IMG-20260715-WA0010

Koperasi Malaysia Dijadwalkan Kunjungi IAI Rawa Aopa, Bahas Penguatan Ekonomi Berbasis Syariah

Mutu.rawaaopakonsel.ac.id, Tangerang – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, tengah mempersiapkan kerja sama dengan delegasi Koperasi Malaysia melalui agenda kunjungan yang dirancang sebagai bagian dari penguatan ekonomi kerakyatan berbasis syariah. Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi ruang pertukaran pengalaman pengelolaan koperasi sekaligus pengembangan kapasitas sumber daya manusia di tingkat lokal.

Rencana itu disampaikan Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, di Kampus Binus University, Alam Sutera, Tangerang, Selasa (14/7/2026), usai menjadi narasumber dalam kegiatan Pre-Conference International Conference on Sustainability Business, Economy, and Accounting (ICOSBE) 2026.

Menurut Ismail, kunjungan delegasi Koperasi Malaysia tidak hanya dimaksudkan sebagai agenda seremonial, tetapi menjadi langkah awal membangun kerja sama yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat.

“Kunjungan mitra dari Koperasi Malaysia ke kampus kami di Konawe Selatan bukan sekadar seremoni biasa, melainkan momentum penting untuk menyinergikan potensi pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis syariah,” kata Ismail.

Ia menjelaskan, IAI Rawa Aopa dipilih karena memiliki fokus pengembangan masyarakat pesisir dan pedesaan. Kampus tersebut, kata dia, sedang menyiapkan laboratorium koperasi mahasiswa yang akan menjadi wadah pembelajaran sekaligus pengembangan model pengelolaan koperasi modern dengan mengadopsi sejumlah praktik yang telah diterapkan di Malaysia.

Bagi IAI Rawa Aopa, kerja sama lintas negara tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, baik di kalangan mahasiswa maupun pelaku usaha lokal.

“Kami ingin mahasiswa dan pelaku usaha lokal di Sulawesi Tenggara bisa belajar langsung bagaimana Koperasi Malaysia mampu menembus pasar global dan mengelola aset hingga miliaran ringgit,” ujarnya.

Ismail mengatakan, hasil dari kerja sama itu nantinya tidak berhenti pada pertukaran pengetahuan. Kampus telah menyiapkan program Pengabdian kepada Masyarakat Tematik Internasional yang akan melibatkan mahasiswa dalam pendampingan koperasi desa bersama akademisi dan praktisi dari Malaysia.

Program tersebut, menurut dia, diharapkan menjadi model kolaborasi antara perguruan tinggi dan mitra internasional dalam memperkuat tata kelola koperasi di daerah.

“Kami menargetkan setelah kunjungan ini terlaksana akan lahir sebuah proyek percontohan koperasi modern berbasis digital di Konawe Selatan yang dibina bersama oleh IAI Rawa Aopa dan Koperasi Malaysia,” kata Ismail.

Melalui kolaborasi tersebut, IAI Rawa Aopa berharap pengalaman pengelolaan koperasi di Malaysia dapat diadaptasi sesuai kebutuhan lokal, sehingga mampu memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan dan kawasan pesisir Sulawesi Tenggara.

 

IMG-20260714-WA0002

Binus Business School Gelar Workshop Bersama IAI Rawa Aopa, Implementasikan Kerja Sama Akademik

Mutu.rawaaopakonsel.ac.id, Tangerang – Binus Business School menggelar workshop pra-konferensi sebagai bagian dari rangkaian menuju International Conference on Organizational Sustainability, Business, and Economics (ICOSBE) 2026 di Kampus Binus University Alam Sutera, Tangerang, yang akan di gelar pada Selasa 14 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi implementasi awal dari Letter of Intent (LoI) yang telah bergabung Binus University dan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan.

Workshop menghadirkan sejarawan Ismail Suardi Wekke sebagai narasumber. Selain menjabat Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail juga merupakan Editor IGI Global Publisher serta Distinguished Professor di North Bangkok University, Thailand.

Dalam paparannya, Ismail mengatakan lokakarya tersebut merupakan tindak lanjut dari komitmen kerja sama yang telah disepakati kedua institusi.

“Workshop hari ini merupakan implementasi nyata dari Letter of Intent (LoI) yang sudah ditandatangani antara Binus University dan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan beberapa waktu lalu,” kata Ismail, Senin (13/7/2026).

