IMG-20260714-WA0002

Binus Business School Gelar Workshop Bersama IAI Rawa Aopa, Implementasikan Kerja Sama Akademik

Mutu.rawaaopakonsel.ac.id, Tangerang – Binus Business School menggelar workshop pra-konferensi sebagai bagian dari rangkaian menuju International Conference on Organizational Sustainability, Business, and Economics (ICOSBE) 2026 di Kampus Binus University Alam Sutera, Tangerang, yang akan di gelar pada Selasa 14 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi implementasi awal dari Letter of Intent (LoI) yang telah bergabung Binus University dan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan.

Workshop menghadirkan sejarawan Ismail Suardi Wekke sebagai narasumber. Selain menjabat Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail juga merupakan Editor IGI Global Publisher serta Distinguished Professor di North Bangkok University, Thailand.

Dalam paparannya, Ismail mengatakan lokakarya tersebut merupakan tindak lanjut dari komitmen kerja sama yang telah disepakati kedua institusi.

“Workshop hari ini merupakan implementasi nyata dari Letter of Intent (LoI) yang sudah ditandatangani antara Binus University dan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan beberapa waktu lalu,” kata Ismail, Senin (13/7/2026).

Menurut dia, kerja sama antarlembaga pendidikan tinggi perlu dijaga agar tidak berhenti menandatangani dokumen, tetapi terus melanjutkan bentuk kegiatan akademik yang menghasilkan kolaborasi penelitian dan publikasi ilmiah.

Ismail juga menilai forum akademik internasional perlunya semakin inklusif sehingga memberikan kesempatan yang sama bagi peneliti dari berbagai daerah untuk berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan.

“Kita memerlukan ruang-ruang akademik yang inklusif, di mana kolaborasi riset tidak lagi memandang geografi institusi, melainkan fokus pada kualitas kontribusi ilmiah yang dihasilkan,” ujarnya.

Lokakarya pra-konferensi ini dirancang untuk membekali dosen, peneliti, dan akademisi dengan penguatan metodologi penelitian serta publikasi strategi pada jurnal internasional bereputasi. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari persiapan menuju penyelenggaraan ICOSBE 2026.

Ismail berharap forum ini dapat menjadi titik awal lahirnya penelitian kolaboratif yang melibatkan berbagai perguruan tinggi, sekaligus meningkatkan kualitas publikasi ilmiah Indonesia di tingkat internasional.

“Saya berharap sinergi ini terus bergulir. Setelah workshop ini, target kita adalah melahirkan publikasi-publikasi berkualitas yang mampu menjawab tantangan bisnis dan sosial di tingkat global,” ujarnya.

Melalui lokakarya tersebut, Binus Business School dan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan menegaskan komitmen untuk memperkuat jejaring akademik, mendorong kolaborasi penelitian lintas institusi, serta meningkatkan kontribusi pendidikan tinggi Indonesia dalam forum ilmiah internasional.

IMG-20260712-WA0020

Jawa Barat dan Selangor Perkuat Kerja Sama Ekonomi Lewat SIBS@ASEAN 2026, Sulawesi Diusulkan Jadi Co-Host Tahun Depan

Mutu.rawaaopakonsel.ac.id, Bandung – Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Pemerintah Negara Bagian Selangor, Malaysia, memperkuat kemitraan ekonomi regional melalui penyelenggaraan Selangor International Business Summit (SIBS)@ASEAN 2026 Edisi Bandung yang berlangsung pada 9–10 Juli 2026. Forum bisnis ini menjadi wadah memperluas kerja sama perdagangan, investasi, dan pengembangan kemitraan strategis antara Indonesia dan Malaysia di kawasan ASEAN.

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 425 delegasi, terdiri atas 225 peserta dari Malaysia dan 200 peserta dari Indonesia, yang berasal dari unsur pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Dalam forum tersebut, akademisi sekaligus Wakil Rektor Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, mengapresiasi kolaborasi yang dibangun antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Selangor.

