensi ilmiah dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia juga menjadi agenda yang berpotensi dikembangkan.

“Pertemuan dengan Prof. Hasnah hari ini harus segera kita konversikan menjadi langkah nyata, baik dalam penguatan komite saintifik konferensi maupun program pengembangan staf yang berkelanjutan,” ujarnya.

Pertemuan itu ditutup dengan diskusi mengenai peluang kerja sama pengelolaan konferensi, pengembangan penelitian kolaboratif, serta program publikasi bersama yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi kedua institusi.