IMG-20260717-WA0047

Menag Ajak Kampus Hidupkan Kembali Tradisi Intelektual Islam, UIN Jakarta Luncurkan Tiga Buku Pemikiran Nasaruddin Umar

Mutu.rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, mengajak seluruh perguruan tinggi untuk menghidupkan kembali tradisi intelektual Islam melalui budaya membaca, menulis, meneliti, dan menerbitkan karya ilmiah. Seruan itu disampaikan saat peluncuran dan bedah tiga buku seri pemikirannya di Auditorium Harun Nasution Kampus I UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Kamis (16/7/2026).

Peluncuran buku tersebut menjadi momentum penguatan budaya literasi dan tradisi akademik di lingkungan perguruan tinggi sekaligus penegasan peran UIN Jakarta sebagai pusat pengembangan pemikiran Islam di Indonesia.

Tiga buku yang diluncurkan yakni “Pikiran yang Memurnikan: Jejak Mahakarya Prof. Nasaruddin Umar , Simpul Pemikiran Prof. Nasaruddin Umar, serta Artikel dan Opini Pilihan Prof. Nasaruddin Umar”. Ketiganya merekam perjalanan intelektual Nasaruddin Umar dalam isu keislaman, kebangsaan, kemanusiaan, hingga peradaban.

“Semoga peluncuran buku ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk memperkuat tradisi intelektual Islam Indonesia dan melahirkan generasi akademisi yang produktif, terbuka, serta mampu berkontribusi di tingkat nasional maupun global,” ujar Nasaruddin Umar.

Dalam pidatonya, Menag juga mengenang kuatnya tradisi intelektual yang pernah tumbuh di kawasan Ciputat pada masa kepemimpinan Prof. Dr. M. Quraish Shihab sebagai Rektor UIN Jakarta. Menurutnya, saat itu diskusi ilmiah rutin menjadi ruang pertemuan para profesor, dosen, mahasiswa, dan komunitas intelektual dari berbagai perguruan tinggi.

“Saya masih mengingat suasana intelektual di Ciputat pada masa lalu. Di kawasan ini tumbuh berbagai komunitas akademik yang aktif berdiskusi dan berdebat secara sehat. Persaingan yang terjadi bukanlah persaingan politik semata, melainkan persaingan intelektual yang melahirkan gagasan-gagasan besar. Saya berharap semangat akademik seperti itu dapat kita hidupkan kembali,” katanya.

Menag menilai Indonesia mempunyai peluang besar untuk mengambil peran penting dalam membangun peradaban Islam dunia. Menurutnya, setelah Timur Tengah menjalankan peran sejarah sebagai tempat lahirnya Islam, Indonesia berpotensi menjadi pusat pengembangan peradaban Islam yang maju, damai, dan berkemajuan.

“Bagi saya, sudah saatnya Indonesia mengambil peran yang lebih besar dalam membangun peradaban Islam dunia. Timur Tengah telah menunaikan peran historisnya sebagai tempat lahirnya Islam. Kini, estafet pengembangan peradaban Islam yang maju, damai, dan berkemajuan memiliki peluang besar untuk tumbuh dari Indonesia,” tegasnya.

Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Asep Saepudin Jahar, MA, Ph.D., mengatakan peluncuran ketiga buku tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari upaya membangun kembali tradisi intelektual di kampus.

Menurutnya, karya-karya Nasaruddin Umar menghadirkan kontribusi penting bagi perkembangan kajian Islam kontemporer, mulai dari hermeneutika gender, eko-sufisme, hermeneutika sosial, psikosufisme, hingga ekoteologi.

“Tiga buku karya Prof.Dr.KH.Nasaruddin Umar tidak hanya mendokumentasikan perjalanan intelektual beliau selama puluhan tahun, tetapi juga menghadirkan perspektif baru yang memperkaya khazanah keilmuan Islam kontemporer,” ujar Asep.

Ia berharap buku-buku tersebut dapat menjadi referensi bagi mahasiswa dan akademisi dalam melahirkan penelitian, skripsi, tesis, disertasi, serta berbagai publikasi ilmiah lainnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, SH, M.Si., mengapresiasi produktivitas intelektual Nasaruddin Umar. Menurutnya, buku ketiga tersebut menunjukkan keluasan perspektif keilmuan yang mampu memadukan kajian keislaman dengan pendekatan multidisipliner.