Ia juga mengusulkan agar Pulau Sulawesi dilibatkan sebagai co-host atau penyelenggara bersama pada pelaksanaan SIBS@ASEAN tahun mendatang. Menurutnya, pelibatan kawasan Indonesia Timur akan memperluas cakupan kerja sama ekonomi sekaligus membuka peluang investasi yang lebih merata.

“Pelibatan Sulawesi sebagai co-host akan menjadi langkah strategis untuk memperkuat konektivitas ekonomi ASEAN sekaligus membuka ruang kolaborasi baru di sektor maritim, komoditas unggulan, pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia,” ujar Ismail.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan mengatakan penyelenggaraan SIBS@ASEAN 2026 menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan ekonomi antara Jawa Barat dan Malaysia. Ia menyebut Malaysia merupakan salah satu investor terbesar di Jawa Barat dengan nilai investasi mencapai Rp47 triliun dalam lima tahun terakhir.

Selain itu, Malaysia juga memberikan kontribusi signifikan terhadap sektor pariwisata Jawa Barat dengan menyumbang sekitar 12,5 persen dari total kunjungan wisatawan mancanegara.

Di sisi lain, Menteri Besar Selangor Dato’ Seri Amirudin Shari berharap forum tersebut tidak berhenti pada pertemuan bisnis semata, tetapi menghasilkan kerja sama konkret yang berkelanjutan antara pelaku usaha kedua negara.

Sebagai tindak lanjut, sejumlah nota kesepahaman (MoU) dan Letter of Intent (LoI) ditandatangani dalam forum tersebut. Beberapa di antaranya meliputi kerja sama antara Wanita Berdaya Selangor (WBS) dan BAPPENAS, Tourism Selangor dengan Batik Air serta ASITA, hingga Letter of Intent antara GreatAsic Technology dan Indonesia Chip Design Collaborative Center (ICDeC).

Forum bisnis ini juga menampilkan paparan mengenai potensi investasi Rebana Metropolitan yang disampaikan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Barat Dedi Taufik, serta tokoh nasional Helmy Yahya.

Tidak hanya berfokus pada sektor perdagangan dan investasi, SIBS@ASEAN 2026 turut menghadirkan Selangor Medical Tourism and Education Expo yang diikuti sekitar 30 peserta pameran dari sektor layanan kesehatan dan pendidikan tinggi. Kehadiran expo tersebut menunjukkan bahwa kerja sama Indonesia-Malaysia diarahkan tidak hanya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat di kawasan ASEAN.

IMG-20260712-WA0027

IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Ditunjuk Jadi Mitra Lokal Kompetisi Antariksa Terbesar NASA

Mutu.rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan resmi menjadi salah satu pusat penyelenggaraan NASA International Space Apps Challenge 2026, kompetisi inovasi berbasis data terbuka terbesar di dunia. Rangkaian kegiatan akan berlangsung sejak Juni 2026 hingga November 2026, membuka peluang bagi mahasiswa, pelajar, peneliti, hingga komunitas teknologi di Sulawesi Tenggara untuk berkolaborasi menyelesaikan tantangan global menggunakan data terbuka milik NASA.

Penunjukan IAI Rawa Aopa sebagai mitra lokal menandai semakin besarnya peran perguruan tinggi di daerah dalam membangun ekosistem inovasi berkelas dunia. Ajang ini tidak hanya menjadi kompetisi, tetapi juga ruang kolaborasi lintas disiplin yang mempertemukan sains, teknologi, lingkungan, dan humaniora dalam merumuskan solusi nyata bagi berbagai persoalan global.

Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan yang juga bertindak sebagai Local Partner NASA Space Apps Challenge 2026, Ismail Suardi Wekke, mengatakan bahwa kepercayaan tersebut merupakan kesempatan besar bagi generasi muda Indonesia Timur untuk menunjukkan kapasitasnya di tingkat internasional.

“Kami ingin menunjukkan bahwa keterbatasan geografis bukan halangan untuk berinovasi di level dunia. Melalui ajang ini, mahasiswa dan komunitas lokal bisa langsung berinteraksi dengan tantangan global,” ujar Ismail Suardi Wekke saat ditemui awak media, Minggu (12/7/2026).