Menurut dia, kerja sama antarlembaga pendidikan tinggi perlu dijaga agar tidak berhenti menandatangani dokumen, tetapi terus melanjutkan bentuk kegiatan akademik yang menghasilkan kolaborasi penelitian dan publikasi ilmiah.

Ismail juga menilai forum akademik internasional perlunya semakin inklusif sehingga memberikan kesempatan yang sama bagi peneliti dari berbagai daerah untuk berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan.

“Kita memerlukan ruang-ruang akademik yang inklusif, di mana kolaborasi riset tidak lagi memandang geografi institusi, melainkan fokus pada kualitas kontribusi ilmiah yang dihasilkan,” ujarnya.

Lokakarya pra-konferensi ini dirancang untuk membekali dosen, peneliti, dan akademisi dengan penguatan metodologi penelitian serta publikasi strategi pada jurnal internasional bereputasi. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari persiapan menuju penyelenggaraan ICOSBE 2026.

Ismail berharap forum ini dapat menjadi titik awal lahirnya penelitian kolaboratif yang melibatkan berbagai perguruan tinggi, sekaligus meningkatkan kualitas publikasi ilmiah Indonesia di tingkat internasional.

“Saya berharap sinergi ini terus bergulir. Setelah workshop ini, target kita adalah melahirkan publikasi-publikasi berkualitas yang mampu menjawab tantangan bisnis dan sosial di tingkat global,” ujarnya.

Melalui lokakarya tersebut, Binus Business School dan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan menegaskan komitmen untuk memperkuat jejaring akademik, mendorong kolaborasi penelitian lintas institusi, serta meningkatkan kontribusi pendidikan tinggi Indonesia dalam forum ilmiah internasional.

IMG-20260618-WA0058

IAI Rawa Aopa Perkuat Jejaring Akademik, Hadiri Pengukuhan Guru Besar Bidang Digital Marketing di Binus

Mutu.rawaaopakonsel.ac.id, Tangerang – Pimpinan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menghadiri pengukuhan Guru Besar Tetap Binus University yang digelar di Kampus Alam Sutera, Tangerang, Kamis (18/6/2026).

Dalam prosesi tersebut, Prof. Retno Dewanti, S.Si., M.M., Ph.D., resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang Ilmu Digital Marketing.

Acara itu dihadiri oleh jajaran sivitas akademika Binus University, para guru besar dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, serta delegasi akademik dari luar negeri, termasuk Universiti Sains Islam Malaysia (USIM).

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Menurut Ismail, pengukuhan Prof. Retno menjadi momentum penting bagi dunia pendidikan tinggi, terutama dalam menghadapi perkembangan teknologi dan transformasi digital yang berlangsung cepat.

“Kehadiran kami di selain memenuhi undangan, juga dalam kaitan untuk mempertahankan sinergi strategis antarinstitusi dalam menghadapi era disrupsi digital yang kian masif,” kata Ismail.

Ia menilai kepakaran Prof. Retno di bidang digital marketing sangat relevan dengan kebutuhan dunia industri dan pendidikan saat ini.

Karena itu, kata dia, perguruan tinggi perlu terus memperkuat kolaborasi agar mampu beradaptasi dengan perubahan yang terjadi.

Ismail mengatakan IAI Rawa Aopa berkomitmen untuk menyerap berbagai praktik terbaik dari perguruan tinggi terkemuka, termasuk Binus University, guna meningkatkan kualitas tata kelola dan mutu pendidikan di daerah.

Menurutnya, kerja sama antarkampus, baik di tingkat nasional maupun internasional, menjadi kebutuhan yang tidak dapat dihindari dalam upaya mencetak lulusan yang memiliki daya saing global.

Selain itu, Ismail menyoroti kehadiran guru besar tamu dari luar negeri dalam acara tersebut.

Ia menilai partisipasi akademisi internasional menunjukkan bahwa ekosistem pendidikan tinggi Indonesia semakin mendapat perhatian dan pengakuan dari dunia global.

“Kami berharap gagasan-gagasan segar Prof. Retno Dewanti dalam orasi ilmiahnya hari ini dapat diadopsi, tidak hanya di kota besar, melainkan juga menyentuh pengembangan literasi digital di kawasan Indonesia Timur,” pungkasnya.

Pengukuhan Prof. Retno Dewanti sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Digital Marketing menjadi salah satu langkah Binus University dalam memperkuat kontribusi akademik di bidang pemasaran digital yang terus berkembang seiring kemajuan teknologi.