IMG-20260720-WA0102

IAI Rawa Aopa Gandeng Koperasi Malaysia, Desa Pelandia Jadi Laboratorium Pengabdian

Mutu.rawaaopakonsel.ac.id, Pelandia – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menjalin kemitraan dengan Koperasi Homestay Teluk Ketapang, Malaysia, untuk memperkuat program transformasi desa berbasis pemberdayaan masyarakat di Desa Pelandia, Kecamatan Buke, Kabupaten Konawe Selatan, Senin (20/7/2026).

Kolaborasi tersebut ditandai dengan pertemuan antara Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, dan Pengerusi Koperasi Homestay Teluk Ketapang, Md Azmi A. Azis. Pertemuan itu turut dihadiri Kepala Desa Pelandia dan Sekretaris Kecamatan Buke.

Kemitraan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dengan melibatkan pemerintah desa serta mitra internasional.

Dalam kesempatan itu, Ismail Suardi Wekke menegaskan bahwa transformasi desa harus diwujudkan melalui langkah nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Transformasi desa tidak boleh sekadar menjadi komoditas wacana di ruang-ruang seminar kampus. Perguruan tinggi keagamaan Islam harus hadir sebagai intermedian sekaligus penggerak perubahan yang melekat langsung di tengah-tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia mengatakan, Desa Pelandia dipilih sebagai titik awal pengembangan model kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan mitra internasional.

“Dari Desa Pelandia, kami berkomitmen meletakkan batu pertama bagi sebuah ekosistem baru. Kehadiran Md Azmi A. Azis dari Koperasi Teluk Ketapang Malaysia diikhtiarkan membawa perspektif global dan pengalaman praktis sektor hospitality yang akan disenyawakan dengan kearifan lokal Kecamatan Buke. Hal ini menjadi model hilirisasi pengetahuan yang langsung menyentuh akar rumput demi menjawab kebutuhan masyarakat desa,” kata Ismail.

Dalam kerja sama tersebut, Koperasi Homestay Teluk Ketapang akan berbagi pengalaman dalam pengembangan pariwisata berbasis masyarakat (community-based tourism), termasuk pengelolaan homestay, ekonomi kreatif, dan penguatan kelembagaan desa.

Md Azmi A. Azis menekankan bahwa pembangunan desa akan lebih berkelanjutan apabila masyarakat menjadi pelaku utama dalam proses pengembangannya.

“Warga desa harus menjadi pemilik saham utama dalam pembangunan daerahnya sendiri,” ujarnya.

Program yang dirancang dalam kemitraan ini meliputi pelatihan manajemen akomodasi lokal, digitalisasi pemasaran potensi desa, serta pendampingan bagi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan koperasi lokal. Seluruh program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi desa.

Pemerintah Kecamatan Buke dan Pemerintah Desa Pelandia menyambut baik kerja sama tersebut. Sekretaris Kecamatan Buke bersama Kepala Desa Pelandia menyatakan kesiapan menjadikan wilayahnya sebagai lokasi pengembangan program pengabdian masyarakat, riset terapan, dan pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal.

Kolaborasi antara IAI Rawa Aopa, Pemerintah Desa Pelandia, dan Koperasi Homestay Teluk Ketapang diharapkan menjadi model kemitraan lintas negara yang mampu memperkuat pembangunan desa melalui peningkatan kapasitas masyarakat, pengembangan ekonomi lokal, dan penguatan kelembagaan desa.