Menurut Ismail, panitia lokal telah menyiapkan berbagai tahapan pendukung agar peserta mampu bersaing secara optimal. Sosialisasi, lokakarya, pendampingan teknis, hingga pembentukan tim akan dilaksanakan secara bertahap sejak Juni hingga Oktober 2026 sebelum memasuki puncak hackathon internasional pada November mendatang.

Ia menegaskan bahwa keterlibatan IAI Rawa Aopa tidak semata-mata menjadi tuan rumah penyelenggaraan, tetapi juga mendorong lahirnya budaya kolaborasi lintas disiplin ilmu. Data satelit dan berbagai sumber data terbuka NASA diharapkan mampu melahirkan solusi inovatif yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, mulai dari sektor pertanian, perubahan iklim, hingga mitigasi bencana.

Sebagai bentuk dukungan terhadap peserta, pihak kampus akan membuka laboratorium komputer serta fasilitas jaringan internet selama rangkaian kegiatan berlangsung. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat proses inkubasi ide sehingga karya peserta memiliki daya saing saat dinilai oleh panel juri internasional.

Keikutsertaan IAI Rawa Aopa dalam NASA International Space Apps Challenge 2026 juga menjadi momentum penting bagi Sulawesi Tenggara untuk tampil sebagai salah satu pusat pengembangan talenta digital di Indonesia Timur. Melalui kolaborasi global ini, kampus berharap semakin banyak inovator muda yang lahir dari daerah dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi penyelesaian berbagai persoalan dunia berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Target kami bukan sekadar memenangkan kompetisi, melainkan menumbuhkan kultur riset berbasis data di Indonesia Timur. NASA menyediakan datanya, dan tugas kita adalah merumuskan solusi nyata untuk pertanian, iklim, hingga mitigasi bencana di sekitar kita,” tegas Ismail Suardi Wekke.

IMG-20260712-WA0000

Perkuat Kapasitas Hukum Mahasiswa, Pimpinan IAI Rawa Aopa Sambangi Jimly School

Mutu.rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Dalam upaya strategis meningkatkan mutu akademis dan memperluas daya saing mahasiswa di bidang hukum, pimpinan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan melakukan kunjungan ke Jimly School of Law and Government di Jakarta. Kunjungan ini bertepatan dengan momentum penguatan sinergi nasional, Jumat (9/7/2026).

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., menyampaikan bahwa kunjungan ini menjadi langkah nyata institusi dalam mengadopsi model fasilitasi pembelajaran hukum yang aplikatif. Melalui jejaring strategis dengan lembaga pendidikan hukum terkemuka seperti Jimly School yang didirikan oleh mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, IAI Rawa Aopa berkomitmen membuka akses yang lebih luas bagi mahasiswa dalam menguasai praktik hukum kontemporer.

“Penguatan kapasitas mahasiswa tidak boleh hanya bertumpu pada teori di dalam kelas, melainkan harus diintegrasikan dengan ekosistem praktik profesional agar melahirkan lulusan yang berintegritas dan siap menjawab tantangan penegakan hukum di daerah maupun nasional,” ujar Ismail Suardi Wekke.

Langkah IAI Rawa Aopa ini selaras dengan komitmen Kementerian Agama RI dan organisasi profesi dalam membangun ekosistem keadilan terpadu berbasis triple helix menghubungkan dunia akademik, pemerintah, dan praktisi. Sinergi ini dirancang untuk memfasilitasi berbagai program berkelanjutan, mulai dari Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA), program praktisi mengajar, magang klinis, hingga pembentukan klinik bantuan hukum.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, dalam berbagai kesempatan forum hukum nasional menegaskan pentingnya keterlibatan aktif perguruan tinggi keagamaan untuk melahirkan penegak hukum yang kompeten dan beretika tinggi. Bagi IAI Rawa Aopa, penjajakan dan kunjungan ke lembaga-lembaga bereputasi di Jakarta menjadi tonggak penting dalam mempercepat peningkatan mutu akademik.