“Seorang intelektual tidak boleh berhenti pada teks semata, tetapi harus mampu membaca dinamika sosial dan persoalan zaman. Dari situlah lahir karya-karya Prof. Nasaruddin Umar yang mampu menjembatani ajaran Islam dengan realitas kehidupan masyarakat modern,” ujar Yusril.

Acara peluncuran dihadiri jajaran pimpinan Kementerian Agama, para rektor Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), pimpinan perguruan tinggi Islam swasta, guru besar, ilmuwan, ulama, birokrat, cendekiawan, dan mahasiswa dari berbagai daerah.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan peluncuran simbolis tiga buku, penandatanganan poster buku, penyerahan buku kepada sepuluh tokoh nasional, serta sesi bedah buku yang menghadirkan sejumlah ilmuwan dan pakar, di antaranya Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Prof. Dr. H. Amin Suyitno, M.Ag., Rektor UIN Sumatera Utara Prof. Dr. Hj. Nurhayati, M.Ag., Dr. Budhy Munawar Rachman, MA, dan penulis buku Rahmat Taufik Sihaputar, SQ, M.Ag., dengan moderator Prof. Ali Munhanif, MA, Ph.D.

IMG-20260716-WA0007

Ismail Suardi Wekke: Buku Seri Pemikiran Nasaruddin Umar Jadi Rujukan Transformasi Pendidikan Islam

Mutu.rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Tiga buku Seri Pemikiran Prof. KH Nasaruddin Umar, MA resmi diluncurkan di Auditorium Harun Nasution, Kampus I Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Kamis (16/7/2026). Peluncuran tersebut menjadi bagian dari upaya mendokumentasikan sekaligus memperluas penyebaran gagasan intelektual Menteri Agama Republik Indonesia kepada kalangan akademisi dan masyarakat.

Kegiatan yang digelar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta bekerja sama dengan Kementerian Agama RI, Kantor Nasaruddin Umar (NUO), UIN Sumatera Utara Medan, Universitas PTIQ Jakarta, dan Prodeleader Global Media itu melibatkan sejumlah tokoh nasional, akademisi, serta pimpinan perguruan tinggi keagamaan dari berbagai daerah.

Tiga buku yang diluncurkan masing-masing berjudul “Pikiran yang Memurnikan: Jejak Mahakarya Prof. Nasaruddin Umar” karya Rahmat Taufik Sipahutar, Simpul Pemikiran Prof. Nasaruddin Umar, dan Artikel & Opini Pilihan Prof. Nasaruddin Umar. Ketiganya mengulas perkembangan pemikiran Nasaruddin Umar, mulai dari isu epistemologi, tafsir, moderasi beragama, hingga tantangan pendidikan Islam di era digital.

Acara peluncuran menghadirkan Menteri Agama RI Prof. KH Nasaruddin Umar, MA dan Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan RI Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, SH, M.Si. sebagai pembicara utama. Sementara itu, Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof. Asep Saepudin Jahar membuka kegiatan yang kemudian dilanjutkan dengan sesi buku bedah bersama sejumlah sejarawan.

Di sela-sela kegiatan, Pimpinan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menilai kehadiran buku seri pemikiran tersebut menjadi referensi penting bagi pengembangan pendidikan Islam di Indonesia, khususnya bagi perguruan tinggi keagamaan.

“Menurut saya, buku ini bukan hanya mendokumentasikan perjalanan intelektual Prof. Nasaruddin Umar, tetapi juga menawarkan arah baru bagi pengembangan pendidikan Islam yang mampu menjawab tantangan zaman,” kata Ismail.

Ia mengatakan berbagai gagasan tertua dalam buku tersebut dapat menjadi rujukan dalam memperkuat tata kelola perguruan tinggi, pengembangan kurikulum, hingga transformasi digital di lingkungan kampus.

“Buku ini bukan sekedar narasi teks biasa, melainkan kompas pemikiran yang dapat menjadi acuan dalam membangun institusi pendidikan Islam yang lebih modern, adaptif, dan tetap diterapkan pada nilai-nilai keislaman,” ujarnya.

