IMG-20260712-WA0020

Jawa Barat dan Selangor Perkuat Kerja Sama Ekonomi Lewat SIBS@ASEAN 2026, Sulawesi Diusulkan Jadi Co-Host Tahun Depan

Mutu.rawaaopakonsel.ac.id, Bandung – Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Pemerintah Negara Bagian Selangor, Malaysia, memperkuat kemitraan ekonomi regional melalui penyelenggaraan Selangor International Business Summit (SIBS)@ASEAN 2026 Edisi Bandung yang berlangsung pada 9–10 Juli 2026. Forum bisnis ini menjadi wadah memperluas kerja sama perdagangan, investasi, dan pengembangan kemitraan strategis antara Indonesia dan Malaysia di kawasan ASEAN.

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 425 delegasi, terdiri atas 225 peserta dari Malaysia dan 200 peserta dari Indonesia, yang berasal dari unsur pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Dalam forum tersebut, akademisi sekaligus Wakil Rektor Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, mengapresiasi kolaborasi yang dibangun antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Selangor.

Ia juga mengusulkan agar Pulau Sulawesi dilibatkan sebagai co-host atau penyelenggara bersama pada pelaksanaan SIBS@ASEAN tahun mendatang. Menurutnya, pelibatan kawasan Indonesia Timur akan memperluas cakupan kerja sama ekonomi sekaligus membuka peluang investasi yang lebih merata.

“Pelibatan Sulawesi sebagai co-host akan menjadi langkah strategis untuk memperkuat konektivitas ekonomi ASEAN sekaligus membuka ruang kolaborasi baru di sektor maritim, komoditas unggulan, pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia,” ujar Ismail.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan mengatakan penyelenggaraan SIBS@ASEAN 2026 menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan ekonomi antara Jawa Barat dan Malaysia. Ia menyebut Malaysia merupakan salah satu investor terbesar di Jawa Barat dengan nilai investasi mencapai Rp47 triliun dalam lima tahun terakhir.

Selain itu, Malaysia juga memberikan kontribusi signifikan terhadap sektor pariwisata Jawa Barat dengan menyumbang sekitar 12,5 persen dari total kunjungan wisatawan mancanegara.

Di sisi lain, Menteri Besar Selangor Dato’ Seri Amirudin Shari berharap forum tersebut tidak berhenti pada pertemuan bisnis semata, tetapi menghasilkan kerja sama konkret yang berkelanjutan antara pelaku usaha kedua negara.

Sebagai tindak lanjut, sejumlah nota kesepahaman (MoU) dan Letter of Intent (LoI) ditandatangani dalam forum tersebut. Beberapa di antaranya meliputi kerja sama antara Wanita Berdaya Selangor (WBS) dan BAPPENAS, Tourism Selangor dengan Batik Air serta ASITA, hingga Letter of Intent antara GreatAsic Technology dan Indonesia Chip Design Collaborative Center (ICDeC).

Forum bisnis ini juga menampilkan paparan mengenai potensi investasi Rebana Metropolitan yang disampaikan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Barat Dedi Taufik, serta tokoh nasional Helmy Yahya.

Tidak hanya berfokus pada sektor perdagangan dan investasi, SIBS@ASEAN 2026 turut menghadirkan Selangor Medical Tourism and Education Expo yang diikuti sekitar 30 peserta pameran dari sektor layanan kesehatan dan pendidikan tinggi. Kehadiran expo tersebut menunjukkan bahwa kerja sama Indonesia-Malaysia diarahkan tidak hanya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat di kawasan ASEAN.

IMG-20260712-WA0027

IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Ditunjuk Jadi Mitra Lokal Kompetisi Antariksa Terbesar NASA

Mutu.rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan resmi menjadi salah satu pusat penyelenggaraan NASA International Space Apps Challenge 2026, kompetisi inovasi berbasis data terbuka terbesar di dunia. Rangkaian kegiatan akan berlangsung sejak Juni 2026 hingga November 2026, membuka peluang bagi mahasiswa, pelajar, peneliti, hingga komunitas teknologi di Sulawesi Tenggara untuk berkolaborasi menyelesaikan tantangan global menggunakan data terbuka milik NASA.

Penunjukan IAI Rawa Aopa sebagai mitra lokal menandai semakin besarnya peran perguruan tinggi di daerah dalam membangun ekosistem inovasi berkelas dunia. Ajang ini tidak hanya menjadi kompetisi, tetapi juga ruang kolaborasi lintas disiplin yang mempertemukan sains, teknologi, lingkungan, dan humaniora dalam merumuskan solusi nyata bagi berbagai persoalan global.

Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan yang juga bertindak sebagai Local Partner NASA Space Apps Challenge 2026, Ismail Suardi Wekke, mengatakan bahwa kepercayaan tersebut merupakan kesempatan besar bagi generasi muda Indonesia Timur untuk menunjukkan kapasitasnya di tingkat internasional.

“Kami ingin menunjukkan bahwa keterbatasan geografis bukan halangan untuk berinovasi di level dunia. Melalui ajang ini, mahasiswa dan komunitas lokal bisa langsung berinteraksi dengan tantangan global,” ujar Ismail Suardi Wekke saat ditemui awak media, Minggu (12/7/2026).

Menurut Ismail, panitia lokal telah menyiapkan berbagai tahapan pendukung agar peserta mampu bersaing secara optimal. Sosialisasi, lokakarya, pendampingan teknis, hingga pembentukan tim akan dilaksanakan secara bertahap sejak Juni hingga Oktober 2026 sebelum memasuki puncak hackathon internasional pada November mendatang.

Ia menegaskan bahwa keterlibatan IAI Rawa Aopa tidak semata-mata menjadi tuan rumah penyelenggaraan, tetapi juga mendorong lahirnya budaya kolaborasi lintas disiplin ilmu. Data satelit dan berbagai sumber data terbuka NASA diharapkan mampu melahirkan solusi inovatif yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, mulai dari sektor pertanian, perubahan iklim, hingga mitigasi bencana.

Sebagai bentuk dukungan terhadap peserta, pihak kampus akan membuka laboratorium komputer serta fasilitas jaringan internet selama rangkaian kegiatan berlangsung. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat proses inkubasi ide sehingga karya peserta memiliki daya saing saat dinilai oleh panel juri internasional.

Keikutsertaan IAI Rawa Aopa dalam NASA International Space Apps Challenge 2026 juga menjadi momentum penting bagi Sulawesi Tenggara untuk tampil sebagai salah satu pusat pengembangan talenta digital di Indonesia Timur. Melalui kolaborasi global ini, kampus berharap semakin banyak inovator muda yang lahir dari daerah dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi penyelesaian berbagai persoalan dunia berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Target kami bukan sekadar memenangkan kompetisi, melainkan menumbuhkan kultur riset berbasis data di Indonesia Timur. NASA menyediakan datanya, dan tugas kita adalah merumuskan solusi nyata untuk pertanian, iklim, hingga mitigasi bencana di sekitar kita,” tegas Ismail Suardi Wekke.