Langkah ini sekaligus memperkuat posisi kampus sebagai inovator sosial yang mampu mencetak lulusan berdaya saing global dengan basis nilai-nilai keislaman dan kearifan lokal yang kokoh.

IMG-20260711-WA0006

Muktamar Al Washliyah Resmi, Pimpinan IAI Rawa Aopa Harapkan Sinergi Baru

Mutu.rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta Timur – Perhelatan akbar Muktamar Al Jam’iyatul Washliyah secara resmi ditutup pada Kamis malam (9/7/2026). Acara yang berlangsung khidmat di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur tersebut berhasil melahirkan kepemimpinan baru yang siap membawa organisasi keagamaan ini menghadapi tantangan zaman.

Pasca-terpilihnya Ketua Umum yang baru, berbagai ucapan selamat dan harapan mulai mengalir dari berbagai tokoh akademisi dan praktisi pendidikan. Salah satunya datang dari Wakil Rektor Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, yang hadir langsung di lokasi acara.
Ismail Suardi Wekke menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kelancaran seluruh rangkaian muktamar.

Ismail menilai momentum ini sebagai tonggak awal bagi Al Washliyah untuk terus memperkuat kontribusinya di bidang pendidikan dan dakwah Islam di Indonesia. “Kami bersama-sama dengan civitas akademika IAI Rawa Aopa mengucapkan selamat bekerja kepada Ketua Umum terpilih. Semoga amanah besar ini dapat dijalankan dengan penuh integritas demi kemajuan umat,” ujar Ismail di Asrama Haji Pondok Gede, Kamis malam (9/7/2026).

Lebih lanjut, Wakil Rektor IAI Rawa Aopa tersebut juga menyatakan kesiapan lembaga pendidikannya untuk bersinergi. Menurutnya, kolaborasi antara institusi pendidikan tinggi dan organisasi kemasyarakatan Islam seperti Al Washliyah sangat krusial dalam mencetak generasi muda yang unggul secara intelektual dan spiritual.

Sinergi ini dinilai penting agar program-program strategis kemasyarakatan yang dirumuskan dalam muktamar dapat diimplementasikan secara konkret di tingkat daerah, termasuk di Sulawesi Tenggara. Ismail menekankan bahwa tantangan keumatan ke depan akan semakin kompleks, terutama dalam menjaga moderasi beragama dan meningkatkan kualitas pendidikan.

“Dunia pendidikan dan organisasi Islam harus berjalan beriringan. Kami optimis di bawah nakhoda baru, Al Washliyah akan semakin progresif dalam menjawab tantangan zaman modern ini,” pungkasnya di akhir wawancara.

Penutupan muktamar ini menandai dimulainya babak baru bagi kepengurusan Al Washliyah. Acara yang berakhir menjelang tengah malam tersebut ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan kesuksesan pengurus yang baru terpilih.

IMG-20260710-WA0024

IAI Rawa Aopa Dorong Implementasi Program Double Degree dalam Forum Pendidikan Internasional

Mutu.rawaaopakonsel.ac.id, Bandung – Penguatan kerja sama pendidikan tinggi antara Indonesia dan Malaysia menjadi fokus pembahasan dalam International Education Forum yang merupakan bagian dari rangkaian Selangor Business Summit. Forum yang berlangsung di Hotel Pullman Bandung, Kamis (9/7/2026), mempertemukan pimpinan perguruan tinggi, akademisi, dan pemangku kepentingan dari kedua negara untuk membahas strategi peningkatan kolaborasi akademik.

Salah satu agenda utama forum tersebut adalah pembahasan tindak lanjut implementasi program gelar ganda (double degree) sebagai upaya meningkatkan kualitas lulusan sekaligus memperkuat daya saing perguruan tinggi di tingkat internasional.

Wakil Rektor Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, yang hadir dalam forum tersebut menilai kerja sama pendidikan tidak boleh berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi harus diwujudkan dalam program yang memberikan manfaat nyata bagi siswa.