Menurut Ismail, perguruan tinggi keagamaan mempunyai tanggung jawab untuk menerjemahkan gagasan-gagasan tersebut ke dalam praktik pendidikan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Oleh karena itu, IAI Rawa Aopa, kata dia, akan menjadikan berbagai pemikiran tertua dalam buku tersebut sebagai salah satu referensi dalam pengembangan kurikulum, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Kami ingin nilai-nilai yang dibangun Prof. Nasaruddin Umar tidak berhenti sebagai wacana akademik, tetapi benar-benar diimplementasikan dalam proses pembelajaran sehingga mampu melahirkan lulusan yang unggul secara intelektual sekaligus memiliki karakter moderat,” tuturnya.

Peluncuran buku ini juga dirangkaikan dengan penyerahan simbolis kepada sejumlah tokoh nasional sebagai bagian dari upaya memperluas penyebaran gagasan Prof. Nasaruddin Umar kepada kalangan akademisi, pemerintah, dan masyarakat luas.

IMG-20260715-WA0010

Koperasi Malaysia Dijadwalkan Kunjungi IAI Rawa Aopa, Bahas Penguatan Ekonomi Berbasis Syariah

Mutu.rawaaopakonsel.ac.id, Tangerang – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, tengah mempersiapkan kerja sama dengan delegasi Koperasi Malaysia melalui agenda kunjungan yang dirancang sebagai bagian dari penguatan ekonomi kerakyatan berbasis syariah. Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi ruang pertukaran pengalaman pengelolaan koperasi sekaligus pengembangan kapasitas sumber daya manusia di tingkat lokal.

Rencana itu disampaikan Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, di Kampus Binus University, Alam Sutera, Tangerang, Selasa (14/7/2026), usai menjadi narasumber dalam kegiatan Pre-Conference International Conference on Sustainability Business, Economy, and Accounting (ICOSBE) 2026.

Menurut Ismail, kunjungan delegasi Koperasi Malaysia tidak hanya dimaksudkan sebagai agenda seremonial, tetapi menjadi langkah awal membangun kerja sama yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat.

“Kunjungan mitra dari Koperasi Malaysia ke kampus kami di Konawe Selatan bukan sekadar seremoni biasa, melainkan momentum penting untuk menyinergikan potensi pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis syariah,” kata Ismail.

Ia menjelaskan, IAI Rawa Aopa dipilih karena memiliki fokus pengembangan masyarakat pesisir dan pedesaan. Kampus tersebut, kata dia, sedang menyiapkan laboratorium koperasi mahasiswa yang akan menjadi wadah pembelajaran sekaligus pengembangan model pengelolaan koperasi modern dengan mengadopsi sejumlah praktik yang telah diterapkan di Malaysia.

Bagi IAI Rawa Aopa, kerja sama lintas negara tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, baik di kalangan mahasiswa maupun pelaku usaha lokal.

“Kami ingin mahasiswa dan pelaku usaha lokal di Sulawesi Tenggara bisa belajar langsung bagaimana Koperasi Malaysia mampu menembus pasar global dan mengelola aset hingga miliaran ringgit,” ujarnya.

Ismail mengatakan, hasil dari kerja sama itu nantinya tidak berhenti pada pertukaran pengetahuan. Kampus telah menyiapkan program Pengabdian kepada Masyarakat Tematik Internasional yang akan melibatkan mahasiswa dalam pendampingan koperasi desa bersama akademisi dan praktisi dari Malaysia.

Program tersebut, menurut dia, diharapkan menjadi model kolaborasi antara perguruan tinggi dan mitra internasional dalam memperkuat tata kelola koperasi di daerah.

“Kami menargetkan setelah kunjungan ini terlaksana akan lahir sebuah proyek percontohan koperasi modern berbasis digital di Konawe Selatan yang dibina bersama oleh IAI Rawa Aopa dan Koperasi Malaysia,” kata Ismail.

Melalui kolaborasi tersebut, IAI Rawa Aopa berharap pengalaman pengelolaan koperasi di Malaysia dapat diadaptasi sesuai kebutuhan lokal, sehingga mampu memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan dan kawasan pesisir Sulawesi Tenggara.

