IMG-20260719-WA0020

IAI Rawa Aopa dan Koperasi Malaysia Siapkan MoU untuk Perkuat Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat

Mutu.rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan memperluas jaringan kerja sama internasional melalui kemitraan dengan Koperasi Homestay Teluk Ketapang, Kuala Terengganu, Malaysia. Kedua lembaga tengah mematangkan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) sebagai dasar pelaksanaan berbagai program kolaboratif di bidang pendidikan, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan ekonomi berbasis komunitas.

Persiapan kerja sama tersebut dibahas dalam pertemuan antara Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, dan Ketua Koperasi Homestay Teluk Ketapang, Azmi Mohd Aziz, di Andoolo, Konawe Selatan, Minggu (19/7/2026).

Wakil Rektor IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, mengatakan kemitraan ini merupakan bagian dari upaya memperluas jejaring internasional kampus sekaligus memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Menurutnya, kerja sama tersebut tidak hanya berorientasi pada pertukaran pengalaman akademik, tetapi juga diarahkan untuk menghasilkan program-program yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Kerja sama ini akan memperkuat program pengabdian masyarakat, membuka ruang kolaborasi penelitian, serta menghadirkan pengalaman internasional bagi dosen dan mahasiswa. Kami ingin kerja sama ini melahirkan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Ismail.

Ia menambahkan, kedekatan budaya antara Indonesia dan Malaysia menjadi modal penting dalam membangun kemitraan yang berkelanjutan. Kesamaan karakter masyarakat yang dinilai dapat mempermudah implementasi berbagai program lintas negara, terutama yang berkaitan dengan pemberdayaan komunitas dan pengembangan pariwisata berbasis masyarakat.

Selain pengabdian kepada masyarakat, kedua institusi juga menjajaki peluang pelaksanaan penelitian bersama, pertukaran akademisi, serta keterlibatan mahasiswa dalam program pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) di Malaysia.

Sementara itu, Ketua Koperasi Homestay Teluk Ketapang, Azmi Mohd Aziz, menyatakan menyambut baik rencana kerja sama tersebut. Menurutnya, pengalaman Koperasi Homestay Teluk Ketapang dalam mengembangkan ekowisata berbasis komunitas dapat menjadi ruang pembelajaran bersama bagi sivitas akademika IAI Rawa Aopa.

“Kami berharap kerja sama ini menjadi awal hubungan jangka panjang antara kedua institusi. Mahasiswa dan akademisi dari IAI Rawa Aopa nantinya dapat belajar sekaligus berkontribusi dalam pengembangan homestay, pariwisata komunitas, dan pemberdayaan masyarakat di Malaysia,” kata Azmi.

Penandatanganan MoU yang tengah dipersiapkan itu diharapkan menjadi pijakan awal bagi lahirnya berbagai program kolaboratif Indonesia–Malaysia, mulai dari pengabdian masyarakat internasional, penelitian bersama, pengembangan desa wisata, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pertukaran akademik.

Melalui kemitraan tersebut, IAI Rawa Aopa bertujuan memperkuat jejaring global sebagai bagian dari strategi meningkatkan kualitas pendidikan tinggi sekaligus memperluas kontribusi perguruan tinggi dalam pembangunan masyarakat di tingkat regional maupun internasional.

IMG-20260719-WA0012

Koperasi Homestay Malaysia Sambangi Konawe Selatan, Buka Peluang Kerja Sama Internasional dengan IAI Rawa Aopa

Mutu.rawaaopakonsel.ac.id – Kendari – Upaya memperkuat kolaborasi internasional di bidang pemberdayaan masyarakat dan pariwisata berbasis komunitas terus dilakukan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan. Salah satunya melalui kunjungan Delegasi Koperasi Homestay Teluk Ketapang, Kuala Terengganu, Malaysia, yang tiba di Bandara Haluoleo, Kendari, Minggu (19/7/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari penjajakan kerja sama antara kedua lembaga dalam pengembangan program pengabdian masyarakat, pemberdayaan ekonomi warga, serta penguatan konsep pariwisata syariah dan ekowisata.

Pimpinan Koperasi Homestay Teluk Ketapang, Azmi Bin Abd Azis atau Cikgu Azmi, mengatakan kunjungan ke Sulawesi Tenggara merupakan langkah awal untuk membangun kemitraan yang lebih luas antara komunitas di Malaysia dan Indonesia.

“Kami melihat banyak potensi yang dapat dikembangkan bersama, terutama dalam bidang pemberdayaan masyarakat dan pengelolaan pariwisata berbasis komunitas. Oleh karena itu, kami sangat antusias untuk berdiskusi dan bertukar pengalaman dengan pihak IAI Rawa Aopa,” ujarnya setibanya di Kendari.

Setelah tiba di Sulawesi Tenggara, rombongan dijadwalkan melanjutkan perjalanan menuju Konawe Selatan untuk mengikuti serangkaian agenda akademik dan kunjungan lapangan. Selain berdialog dengan pimpinan kampus, delegasi juga akan diperkenalkan dengan sejumlah program pengabdian masyarakat yang selama ini menjadi fokus IAI Rawa Aopa.

Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menilai kunjungan tersebut sebagai peluang strategis untuk memperluas jejaring internasional kampus sekaligus memperkaya perspektif mahasiswa dan dosen dalam pengembangan masyarakat.

“Kerja sama seperti ini tidak hanya penting bagi institusi, tetapi juga bagi masyarakat yang menjadi sasaran program pemberdayaan. Kami berharap ada transfer pengalaman dan praktik baik yang dapat disesuaikan sesuai kebutuhan lokal,” katanya.

Menurut Ismail, salah satu agenda yang akan dibahas adalah kemungkinan pengembangan program bersama dalam bidang pariwisata berbasis komunitas yang mengedepankan aspek kemiskinan, kearifan lokal, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Kunjungan delegasi Malaysia ini juga mendapat sambutan positif dari kalangan pelajar. Mereka menilai kehadiran praktisi internasional dapat membuka ruang pembelajaran baru sekaligus memperluas peluang kolaborasi lintas negara.

Melalui pertemuan tersebut, kedua pihak diharapkan dapat merumuskan langkah-langkah konkret yang tidak hanya menghentikan pertukaran gagasan, tetapi juga melahirkan program kolaboratif yang berdampak langsung bagi masyarakat serta memperkuat hubungan akademik antara Indonesia dan Malaysia.