“Program double degree ini adalah langkah konkret untuk menyatukan potensi akademik dua negara serumpun. Kita tidak hanya belajar mahasiswa, tetapi juga menyelaraskan standar kompetensi global,” ujar Ismail di sela kegiatan.

Menurut Ismail, implementasi program tersebut perlu segera direalisasikan melalui penyelarasan kurikulum dan sistem akademik antarkampus di Indonesia dan Malaysia. Ia mengatakan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan berkomitmen menjadi bagian dari jejaring pendidikan internasional guna memperluas kesempatan belajar bagi siswa, khususnya di kawasan timur Indonesia.

Forum tersebut juga menghadirkan Rektor Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) sebagai panel pembicara. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya membangun jaringan pendidikan lintas negara untuk menjawab tantangan global yang semakin kompleks.

“Transformasi pendidikan tinggi di era sekarang menuntut kita untuk keluar dari zona nyaman dan membangun jejaring lintas negara yang kokoh,” katanya.

Ia menambahkan bahwa IPDN terbuka terhadap berbagai bentuk strategi kolaborasi yang dapat memperkaya perspektif praja, terutama dalam memahami tata kelola pemerintahan di tingkat regional ASEAN.

Pertemuan yang menjadi bagian dari Selangor Business Summit tersebut menghasilkan sejumlah poin penting, di antaranya pembentukan tim kerja bersama untuk menyusun mekanisme teknis pelaksanaan program double title antara perguruan tinggi Indonesia dan Malaysia.

Menutup keterangannya, Ismail Suardi Wekke mengakui bahwa tantangan terbesar berada pada tahap implementasi, terutama terkait harmonisasi regulasi dan pengakuan kredit akademik antarperguruan tinggi.

“Tantangan kita ke depan adalah birokrasi dan penyelarasan kredit akademik. Namun, dengan semangat persaudaraan yang kuat di forum ini, saya optimistis dokumen kerja sama ini akan segera mewujud jadi aksi nyata di ruang-ruang kelas,” tutupnya.

IMG-20260709-WA0031

Pelantikan Pimpinan IMMIM Putri: IAI Rawa Aopa Sampaikan Selamat

Mutu.rawaaopakonsel.ac.id,Pangkep – Ketua YASDIC IMMIMt, Dr. Hj. Nur Fadjri Fadeli Luran, SP, M.Pd., melantik Prof. Dr. Muzdalifah Muhammadong, M.Ag., sebagai Direktur Pondok Pesantren Pendidikan Al-Qur’an (PPA) IMMIM Putri Minasatene, Kabupaten Pangkep, Rabu (8/7/2026).

Pada momen yang sama, turut dilantik Wakil Direktur dan Sekretaris Pondok Pesantren sebagai bagian dari penguatan struktur kepemimpinan lembaga untuk masa bakti 2026–2031.

Pelantikan ini menjadi momentum dalam keinginan dan pengembangan PPA IMMIM Putri Minasatene. Pergantian kepemimpinan tersebut diharapkan dapat semakin memperkuat tata kelola pesantren, sekaligus mendongkrak kualitas penyelenggaraan pendidikan, pembinaan santri, serta pengembangan kelembagaan di bawah naungan YASDIC IMMIM.

Prosesi pelantikan yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri langsung oleh jajaran pengurus YASDIC IMMIM Pusat, YASDIC IMMIM Cabang Pangkep, pimpinan pondok pesantren, serta sejumlah tamu undangan.

Beberapa tokoh penting yang hadir di antaranya adalah Ketua YASDIC IMMIM Pusat Dr. Hj. Nur Fadjri Fadeli Luran, SP, M.Pd., Direktur Ponpes Modern Putri IMMIM Pangkep yang baru dilantik Prof. Dr. Muzdalifah Muhammadong, M.Ag., Wakil Ketua YASDIC IMMIM Pangkep Drs. HM Rasyid Usman, Wakil Direktur Ponpes Modern Putri IMMIM H. Najmuddin Beta, Lc., serta Ketua YASDIC IMMIM Cabang Pangkep Hj. Munjiyah Mayangsari Taufik.