 

IMG-20260714-WA0008

Kunjungan PM India Jadi Momentum Perguruan Tinggi RI Perkuat Kolaborasi Akademik

Mutu.rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Kunjungan resmi Perdana Menteri India ke Indonesia dinilai menjadi momentum krusial bagi sektor pendidikan tinggi di tanah air. Kalangan akademisi berharap momentum diplomasi ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mempertahankan sekaligus memperluas jaringan kerja sama akademik antara kedua negara yang telah terjalin erat selama ini.

Apresiasi dan sambutan hangat datang dari berbagai tokoh pendidikan, salah satunya Wakil Rektor Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke. Ia menilai kehadiran pemimpin pemerintahan India tersebut membawa angin segar bagi masa depan kolaborasi riset dan kebudayaan.

“Kami menyampaikan selamat datang yang sehangat-hangatnya kepada Perdana Menteri India di Indonesia. Kehadiran beliau adalah simbol kedekatan historis dan intelektual yang harus kita rawat bersama,” ujar Ismail Suardi Wekke saat dihubungi pada Selasa (14/7/2026).

Ismail menambahkan bahwa institusinya berkomitmen penuh untuk menjaga hubungan baik yang sudah terbangun. Dirinya menegaskan kesediaan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan untuk mempertahankan serta meningkatkan volume kerja sama, baik dalam bentuk pertukaran mahasiswa maupun kolaborasi riset keagamaan dan sains.

Menurut Ismail, perguruan tinggi di Indonesia harus bergerak aktif menjemput peluang ini. Sinergi dengan India dinilai sangat strategis mengingat negara tersebut memiliki perkembangan teknologi dan akademik yang sangat pesat.

“India adalah mitra strategis dalam dunia pendidikan global. Oleh karena itu, momentum kunjungan ini harus dimanfaatkan oleh perguruan tinggi di Indonesia untuk mereaktualisasi berbagai nota kesepahaman yang sempat tertunda,” tegasnya.

Senada dengan hal tersebut, pengamat hubungan internasional dari Universitas Indonesia menyatakan bahwa hubungan bilateral di bidang pendidikan tinggi sering kali menjadi fondasi kuat bagi kerja sama ekonomi dan politik jangka panjang. Pihaknya menilai, beasiswa dari pemerintah India, seperti skema Indian Council for Cultural Relations (ICCR), terbukti telah mencetak banyak akademisi andal di Indonesia.

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi juga dilaporkan tengah mempersiapkan beberapa kesepakatan baru. Kerja sama tersebut diproyeksikan berfokus pada pengembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence) dan digitalisasi kurikulum.

Menutup keterangannya, Ismail Suardi Wekke kembali menekankan pentingnya implementasi nyata pascakunjungan kenegaraan ini agar tidak berhenti di atas kertas saja. “Kami berharap kerja sama ke depan tidak sekadar seremonial. Harus ada implementasi nyata berupa joint research dan pengabdian masyarakat internasional yang berdampak langsung bagi kedua negara,” pungkas Ismail.

IMG-20260714-WA0002

Binus Business School Gelar Workshop Bersama IAI Rawa Aopa, Implementasikan Kerja Sama Akademik

Mutu.rawaaopakonsel.ac.id, Tangerang – Binus Business School menggelar workshop pra-konferensi sebagai bagian dari rangkaian menuju International Conference on Organizational Sustainability, Business, and Economics (ICOSBE) 2026 di Kampus Binus University Alam Sutera, Tangerang, yang akan di gelar pada Selasa 14 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi implementasi awal dari Letter of Intent (LoI) yang telah bergabung Binus University dan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan.

Workshop menghadirkan sejarawan Ismail Suardi Wekke sebagai narasumber. Selain menjabat Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail juga merupakan Editor IGI Global Publisher serta Distinguished Professor di North Bangkok University, Thailand.

Dalam paparannya, Ismail mengatakan lokakarya tersebut merupakan tindak lanjut dari komitmen kerja sama yang telah disepakati kedua institusi.

“Workshop hari ini merupakan implementasi nyata dari Letter of Intent (LoI) yang sudah ditandatangani antara Binus University dan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan beberapa waktu lalu,” kata Ismail, Senin (13/7/2026).

