IMG-20260618-WA0075

IAI Rawa Aopa Berbagi Pengalaman Menembus Indeksasi Scopus dalam Forum Internasional

Mutu.rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan terus memperluas jejaring akademik internasional melalui kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui pertemuan bersama akademisi Universiti Sains Islam Malaysia (USIM) yang berlangsung di Kampus Anggrek Universitas BINUS, Jakarta Barat, Rabu (17/6/2026).

Pertemuan itu menghadirkan Prof. Dato’ Dr. Hasnah Hj. Haron, Konsultan Peneliti dari Fakultas Ekonomi dan Muamalat USIM. Forum tersebut menjadi ruang diskusi mengenai penguatan publikasi ilmiah internasional, pengembangan penelitian kolaboratif, serta perluasan kemitraan akademik di wilayah Asia Tenggara.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, mengikuti kegiatan tersebut secara berani. Menurutnya, kolaborasi antarguru tinggi lintas negara menjadi salah satu strategi penting untuk meningkatkan kualitas akademik sekaligus memperluas kontribusi perguruan tinggi Indonesia di tingkat global.

“Kami hadir dengan memenuhi undangan BINUS Kampus Anggrek membawa misi besar untuk menyerap praktik terbaik dari USIM sekaligus menawarkan kolaborasi taktis yang saling memperkuat,” ujar Ismail.

Dalam kesempatan itu, Ismail juga membagikan pengalaman IAI Rawa Aopa dalam pengumpulan buku yang berhasil terindeks Scopus. Pengalaman tersebut, menurut dia, menunjukkan bahwa perguruan tinggi di Indonesia memiliki peluang yang sama untuk bersaing di tingkat internasional jika didukung tata kelola yang baik dan kemitraan yang kuat.

”Pengalaman kami dalam mengelola buku terindeks Scopus membuktikan bahwa perguruan tinggi mampu bersaing di level global jika dikelola dengan fokus, konsistensi, dan jejaring kemitraan yang kuat,” katanya.

Ia menambahkan, penguatan manajemen pengetahuan dan kerja sama antarlembaga menjadi faktor penting dalam meningkatkan visibilitas karya akademik dosen Indonesia di tingkat internasional. Oleh karena itu, forum seperti ini dinilai penting untuk membuka peluang kolaborasi yang lebih luas, baik dalam penelitian maupun publikasi ilmiah.

Lebih lanjut, Ismail berharap pertemuan tersebut dapat ditindaklanjuti melalui program riset bersama di bidang ekonomi, muamalat, dan tata kelola kelembagaan. Selain itu, kerja sama dalam pengelolaan konferensi ilmiah dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia juga menjadi agenda yang berpotensi dikembangkan.

“Pertemuan dengan Prof. Hasnah hari ini harus segera kita konversikan menjadi langkah nyata, baik dalam penguatan komite saintifik konferensi maupun program pengembangan staf yang berkelanjutan,” ujarnya.

Pertemuan itu ditutup dengan diskusi mengenai peluang kerja sama pengelolaan konferensi, pengembangan penelitian kolaboratif, serta program publikasi bersama yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi kedua institusi.

IMG-20260618-WA0058

IAI Rawa Aopa Perkuat Jejaring Akademik, Hadiri Pengukuhan Guru Besar Bidang Digital Marketing di Binus

Mutu.rawaaopakonsel.ac.id, Tangerang – Pimpinan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menghadiri pengukuhan Guru Besar Tetap Binus University yang digelar di Kampus Alam Sutera, Tangerang, Kamis (18/6/2026).

Dalam prosesi tersebut, Prof. Retno Dewanti, S.Si., M.M., Ph.D., resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang Ilmu Digital Marketing.

Acara itu dihadiri oleh jajaran sivitas akademika Binus University, para guru besar dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, serta delegasi akademik dari luar negeri, termasuk Universiti Sains Islam Malaysia (USIM).

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Menurut Ismail, pengukuhan Prof. Retno menjadi momentum penting bagi dunia pendidikan tinggi, terutama dalam menghadapi perkembangan teknologi dan transformasi digital yang berlangsung cepat.

“Kehadiran kami di selain memenuhi undangan, juga dalam kaitan untuk mempertahankan sinergi strategis antarinstitusi dalam menghadapi era disrupsi digital yang kian masif,” kata Ismail.

Ia menilai kepakaran Prof. Retno di bidang digital marketing sangat relevan dengan kebutuhan dunia industri dan pendidikan saat ini.

Karena itu, kata dia, perguruan tinggi perlu terus memperkuat kolaborasi agar mampu beradaptasi dengan perubahan yang terjadi.

Ismail mengatakan IAI Rawa Aopa berkomitmen untuk menyerap berbagai praktik terbaik dari perguruan tinggi terkemuka, termasuk Binus University, guna meningkatkan kualitas tata kelola dan mutu pendidikan di daerah.

Menurutnya, kerja sama antarkampus, baik di tingkat nasional maupun internasional, menjadi kebutuhan yang tidak dapat dihindari dalam upaya mencetak lulusan yang memiliki daya saing global.

Selain itu, Ismail menyoroti kehadiran guru besar tamu dari luar negeri dalam acara tersebut.

Ia menilai partisipasi akademisi internasional menunjukkan bahwa ekosistem pendidikan tinggi Indonesia semakin mendapat perhatian dan pengakuan dari dunia global.

“Kami berharap gagasan-gagasan segar Prof. Retno Dewanti dalam orasi ilmiahnya hari ini dapat diadopsi, tidak hanya di kota besar, melainkan juga menyentuh pengembangan literasi digital di kawasan Indonesia Timur,” pungkasnya.

Pengukuhan Prof. Retno Dewanti sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Digital Marketing menjadi salah satu langkah Binus University dalam memperkuat kontribusi akademik di bidang pemasaran digital yang terus berkembang seiring kemajuan teknologi.