Secara legalitas formal, pelantikan ini dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan YASDIC IMMIM Nomor 46/YASDIC-IMMIM/VII/2026 tentang Pengangkatan Direktur Pondok Pesantren Pendidikan Al-Qur’an IMMIM Putri Minasatene Pangkep Masa Bakti 2026–2031. Keputusan tersebut menjadi landasan hukum utama bagi jajaran kepemimpinan baru dalam menjalankan roda organisasi dan manajemen pesantren selama lima tahun ke depan.

Dengan nakhoda baru ini, PPA IMMIM Putri Minasatene diharapkan mampu terus mengintegrasikan sistem pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa sedikit pun mereduksi nilai-nilai Al-Qur’an dan ajaran Islam. Upaya penguatan mutu akademik, pelatihan karakter, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia akan menjadi prioritas kerja demi mewujudkan pesantren yang unggul, modern, dan berdaya saing tinggi.

Lebih dari sekedar agenda seremonial, pelantikan ini menandai komitmen kuat YASDIC IMMIM dalam memastikan kesinambungan kepemimpinan dan tata kelola kelembagaan yang profesional. Melalui sinergi yang solid antara yayasan, pimpinan pesantren, tenaga pendidik, dan seluruh elemen terkait, PPA IMMIM Putri Minasatene diproyeksikan dapat terus memberikan kontribusi nyata dalam mencetak generasi muslimah yang berilmu, berakhlak mulia, serta memiliki kapasitas kepemimpinan mumpuni untuk menghadapi tantangan masa depan.

Sehubungan dengan pelantikan itu, Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan menyampaikan selamat. Ismail juga mengemukakan potensi kemitraan antara kedua institusi.

“Selain menyampaikan selamat disertai doa semoga tetap sehat dalam menjalankan tugas, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan berkomitmen menjadi bagian dalam peningkatan mutu Pendidikan Islam,” Kata Ismail Suardi Wekke yang juga alumni Pesantren IMMIM Putra.

Menutup pernyataannya Ismail menegaskan bahwa IAI Rawa Aopa Konawe Selatan juga menjalankan program Women in Education. “Ini dapat menjadi platform bersama seluruh institusi Pendidikan Islam, termasuk pesantren dan perguruan tinggi,” pungkas Ismail.

IMG-20260708-WA0058

Pimpinan IAI Rawa Aopa Hadiri Pembukaan Muktamar Al Washliyah, Bawa Misi Sinergi Kampus

Mutu.rawaaopakonsel.ac.id,Jakarta — Pimpinan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menghadiri upacara pembukaan Muktamar Al Washliyah yang berlangsung khidmat di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Selasa (7/7/2026). Kehadiran ini sekaligus menjadi momentum penting bagi kampus untuk memperluas perluasan kerja sama dengan jaringan Perguruan Tinggi Al Washliyah.

Acara pembukaan muktamar tersebut diresmikan langsung oleh Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia, Ahmad Muzani. Dari IAI Rawa Aopa Konawe Selatan diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian, Ismail Suardi Wekke.

Di sela-sela acara pembukaan, Ismail Suardi Wekke menyampaikan bahwa kehadiran IAI Rawa Aopa merupakan bentuk penghormatan sekaligus langkah strategis dalam membangun kedekatan institusional dengan keluarga besar Al Washliyah.

“Kami sangat bersyukur dapat hadir langsung dalam pembukaan Muktamar Al Washliyah ini, sebuah forum terhormat yang mempertemukan berbagai gagasan besar untuk umat dan bangsa,” ujar Ismail.

Ismail menjelaskan bahwa momen pembukaan ini menjadi jembatan yang sangat baik untuk saling menyapa dan meneruskan komunikasi sebagaimana telah berjalan ini terkait kolaborasi akademik di masa depan. Dirinya juga menyatakan bahwa menghadiri forum nasional seperti ini memberikan ruang bagi IAI Rawa Aopa untuk menyelaraskan program-program pengembangan mutu pendidikan dengan dinamika kampus-kampus di bawah naungan Al Washliyah.