Menurut dia, kerja sama antarlembaga pendidikan tinggi perlu dijaga agar tidak berhenti menandatangani dokumen, tetapi terus melanjutkan bentuk kegiatan akademik yang menghasilkan kolaborasi penelitian dan publikasi ilmiah.

Ismail juga menilai forum akademik internasional perlunya semakin inklusif sehingga memberikan kesempatan yang sama bagi peneliti dari berbagai daerah untuk berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan.

“Kita memerlukan ruang-ruang akademik yang inklusif, di mana kolaborasi riset tidak lagi memandang geografi institusi, melainkan fokus pada kualitas kontribusi ilmiah yang dihasilkan,” ujarnya.

Lokakarya pra-konferensi ini dirancang untuk membekali dosen, peneliti, dan akademisi dengan penguatan metodologi penelitian serta publikasi strategi pada jurnal internasional bereputasi. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari persiapan menuju penyelenggaraan ICOSBE 2026.

Ismail berharap forum ini dapat menjadi titik awal lahirnya penelitian kolaboratif yang melibatkan berbagai perguruan tinggi, sekaligus meningkatkan kualitas publikasi ilmiah Indonesia di tingkat internasional.

“Saya berharap sinergi ini terus bergulir. Setelah workshop ini, target kita adalah melahirkan publikasi-publikasi berkualitas yang mampu menjawab tantangan bisnis dan sosial di tingkat global,” ujarnya.

Melalui lokakarya tersebut, Binus Business School dan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan menegaskan komitmen untuk memperkuat jejaring akademik, mendorong kolaborasi penelitian lintas institusi, serta meningkatkan kontribusi pendidikan tinggi Indonesia dalam forum ilmiah internasional.

IMG-20260712-WA0020

Jawa Barat dan Selangor Perkuat Kerja Sama Ekonomi Lewat SIBS@ASEAN 2026, Sulawesi Diusulkan Jadi Co-Host Tahun Depan

Mutu.rawaaopakonsel.ac.id, Bandung – Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Pemerintah Negara Bagian Selangor, Malaysia, memperkuat kemitraan ekonomi regional melalui penyelenggaraan Selangor International Business Summit (SIBS)@ASEAN 2026 Edisi Bandung yang berlangsung pada 9–10 Juli 2026. Forum bisnis ini menjadi wadah memperluas kerja sama perdagangan, investasi, dan pengembangan kemitraan strategis antara Indonesia dan Malaysia di kawasan ASEAN.

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 425 delegasi, terdiri atas 225 peserta dari Malaysia dan 200 peserta dari Indonesia, yang berasal dari unsur pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Dalam forum tersebut, akademisi sekaligus Wakil Rektor Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, mengapresiasi kolaborasi yang dibangun antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Selangor.

Ia juga mengusulkan agar Pulau Sulawesi dilibatkan sebagai co-host atau penyelenggara bersama pada pelaksanaan SIBS@ASEAN tahun mendatang. Menurutnya, pelibatan kawasan Indonesia Timur akan memperluas cakupan kerja sama ekonomi sekaligus membuka peluang investasi yang lebih merata.

“Pelibatan Sulawesi sebagai co-host akan menjadi langkah strategis untuk memperkuat konektivitas ekonomi ASEAN sekaligus membuka ruang kolaborasi baru di sektor maritim, komoditas unggulan, pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia,” ujar Ismail.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan mengatakan penyelenggaraan SIBS@ASEAN 2026 menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan ekonomi antara Jawa Barat dan Malaysia. Ia menyebut Malaysia merupakan salah satu investor terbesar di Jawa Barat dengan nilai investasi mencapai Rp47 triliun dalam lima tahun terakhir.

Selain itu, Malaysia juga memberikan kontribusi signifikan terhadap sektor pariwisata Jawa Barat dengan menyumbang sekitar 12,5 persen dari total kunjungan wisatawan mancanegara.

Di sisi lain, Menteri Besar Selangor Dato’ Seri Amirudin Shari berharap forum tersebut tidak berhenti pada pertemuan bisnis semata, tetapi menghasilkan kerja sama konkret yang berkelanjutan antara pelaku usaha kedua negara.

