Mutu.rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan tengah mempersiapkan workshop optimalisasi penggunaan Turnitin sebagai bagian dari upaya memperkuat integritas riset dan meningkatkan kualitas karya ilmiah di lingkungan perguruan tinggi.
Kegiatan yang akan dikoordinasikan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IAI Rawa Aopa tersebut diselenggarakan melalui kerja sama dengan Turnitin. Workshop itu tidak hanya ditujukan bagi civitas akademika internal, tetapi juga akan melibatkan sejumlah perguruan tinggi mitra.
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, mengatakan pemanfaatan teknologi pendukung riset perlu dibarengi dengan penguatan budaya akademik yang menjunjung tinggi orisinalitas karya ilmiah.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap lembar karya ilmiah yang lahir dari rahim IAI Rawa Aopa memiliki standar moral dan kualitas yang tidak diragukan lagi,” kata Ismail di Jakarta, Kamis (18/6), usai menghadiri pengukuhan Guru Besar di BINUS University.
Menurut Ismail, penggunaan Turnitin tidak boleh dipandang semata sebagai alat untuk mendeteksi kemiripan naskah. Lebih dari itu, platform tersebut dapat menjadi sarana edukasi bagi dosen dan mahasiswa dalam membangun kebiasaan menulis yang bertanggung jawab.
Ia menuturkan kerja sama dengan Turnitin juga dirancang untuk memperluas manfaat program kepada perguruan tinggi mitra. Dengan demikian, penguatan kapasitas akademik dapat dilakukan secara bersama-sama dalam membangun ekosistem riset yang sehat.
“Turnitin adalah instrumen, tetapi komitmen pada orisinalitas adalah jiwa dari sebuah riset,” ujarnya.
Ismail berharap workshop tersebut mampu meningkatkan pemahaman dosen dan mahasiswa mengenai pemanfaatan Turnitin secara optimal, termasuk dalam melakukan evaluasi dan perbaikan mandiri terhadap karya ilmiah sebelum dipublikasikan.
Menurut dia, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya kampus untuk menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki integritas akademik dan mampu bersaing dalam dunia riset yang semakin kompetitif.
“Workshop ini adalah langkah nyata kami untuk melahirkan peneliti-peneliti yang jujur, kompeten, dan siap bersaing di kancah global,” katanya.
IAI Rawa Aopa menargetkan workshop tersebut menjadi salah satu program penguatan tata kelola penelitian sekaligus mendorong peningkatan kualitas publikasi ilmiah di lingkungan perguruan tinggi.