Lebih lanjut, Ismail menilai bahwa semangat kebersamaan yang terpancar dari pembukaan muktamar ini harus diwujudkan dalam bentuk kerja nyata, salah satunya melalui kemitraan strategis antarperguruan tinggi.

“Momentum pembukaan muktamar yang luar biasa ini harus kita tindak lanjuti dengan sinergi yang konkrit, khususnya dalam upaya peningkatan mutu Tridharma Perguruan Tinggi,” tegas Ismail.

Ia berharap kehadiran IAI Rawa Aopa dalam pembukaan muktamar ini menjadi awal dari hubungan bilateral yang erat dan saling menguntungkan bagi kedua belah pihak.

Pembukaan Muktamar Al Washliyah tahun ini berjalan sukses dengan dihadiri oleh ratusan utusan, tokoh agama, serta sejarawan dari berbagai penjuru tanah air. Kehadiran pimpinan IAI Rawa Aopa dalam seremonial pembukaan tersebut menegaskan posisi kampus asal Konawe Selatan ini yang siap bergerak aktif di kancah pendidikan tinggi nasional.

IMG-20260708-WA0072

Rintis Perluasan Kerja Sama, Pimpinan IAI Rawa Aopa Hadiri Promosi Doktor di UIII

Mutu.rawaaopakonsel.ac.id, Depok – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan terus berkomitmen memperluas jejaring dan memperkuat tata kelola kelembagaan melalui sinergi antar-perguruan tinggi. Langkah strategis ini ditunjukkan langsung oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., yang menghadiri sidang promosi doktor di Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), Depok, Selasa ( 7/7/2026).

Kehadiran ini sekaligus menjadi momentum penting dalam menjajaki perluasan kerja sama dengan UIII. Ismail Suardi Wekke menyampaikan bahwa kehadiran pimpinan IAI Rawa Aopa dalam forum akademik berskala internasional seperti di UIII merupakan bagian dari ikhtiar institusi untuk menyerap energi akademik serta mempererat hubungan kelembagaan dengan berbagai kampus top tanah air, termasuk UIII.

Menurutnya, kolaborasi lintas disiplin ilmu kini sudah menjadi keharusan bagi kampus berkembang di daerah. “Kehadiran kami di sini bukan sekadar menghadiri seremonial akademik, melainkan sebuah langkah nyata untuk merajut kemitraan yang lebih erat dengan UIII demi penguatan mutu kelembagaan kami di Sulawesi Tenggara,” ujar Ismail di sela-sela acara promosi doktor tersebut.

Lebih lanjut, Ismail menjelaskan bahwa salah satu fokus utama dari rencana perluasan kerja sama dengan UIII adalah pengembangan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dan pemanfaatan teknologi untuk tata kelola kampus. Ia menilai bahwa UIII memiliki keunggulan yang sangat besar dalam inovasi teknologi, yang dapat diadaptasi oleh IAI Rawa Aopa dalam mewujudkan ekosistem kampus berbasis knowledge management.

Ia menambahkan bahwa transformasi kampus era digital memerlukan sentuhan transdisipliner, di mana nilai-nilai keagamaan dan sosial yang menjadi basis IAI Rawa Aopa dapat bersinergi dengan pendekatan sains dan teknologi yang dimiliki oleh ITB. Melalui perluasan kerja sama ini, diharapkan akan ada transfer pengetahuan, joint research, maupun penguatan tata kelola kepegawaian dan keuangan yang lebih modern.

“Kami melihat ruang kolaborasi yang sangat terbuka lebar, terutama dalam hal adaptasi teknologi informasi dan peningkatan kapasitas dosen melalui program-program strategis bersama ITB ke depan,” kata Ismail optimis.