Sebagai tindak lanjut, sejumlah nota kesepahaman (MoU) dan Letter of Intent (LoI) ditandatangani dalam forum tersebut. Beberapa di antaranya meliputi kerja sama antara Wanita Berdaya Selangor (WBS) dan BAPPENAS, Tourism Selangor dengan Batik Air serta ASITA, hingga Letter of Intent antara GreatAsic Technology dan Indonesia Chip Design Collaborative Center (ICDeC).

Forum bisnis ini juga menampilkan paparan mengenai potensi investasi Rebana Metropolitan yang disampaikan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Barat Dedi Taufik, serta tokoh nasional Helmy Yahya.

Tidak hanya berfokus pada sektor perdagangan dan investasi, SIBS@ASEAN 2026 turut menghadirkan Selangor Medical Tourism and Education Expo yang diikuti sekitar 30 peserta pameran dari sektor layanan kesehatan dan pendidikan tinggi. Kehadiran expo tersebut menunjukkan bahwa kerja sama Indonesia-Malaysia diarahkan tidak hanya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat di kawasan ASEAN.

IMG-20260712-WA0027

IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Ditunjuk Jadi Mitra Lokal Kompetisi Antariksa Terbesar NASA

Mutu.rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan resmi menjadi salah satu pusat penyelenggaraan NASA International Space Apps Challenge 2026, kompetisi inovasi berbasis data terbuka terbesar di dunia. Rangkaian kegiatan akan berlangsung sejak Juni 2026 hingga November 2026, membuka peluang bagi mahasiswa, pelajar, peneliti, hingga komunitas teknologi di Sulawesi Tenggara untuk berkolaborasi menyelesaikan tantangan global menggunakan data terbuka milik NASA.

Penunjukan IAI Rawa Aopa sebagai mitra lokal menandai semakin besarnya peran perguruan tinggi di daerah dalam membangun ekosistem inovasi berkelas dunia. Ajang ini tidak hanya menjadi kompetisi, tetapi juga ruang kolaborasi lintas disiplin yang mempertemukan sains, teknologi, lingkungan, dan humaniora dalam merumuskan solusi nyata bagi berbagai persoalan global.

Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan yang juga bertindak sebagai Local Partner NASA Space Apps Challenge 2026, Ismail Suardi Wekke, mengatakan bahwa kepercayaan tersebut merupakan kesempatan besar bagi generasi muda Indonesia Timur untuk menunjukkan kapasitasnya di tingkat internasional.

“Kami ingin menunjukkan bahwa keterbatasan geografis bukan halangan untuk berinovasi di level dunia. Melalui ajang ini, mahasiswa dan komunitas lokal bisa langsung berinteraksi dengan tantangan global,” ujar Ismail Suardi Wekke saat ditemui awak media, Minggu (12/7/2026).

Menurut Ismail, panitia lokal telah menyiapkan berbagai tahapan pendukung agar peserta mampu bersaing secara optimal. Sosialisasi, lokakarya, pendampingan teknis, hingga pembentukan tim akan dilaksanakan secara bertahap sejak Juni hingga Oktober 2026 sebelum memasuki puncak hackathon internasional pada November mendatang.

Ia menegaskan bahwa keterlibatan IAI Rawa Aopa tidak semata-mata menjadi tuan rumah penyelenggaraan, tetapi juga mendorong lahirnya budaya kolaborasi lintas disiplin ilmu. Data satelit dan berbagai sumber data terbuka NASA diharapkan mampu melahirkan solusi inovatif yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, mulai dari sektor pertanian, perubahan iklim, hingga mitigasi bencana.

Sebagai bentuk dukungan terhadap peserta, pihak kampus akan membuka laboratorium komputer serta fasilitas jaringan internet selama rangkaian kegiatan berlangsung. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat proses inkubasi ide sehingga karya peserta memiliki daya saing saat dinilai oleh panel juri internasional.

Keikutsertaan IAI Rawa Aopa dalam NASA International Space Apps Challenge 2026 juga menjadi momentum penting bagi Sulawesi Tenggara untuk tampil sebagai salah satu pusat pengembangan talenta digital di Indonesia Timur. Melalui kolaborasi global ini, kampus berharap semakin banyak inovator muda yang lahir dari daerah dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi penyelesaian berbagai persoalan dunia berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Target kami bukan sekadar memenangkan kompetisi, melainkan menumbuhkan kultur riset berbasis data di Indonesia Timur. NASA menyediakan datanya, dan tugas kita adalah merumuskan solusi nyata untuk pertanian, iklim, hingga mitigasi bencana di sekitar kita,” tegas Ismail Suardi Wekke.

IMG-20260712-WA0000

Perkuat Kapasitas Hukum Mahasiswa, Pimpinan IAI Rawa Aopa Sambangi Jimly School

Mutu.rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Dalam upaya strategis meningkatkan mutu akademis dan memperluas daya saing mahasiswa di bidang hukum, pimpinan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan melakukan kunjungan ke Jimly School of Law and Government di Jakarta. Kunjungan ini bertepatan dengan momentum penguatan sinergi nasional, Jumat (9/7/2026).

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., menyampaikan bahwa kunjungan ini menjadi langkah nyata institusi dalam mengadopsi model fasilitasi pembelajaran hukum yang aplikatif. Melalui jejaring strategis dengan lembaga pendidikan hukum terkemuka seperti Jimly School yang didirikan oleh mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, IAI Rawa Aopa berkomitmen membuka akses yang lebih luas bagi mahasiswa dalam menguasai praktik hukum kontemporer.

“Penguatan kapasitas mahasiswa tidak boleh hanya bertumpu pada teori di dalam kelas, melainkan harus diintegrasikan dengan ekosistem praktik profesional agar melahirkan lulusan yang berintegritas dan siap menjawab tantangan penegakan hukum di daerah maupun nasional,” ujar Ismail Suardi Wekke.

Langkah IAI Rawa Aopa ini selaras dengan komitmen Kementerian Agama RI dan organisasi profesi dalam membangun ekosistem keadilan terpadu berbasis triple helix menghubungkan dunia akademik, pemerintah, dan praktisi. Sinergi ini dirancang untuk memfasilitasi berbagai program berkelanjutan, mulai dari Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA), program praktisi mengajar, magang klinis, hingga pembentukan klinik bantuan hukum.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, dalam berbagai kesempatan forum hukum nasional menegaskan pentingnya keterlibatan aktif perguruan tinggi keagamaan untuk melahirkan penegak hukum yang kompeten dan beretika tinggi. Bagi IAI Rawa Aopa, penjajakan dan kunjungan ke lembaga-lembaga bereputasi di Jakarta menjadi tonggak penting dalam mempercepat peningkatan mutu akademik.

Langkah ini sekaligus memperkuat posisi kampus sebagai inovator sosial yang mampu mencetak lulusan berdaya saing global dengan basis nilai-nilai keislaman dan kearifan lokal yang kokoh.

IMG-20260711-WA0006

Muktamar Al Washliyah Resmi, Pimpinan IAI Rawa Aopa Harapkan Sinergi Baru

Mutu.rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta Timur – Perhelatan akbar Muktamar Al Jam’iyatul Washliyah secara resmi ditutup pada Kamis malam (9/7/2026). Acara yang berlangsung khidmat di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur tersebut berhasil melahirkan kepemimpinan baru yang siap membawa organisasi keagamaan ini menghadapi tantangan zaman.

Pasca-terpilihnya Ketua Umum yang baru, berbagai ucapan selamat dan harapan mulai mengalir dari berbagai tokoh akademisi dan praktisi pendidikan. Salah satunya datang dari Wakil Rektor Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, yang hadir langsung di lokasi acara.
Ismail Suardi Wekke menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kelancaran seluruh rangkaian muktamar.

Ismail menilai momentum ini sebagai tonggak awal bagi Al Washliyah untuk terus memperkuat kontribusinya di bidang pendidikan dan dakwah Islam di Indonesia. “Kami bersama-sama dengan civitas akademika IAI Rawa Aopa mengucapkan selamat bekerja kepada Ketua Umum terpilih. Semoga amanah besar ini dapat dijalankan dengan penuh integritas demi kemajuan umat,” ujar Ismail di Asrama Haji Pondok Gede, Kamis malam (9/7/2026).