Sidang promosi doktor di UIII ini dihadiri oleh sejumlah tokoh akademisi terkemuka dari berbagai komputer nasional, yang sekaligus menjadi ruang diskusi informal bagi pimpinan antar-perguruan tinggi dalam membaca arah pengembangan pendidikan tinggi di Indonesia.
Menutup pernyataannya, Ismail menegaskan bahwa IAI Rawa Aopa Konawe Selatan tidak boleh berjalan sendiri dalam menghadapi tantangan global, melainkan harus aktif menjemput bola dengan membangun penta-helix collaboration demi kemajuan daerah.

“Melalui kolaborasi erat bersama UIII dan jaringan siber akademik yang inklusif, kami optimistis IAI Rawa Aopa akan bertransformasi menjadi pusat inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat luas,” pungkasnya.

IMG-20260705-WA0014

IAI Rawa Aopa dan SAPPK ITB Awali Kerjasama dengan Kehadiran di Seminar

Mutu.rawaaopakonsel.ac.id, Bandung – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan terus bergerak progresif dalam memperluas cakupan kerja sama akademis dan kelembagaan di tingkat nasional. Langkah strategis ini ditandai dengan partisipasi aktif pimpinan IAI Rawa Aopa dalam forum seminar ilmiah yang diselenggarakan oleh Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK) Institut Teknologi Bandung (ITB), di Kampus ITB Ganesha, Bandung, Jumat (3/7/2026).

Kehadiran utusan pemimpin ini tidak sekedar menyampaikan undangan akademis biasa, melainkan bagian dari cetak biru (blueprint) luas kemitraan strategi interdisipliner antara rumpun ilmu agama dan sains teknologi. SAPPK ITB, yang terkenal bereputasi tinggi dalam bidang perencanaan wilayah dan kebijakan publik, dipandang sebagai mitra ideal bagi IAI Rawa Aopa untuk mendorong percepatan pembangunan serta tata kelola organisasi yang berbasis pada penelitian komprehensif.

Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa keterlibatan institusinya di ITB merupakan momentum krusial untuk menyerap inovasi tata kelola kelembagaan dan metodologi penelitian kontemporer. Pihaknya menyatakan tekad untuk menyelaraskan perspektif pengembangan institusi di daerah dengan pusat-pusat keunggulan akademik nasional.

“Kami berkomitmen penuh untuk membawa visi IAI Rawa Aopa melampaui batas-batas regional melalui kolaborasi erat dengan kampus bereputasi seperti ITB,” ujar Ismail Suardi Wekke.

Di tempat yang sama, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., menambahkan bahwa implementasi nyata dari kehadiran ini akan langsung ditindaklanjuti dalam bentuk rancangan program konkret.

Ismail menekankan pentingnya penerapan manajemen pengetahuan dan ekosistem tata kelola berbasis digital untuk mendukung mutual serta akreditasi kelembagaan di masa depan.

“Langkah awal pasca-seminar ini adalah menyusun formula kemitraan formal yang mencakup penelitian bersama dan kebijakan pengembangan publik lokal,” jelas Ismail Suardi Wekke yang juga menjabat sebagai Direktur Direktorat Pascasarjana IAI Rawa Aopa tersebut.

Pihak SAPPK ITB menyambut hangat kehadiran pimpinan dari Konawe Selatan ini. Melalui perwakilan panitia seminar, SAPPK ITB menyampaikan apresiasi yang mendalam atas inisiatif kolaboratif ini karena mereka melihat adanya potensi besar dalam mengintegrasikan pendekatan tata ruang dan kebijakan publik dengan kearifan lokal serta sosiologis keagamaan yang menjadi kekuatan utama IAI Rawa Aopa.

“SAPPK ITB senantiasa membuka pintu bagi sinergi interdisipliner yang mampu memberikan dampak nyata bagi tata ruang dan kemajuan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia,” ungkap salah satu pimpinan sidang dalam seminar tersebut.

Pertemuan intensif di lingkungan kampus legendaris ini diharapkan segera menghasilkan nota kesepahaman formal (MoU) dan perjanjian kerja sama yang adaptif, guna memperkuat peran perguruan tinggi sebagai motor inovasi sosial sekaligus penggerak literasi di wilayah Sulawesi Tenggara.