Lebih lanjut, Wakil Rektor IAI Rawa Aopa tersebut juga menyatakan kesiapan lembaga pendidikannya untuk bersinergi. Menurutnya, kolaborasi antara institusi pendidikan tinggi dan organisasi kemasyarakatan Islam seperti Al Washliyah sangat krusial dalam mencetak generasi muda yang unggul secara intelektual dan spiritual.

Sinergi ini dinilai penting agar program-program strategis kemasyarakatan yang dirumuskan dalam muktamar dapat diimplementasikan secara konkret di tingkat daerah, termasuk di Sulawesi Tenggara. Ismail menekankan bahwa tantangan keumatan ke depan akan semakin kompleks, terutama dalam menjaga moderasi beragama dan meningkatkan kualitas pendidikan.

“Dunia pendidikan dan organisasi Islam harus berjalan beriringan. Kami optimis di bawah nakhoda baru, Al Washliyah akan semakin progresif dalam menjawab tantangan zaman modern ini,” pungkasnya di akhir wawancara.

Penutupan muktamar ini menandai dimulainya babak baru bagi kepengurusan Al Washliyah. Acara yang berakhir menjelang tengah malam tersebut ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan kesuksesan pengurus yang baru terpilih.

IMG-20260710-WA0024

IAI Rawa Aopa Dorong Implementasi Program Double Degree dalam Forum Pendidikan Internasional

Mutu.rawaaopakonsel.ac.id, Bandung – Penguatan kerja sama pendidikan tinggi antara Indonesia dan Malaysia menjadi fokus pembahasan dalam International Education Forum yang merupakan bagian dari rangkaian Selangor Business Summit. Forum yang berlangsung di Hotel Pullman Bandung, Kamis (9/7/2026), mempertemukan pimpinan perguruan tinggi, akademisi, dan pemangku kepentingan dari kedua negara untuk membahas strategi peningkatan kolaborasi akademik.

Salah satu agenda utama forum tersebut adalah pembahasan tindak lanjut implementasi program gelar ganda (double degree) sebagai upaya meningkatkan kualitas lulusan sekaligus memperkuat daya saing perguruan tinggi di tingkat internasional.

Wakil Rektor Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, yang hadir dalam forum tersebut menilai kerja sama pendidikan tidak boleh berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi harus diwujudkan dalam program yang memberikan manfaat nyata bagi siswa.

“Program double degree ini adalah langkah konkret untuk menyatukan potensi akademik dua negara serumpun. Kita tidak hanya belajar mahasiswa, tetapi juga menyelaraskan standar kompetensi global,” ujar Ismail di sela kegiatan.

Menurut Ismail, implementasi program tersebut perlu segera direalisasikan melalui penyelarasan kurikulum dan sistem akademik antarkampus di Indonesia dan Malaysia. Ia mengatakan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan berkomitmen menjadi bagian dari jejaring pendidikan internasional guna memperluas kesempatan belajar bagi siswa, khususnya di kawasan timur Indonesia.

Forum tersebut juga menghadirkan Rektor Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) sebagai panel pembicara. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya membangun jaringan pendidikan lintas negara untuk menjawab tantangan global yang semakin kompleks.

“Transformasi pendidikan tinggi di era sekarang menuntut kita untuk keluar dari zona nyaman dan membangun jejaring lintas negara yang kokoh,” katanya.

Ia menambahkan bahwa IPDN terbuka terhadap berbagai bentuk strategi kolaborasi yang dapat memperkaya perspektif praja, terutama dalam memahami tata kelola pemerintahan di tingkat regional ASEAN.

Pertemuan yang menjadi bagian dari Selangor Business Summit tersebut menghasilkan sejumlah poin penting, di antaranya pembentukan tim kerja bersama untuk menyusun mekanisme teknis pelaksanaan program double title antara perguruan tinggi Indonesia dan Malaysia.

Menutup keterangannya, Ismail Suardi Wekke mengakui bahwa tantangan terbesar berada pada tahap implementasi, terutama terkait harmonisasi regulasi dan pengakuan kredit akademik antarperguruan tinggi.

“Tantangan kita ke depan adalah birokrasi dan penyelarasan kredit akademik. Namun, dengan semangat persaudaraan yang kuat di forum ini, saya optimistis dokumen kerja sama ini akan segera mewujud jadi aksi nyata di ruang-ruang kelas,” tutupnya.